Debat pertama antar calon gubernur DKI Jakarta
keren989
- 0
Jakarta, Indonesia – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta menggelar debat perdana pada Jumat malam, 13 Januari, untuk tiga pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur.
Momen ini sudah ditunggu-tunggu warga Jakarta, khususnya yang mempunyai hak pilih, untuk mengetahui program kerja calon pemimpinnya.
Namun, apakah ucapan masing-masing kandidat dalam debat kali ini sesuai dengan fakta? Tonton di bawah ini:
Angka pengangguran di DKI mengalami penurunan
Saat menjelaskan visinya, Agus mengatakan salah satu misinya adalah menciptakan lapangan kerja baru. Cara mengurangi pengangguran adalah dengan memberikan bantuan dana sebesar Rp50 juta per unit usaha.
Ahok mengatakan, angka pengangguran di Jakarta pada 2014 saat mulai menjabat gubernur sebesar 8,3 persen, namun saat ini angka tersebut turun menjadi sekitar 6 persen.
Pada bulan Agustus 2014, jumlah pengangguran di Jakarta sebanyak 429.110 orang atau 8,47%. Sedangkan jumlah pengangguran pada Agustus 2016 mengalami penurunan menjadi 317.007 orang atau 6,12%.
Anies menyindir Ahok lemah dalam mengusir Alexis dari prostitusi mewah
Anies mengatakan, pemimpin harus memastikan interaksi antarwarga terjalin dengan baik. Menurutnya, Jakarta bukan hanya milik para petinggi saja, tapi milik semua orang.
Kalau penggusuran memang tegas, tapi prostitusi Alexis itu lemah, kata Anies soal sulitnya Pemprov DKI menutup tempat-tempat prostitusi kelas atas seperti Alexis dan Malioboro.
Sebelumnya, pada 23 Februari 2016, Ahok mengaku sulit melakukan penggusuran Alexis karena memerlukan bukti nyata sebelum penggusuran dilakukan.
Jadi kalau mau menggulingkan Alexis harus buktikan dulu,” kata Ahok. Menurutnya, prostitusi di tempat mewah sudah menjadi rahasia umum. Pembongkaran hanya dapat dilakukan apabila pihak hotel melanggar peraturan bangunan. Namun jika terbukti ada praktik prostitusi di sana, pasti ada tindak pidananya.
Angka partisipasi murni pendidikan dasar di DKI lebih tinggi dibandingkan angka nasional
Ahok mengatakan, di bawah kepemimpinannya, partisipasi murni pendidikan dasar di DKI Jakarta mengalami peningkatan. Tahun lalu angka kita lebih tinggi dari angka nasional, kata Ahok.
Faktanya, itu benar.
Berdasarkan data KOR BPS-Susenas, angka partisipasi murni pendidikan dasar di Jakarta pada tahun 2016 sebesar 95,91. Sedangkan angka nasional sebesar 95,02. Angka tersebut menempatkan Jakarta pada peringkat ke-9 secara nasional.
Tingkat kemiskinan di DKI
Moderator bertanya, rasio ketimpangan antara kaya dan miskin termasuk yang tertinggi di Indonesia. Tingkat kemiskinan masih belum turun.
Agus mengatakan, terdapat 360.000 keluarga di Jakarta yang tergolong miskin dan tidak mampu. Fakta tingkat kemiskinan di DKI menurut data BPS Jakarta adalah sebagai berikut:
- Maret 2016 : 384,30 ribu (3,75%)
- September 2015: 368,67 ribu (3,61%)
- Maret 2015 : 398,82 ribu (3,93%)
Pemprov DKI Jakarta menerima 4 piagam dari Bappenas
Ahok mengatakan, tidak mungkin mencapai suatu tujuan tanpa membangun infrastruktur.
Ia menuding pasangan calon nomor urut 3 hanya menganggap Ahok-Djarot akan memperbaiki kondisi fisik kota Jakarta. “Tapi bagaimana masyarakat bisa berkembang kalau bersekolah atau beribadah, tapi fasilitasnya kurang memadai? “Iya benda mati, tapi sudah dipelajari dengan bantuan pemetaan sosial,” kata Ahok.
Oleh karena itu, lanjutnya, Pemprov DKI mendapat 4 plakat dari Bappenas, belum pernah ada daerah di Indonesia yang mendapat penghargaan sebanyak itu.
Berikut daftar peraih Nusantara Creator Award 2016:
1. Kategori Kabupaten/Kota dengan perencanaan terbaik
– Dear me: Kota Batu
– Terbaik II: Denpasar
– Terbaik III: Donggala
2. Kategori Provinsi dengan Perencanaan Terbaik
– Untuk aku: DKI Jakarta
– Terbaik II: Jawa Barat
– Terbaik III: DI Yogyakarta
3. Kategori Provinsi dengan perencanaan inovatif: DKI Jakarta
4. Kategori Kabupaten/Kota dengan perencanaan inovatif: Donggala
5. Kategori Provinsi dengan perencanaan progresif: Gorontalo
Berikut daftar peraih penghargaan MDGs:
1. Pencapaian indikator MDG terbaik tahun 2013-2015
– Untuk aku: DKI Jakarta
– Terbaik II: Bali
– Terbaik III: Gorontalo
2. Pengentasan kemiskinan terbaik tahun 2013-2015
– Terbaik I: Sulawesi Tengah
– Terbaik II: Maluku
– Terbaik III: Papua Barat
3. Tingkat pencapaian MDGs terbaik tahun 2013-2015
– Yang terhormat: NTB
– Terbaik II: Gorontalo
– Terbaik III: Aceh
4. Tingkat pencapaian MDGs tertinggi pada tahun 2015
– Untuk aku: DKI Jakarta
– Terbaik II: Bali
– Terbaik III: Yogyakarta
Indeks Pembangunan Manusia di Jakarta
Ahok berkata, mengembangkan Jakarta mengembangkan masyarakatnya dengan indikator yang terukur yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ia mengatakan, IPM Jakarta pada tahun 2015 sebesar 0,789.
Berdasarkan kategori UNDP, untuk mencapai kategori IPM sangat tinggi adalah 0,8. Oleh karena itu, Jakarta membutuhkan angka 1,1 untuk mencapai kategori IPM tertinggi.
Perbedaan rasio Gini di DKI dan nasional
Ahok menyebut rasio Gini di DKI Jakarta memang lebih tinggi dibandingkan nasional saat ia menjabat. Pada tahun 2013, selisih DKI dan nasional masing-masing sebesar 0,43 dan 0,41.
Berdasarkan data BPS, berikut rasio Gini di DKI selama beberapa tahun terakhir:
- 2009: 0,36
- 2010: 0,36
- 2011: 0,44
- 2012: 0,42
- 2013: 0,43
- 2014: 0,43
- 2015: 0,43
- 2016: 0,41
Sedangkan rasio Gini nasional pada tahun 2013 sebesar 0,41 dan tahun 2016 sebesar 0,40.
—Rappler.com