• March 23, 2026

Cara membuat generasi milenial mengejar uang

Motivator dan pelatih keuangan Ken Handersen dari Handersen Success Academy mengadakan seminar pendidikan keuangan interaktif bertajuk ‘Gatherich’ di Mangga Dua, Jakarta pada Sabtu, 22 Juli.

Jakarta, Indonesia – Kebebasan finansial atau berkecukupan secara finansial merupakan salah satu unsur dalam hidup yang didambakan banyak orang. Kecukupan finansial sering kali diidentikkan dengan kepemilikan seseorang atas sumber daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya; bebas dari kewajiban; atau mempunyai tabungan yang bisa membuat anda merasa nyaman tanpa harus bekerja keras di hari tua.

Standar ‘cukup finansial’ memang relatif bagi setiap orang, namun kewajiban bekerja ekstra keras untuk merasakannya adalah hal yang mutlak. Karena kami sepakat, usaha yang dilakukan akan selalu berbanding lurus dengan hasil yang dicapai. Maka kerja keras merupakan hal yang mutlak harus dilakukan oleh setiap orang yang memimpikan hal tersebut.

Sayangnya, kenyataannya tidak sesederhana itu. Banyak orang mengaku telah bekerja ekstra keras, bekerja keras, berkeringat setiap hari selama puluhan tahun, namun hingga saat ini mereka belum merasa cukup secara finansial. Apa yang salah?

Data Bank Dunia menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan populasi kelas menengah di Indonesia mencapai 70% pada tahun 2015 dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menandai perbaikan yang signifikan dalam kondisi perekonomian bagi banyak masyarakat Indonesia.

Sayangnya, membaiknya kondisi perekonomian juga dibarengi dengan meningkatnya perilaku konsumen, khususnya di kalangan milenial. Riset yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan masyarakat Indonesia cenderung lebih konsumtif dan meninggalkan kebiasaan menabung.

Tentu harus diakui bahwa perilaku konsumen yang tidak terkendali akan berdampak buruk pada kondisi keuangan kita. Pengeluaran yang bahkan melebihi pendapatan setara menjadi kendala terbesar bagi masyarakat yang ingin mengalaminya kebebasan finansial. Jadi selain kerja keras, perencanaan keuangan yang baik juga mutlak diperlukan agar kita bisa merasakannya.

Melihat permasalahan tersebut, Ken Handersen yang juga seorang wirausaha muda tergerak untuk berbagi pengalamannya terkait pengelolaan keuangan, pemahaman literasi keuangan yang baik dan pentingnya merencanakan keuangan sejak dini. .

Ken juga seorang pemuda yang berperilaku konsumtif, bekerja untuk mencari uang yang kemudian hanya dibelanjakannya untuk membeli pakaian, sepatu, dan barang habis pakai lainnya. Hingga pendiri Handersen Success Academy ini mengalami fase dalam hidupnya yang mengubah cara pandangnya terhadap pengelolaan keuangan, bahwa pengelolaan keuangan yang baik merupakan hal yang mutlak diperlukan bagi setiap orang yang mendambakan hidup nyaman dan berkecukupan secara finansial.

Baginya, investasi finansial untuk kebutuhan masa depan lebih penting dibandingkan memenuhi keinginan kebahagiaan jangka pendek di masa kini melalui perilaku konsumen. Dan menurut Ken, investasi yang paling penting adalah di bidang pendidikan dan pendidikan.

Setelah menemukan formula pengelolaan keuangan terkini melalui pendidikan investasi, Ken memulai kegiatan bernama Gatherich, sebuah seminar pendidikan keuangan interaktif untuk memberdayakan generasi milenial untuk berprestasi. kebebasan finansial sejak dini.

Dikejar oleh uang

Seminar pendidikan keuangan interaktif Gatherich akan berbagi pengetahuan tentang konsep kebebasan finansialcara mengelola keuangan, serta alat yang diperlukan untuk mencapai kebebasan finansial.

Ken menyadari bahwa ilmu yang diajarkan di sekolah terkadang tidak cukup bagi seseorang untuk bersaing meraih kesuksesan di dunia ini. Sekolah mungkin mengajarkan akuntansi, namun seringkali tidak mengajarkan cara mengelola keuangan pribadi dengan baik.

Melalui Handersen Success Academy dan Gatherich, Ken akan mencoba mempelajari 8 kunci sukses dalam bisnis dan kehidupan, yaitu:

  • Kewiraswastaan
  • Perencanaan keuangan
  • Pemasaran
  • Menjual
  • Berbicara di depan umum
  • Kepemimpinan
  • Pembelajar yang cepat
  • Kekuatan batin

Tak hanya diisi oleh Ken yang merupakan seorang motivator sukses dalam hal pengelolaan keuangan, acara Gatherich juga menggandeng dua wirausaha muda yang telah merasakan kesuksesan di usianya yang masih terbilang muda.

Ada Andika Sutoro Putro, seseorang investor saham yang menjadi jutawan di usianya yang baru 18 tahun. Serta Yasa Singgih, pengusaha muda Indonesia yang masuk dalam daftar pengusaha muda Asia tersukses versi majalah Forbes.

Bersama Ken, Andika dan Singgih akan menyediakan wawasan beserta rahasia yang mereka lakukan untuk merasakan kebebasan finansial di usia yang sangat muda.

Mengelola keuangan bukanlah hal yang mudah, tidak hanya sekedar menentukan berapa banyak uang yang harus ditabung, berapa banyak yang harus diinvestasikan, tetapi juga memahami cara yang tepat untuk mencapainya. kebebasan finansial itu.

Melalui acara yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 Juli 2017, di Ballroom Hotel Ibis Mangga Dua ini, yang ketiga pelatih dengan segudang ilmu dan pengalaman akan tercapai pemahaman komprehensif tentang ketiga “kendaraan” yang dapat digunakan kebebasan finansial di usia muda: properti, bisnis, dan aset kertas.

Anda akan disuguhi segudang ilmu yang menjamin Anda akan dikejar uang setelah pulang dari acara ini. Karena pada dasarnya “dikejar uang” bukanlah sesuatu yang mustahil terjadi, asal tahu caranya.

Informasi lengkap tentang Gatherich Anda dapat melihat di halaman ini.—Rappler.com

sbobet