• March 21, 2026
Chappy Hakim mengundurkan diri sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia

Chappy Hakim mengundurkan diri sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Chappy memilih mundur di tengah perubahan kontrak karya (KK) PT Freeport Indonesia menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

JAKARTA, Indonesia – PT Freeport Indonesia telah mengumumkan pengunduran diri Chappy Hakim dari jabatannya sebagai Direktur Utama dan selanjutnya kembali ke jabatan semula sebagai Penasihat Perusahaan. Hal tersebut disampaikan PT Freeport dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Sabtu 18 Februari.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menjabat sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia dan saya sangat menghormati perusahaan dan anggota timnya yang berbakat. Menjabat sebagai presiden memerlukan komitmen waktu yang luar biasa. Saya telah memutuskan bahwa demi kepentingan terbaik Freeport dan keluarga saya, saya memilih untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Presiden Direktur. “Saya akan terus mendukung perusahaan sebagai penasihat,” kata Chappy dalam keterangan tertulis PT Freeport Indonesia di Jakarta hari ini.

Meski demikian, Chappy tak menjelaskan lewat keterangan tertulis alasan dirinya memilih mundur. Padahal, posisi tersebut baru dijabatnya pada akhir tahun 2016 lalu.

Sementara itu, Chief Executive Officer dan Presiden Freeport-McMoRan Inc. selaku induk PT Freeport Indonesia, Richard C Adkerson mengucapkan terima kasih kepada Chappy atas kontribusinya selama ini. Ia mengaku bisa memahami keputusan sulit yang diambil Chappy.

“Kami menyampaikan apresiasi atas jasa dan dukungan beliau terhadap perusahaan. “Kami berharap dapat terus menerima saran dan sarannya,” kata Adkerson.

Hingga saat ini PT Freeport Indonesia belum mengumumkan siapa pengganti Chappy. Namun nama Tony Wenas yang kini menjabat Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp Paper (RAPP) disebut-sebut menjadi salah satu kandidat kuat pengganti Chappy.

Pengunduran diri Chappy terjadi secara mendadak dan terjadi di saat isu perubahan kontrak karya (KK) Freeport menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK) sedang berlangsung. Freeport bersikukuh rezim pajak sudah fix (dipaku) dan saham yang dijual tidak 51 persen.

Padahal, undang-undang mengharuskan rezim perpajakan mengikuti ketentuan yang berlaku (berlaku) dan porsi penjualannya sebesar 51 persen.

Pada 9 Februari, Chappy terlibat insiden dengan anggota Komisi VII DPR, Mukhtar Tompo, usai rapat dengan komisi tersebut. Mukhtar mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Chappy. Dia diantar ke rapat di Komisi VII DPR oleh Chappy dan diteriaki.

Peristiwa itu terjadi setelah muncul perdebatan mengenai smelter saat rapat. Chappy kemudian meminta maaf karena kejadian tersebut kemudian menjadi kontroversi.

Sebelumnya, Maroef Sjamsoeddin juga mengundurkan diri dari jabatannya pada Januari 2016. Maroef yang merupakan mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara mengundurkan diri di tengah terungkapnya skandal rekaman yang dikenal dengan kasus “Papa Minta Saham”. – dengan laporan ANTARA/Rappler.com

togel hk