• March 22, 2026
Calon Kapolri Tito Karnavian lolos uji kelayakan dan kepatutan DPR

Calon Kapolri Tito Karnavian lolos uji kelayakan dan kepatutan DPR

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Dihadapan 28 anggota Komisi III, Tito memaparkan 11 program prioritas jika terpilih menjadi Kapolri.

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) – Komisi III DPR RI menyetujui usulan Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk mengangkat Komisaris Jenderal Tito Karnavian sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru pada Kamis, 23 Juni.

Tito yang kini menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) lolos uji kelayakan dan kepatutan (uji kelayakan dan kepatutan) di hadapan 28 anggota Komisi III DPR RI, Kamis.

DPR kemudian akan mengambil keputusan dalam rapat paripurna pekan depan.

“Tanggal 27 Juni kita akan rapat paripurna, setelah itu akan diserahkan kepada Presiden,” ujarnya. Ketua DPR RI Ade Komaruddin.

Ia mengatakan, pelantikan Kapolri yang baru bisa dilakukan sebelum atau sesudah Idul Fitri 2016, tergantung keputusan Presiden Joko Widodo.

Jika terpilih, Tito akan menggantikan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti yang akan pensiun pada Juli mendatang.

11 program prioritas

Dalam pemaparannya di hadapan 23 anggota Komisi III DPR RI, Tito Karnavian memaparkan visinya jika terpilih menjadi Kapolri kelak, yaitu terwujudnya kepolisian yang semakin profesional, modern, dan andal untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat mendukung, mandiri, dan mandiri. dengan kepribadian. Visi tersebut dijabarkan ke dalam 8 misi dan 11 program prioritas.

Beberapa diantaranya adalah reformasi internal kepolisian, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, peningkatan profesionalisme di bidang hukum, pemberantasan korupsi di lingkungan kepolisian dan stabilitas keamanan dan keamanan sosial.

“Sebelas program prioritas tersebut akan dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama dimulai pada 100 hari pertama diangkat menjadi Kapolri, tahap kedua pada November 2016 hingga Desember 2019, dan tahap ketiga pada Januari 2020 hingga Desember 2021, kata mantan Kapolda Papua itu.

Lantas apa pendapat anggota DPR soal pencalonan Tito? Ketua Komisi 3 Bambang Soesatyo mengatakan, rekor Tito sejauh ini cukup bersih.

“Kami belum mendengar satu pun keluhan masyarakat tentang Pak Tito,” kata Bambang.

Meski begitu, kata Bambang, Tito tersandung persoalan pelanggaran HAM, terutama saat Tito terpilih menjadi Kepala Seksi Khusus 88 pada 2005.

Salah satunya saat teroris Noordin M. Top digerebek di Solo. “Selama itu yang meninggal ada 4 orang,” ujarnya.

Bambang juga akan menanyakan dalam uji kelayakan soal keterlibatan Tito dalam kasus PT Freeport. Sebab, saat terungkap transkrip pembahasan kasus “Papa Minta Saham”, nama Tito pun disebut-sebut di dalamnya. —Rappler.com

BACA JUGA:

Keluaran HK Hari Ini