Cerita jalan-jalan di SEA Games
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Tim sepak takraw putri Indonesia keluar karena merasa wasit ditipu
JAKARTA, Indonesia — Peluang Indonesia meraih medali di cabang olahraga sepak takraw putri pupus. Setelah tim putri Indonesia berhasil meraih medali perak oleh Hendra Pago dan kawan-kawan dari tim putra, melangkah keluar karena merasa ditipu oleh wasit Singapura Muhammad Ragi.
“Wasit sangat terlihat dalam membela tuan rumah (Malaysia). “Tekong kami beberapa kali dianggap pelanggaran,” kata asisten pelatih Sepak Takraw Putri Abdul Gani. Keputusan walk out tim sepak takraw putri membuat Indonesia tidak bisa menambah perolehan medali karena dilarang bertanding melawan Filipina untuk memperebutkan tempat ketiga.
Keputusan walk out didukung Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PB PSTI) Tri Gunawan. “Ini tentang kebanggaan nasional,” kata Tri setuju Arsy Syam, pelatih kepala tim sepak takraw.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sangat menyayangkan sikap wasit terhadap Indonesia. “Keputusan wasit harus diambil secara jujur dan tidak memihak. “Haruskah kemenangan diraih dengan cara seperti itu,” kata Imam.
Tim sepak takraw putri Indonesia bukanlah yang pertama keluar di SEA Games. Tim sepak bola Indonesia juga keluar dari SEA Games 1977 setelah merasa tidak puas dengan kepemimpinan wasit Othman Omar asal Malaysia.
Saat itu, Indonesia menghadapi Thailand dan skornya 1-1. Dengan tensi tinggi, pemain Indonesia yang merasa dirugikan oleh wasit selama 60 menit akhirnya bertengkar dengan tim Thailand.
Saat itu, Indonesia dianggap tawuran oleh panitia SEA Games, dan sebagai bentuk protesnya, Iswadi Idris dan kawan-kawan absen dalam perebutan medali perunggu melawan Burma.
Setelah 40 tahun, tim sepak bola Indonesia nyaris keluar lagi. Kali ini sebelum SEA Games dimulai. Indonesia memprotes perpecahan grup sepak bola yang dianggap sebagai tuan rumah Malaysia.
Hal ini menarik perhatian Ketua Umum Komite Olahraga Indonesia Erick Thohir. Namun Erick tak mau ambil pusing memikirkan hal itu. “Kami pasti akan protes, tapi haruskah kami keluar? “Itu bukan solusi yang baik,” kata Erick.
Ezra Walian dan kawan-kawan akhirnya tetap berlaga di SEA Games 2017 dan menjadi yang teratas sejauh ini. Mereka menahan imbang Thailand sebelum menang melawan Filipina dan Timor Leste.
Tak hanya sepak bola dan tenis meja, cabang olahraga lain yang diunggulkan di SEA Games adalah tenis meja beregu. Saat SEA Games 1989 digelar di Kuala Lumpur, tim tenis meja Indonesia mengumumkan pengunduran diri.
Hal itu dilakukan setelah Rossy Syechbubakar, salah satu atlet tenis meja Indonesia, di-bully oleh wasit tuan rumah Goh Kun Tee yang memberikan poin gratis kepada atlet tuan rumah. Meski bola Rossy membentur tepi meja, wasit menyatakan keluar dan memberikan satu poin kepada lawan Rossy, Leong Mee Wan.
Ketua Umum PTMSI saat itu, Ali Said (almarhum) yang berada di arena pertandingan langsung menginstruksikan para atlet dan ofisial tenis meja untuk mengundurkan diri. —Rappler.com