Dedi Mulyadi diperiksa Polda Jabar terkait surat dukungan palsu
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Dedi melaporkan surat dukungan palsu DPD Golkar Jabar untuk Ridwan Kamil di Pilgub Jabar
BANDUNG, Indonesia — Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menjawab panggilan Direktorat Kriminal Khusus Polda Jabar terkait penyebaran foto surat dukungan palsu Partai Golkar kepada Ridwan Kamil. Dedi datang sebagai saksi pelapor sekitar pukul 09.30 WIB dan diperiksa silang selama kurang lebih dua jam.
“Terpenuhi sebagai warga negara yang baik. “Kami ingin Golkar tidak dirambah oleh partai lain yang dapat memecah belah persatuan Partai Golkar, makanya kami fokus melayani masyarakat,” kata Dedi kepada wartawan usai sidak di Mapolda Jabar, Kamis 19 Oktober 2017.
Bupati Purwakarta diperiksa sebagai saksi dan mendapat tujuh pertanyaan dari penyidik. Termasuk saat Dedi menerima foto surat dukungan palsu tersebut.
“Ya, saya menjawab. Surat tersebut saya terima pada tanggal 21 September 2017 di Desa Cihambuluh, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, saat perayaan Tahun Baru Islam 1439 Hijriah pukul 20.59, kata Dedi.
Dedi pun mengungkapkan kepada penyidik bagaimana pertama kali dirinya menerima foto surat dukungan palsu tersebut. Ia mendapatkannya melalui Whatsapp dari Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar Ade Barkah yang menerima kiriman dari Ketua DPD Partai Golkar Garut. Foto surat dukungan palsu itu dibagikan Ketua DPD Partai Golkar Garut itu setelah ia melihatnya di grup WhatsApp parpol lain.
Makanya ini kami sampaikan, kami ingin tahu siapa yang memasang surat ini, apa tujuannya, karena menimbulkan berbagai tafsir gangguan psikologis bagi keluarga besar Golkar di Jawa Barat, kata Dedi yang bertopi hitam. seekor Garuda di atasnya.
Dedi melaporkan surat dukungan palsu ini oleh Badan Hukum dan Hak Asasi Manusia (Bakumham) DPD Partai Golkar Jawa Barat, Senin 25 September 2017. Pelaporan itu muncul setelah Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menyatakan surat keputusan Partai Golkar mendukung Ridwan Kamil tidak benar.
Dedi sendiri mengaku tidak dirugikan dengan beredarnya surat dukungan palsu tersebut. Yang dirugikan, kata Dedi, adalah Partai Golkar sendiri.
“Saya tidak rugi apa-apa, yang rugi Golkar karena seperti struktur organisasinya, bukan partai modern. Sebab dalam pesta modern, surat itu belum bisa diterbitkan sebelum diserahkan kepada yang bersangkutan, kata Dedi.
Dedi menjelaskan, mekanisme pencalonan kepala daerah harus ditetapkan terlebih dahulu oleh DOP bersama DPD satu. Setelah disepakati, surat rekomendasi diserahkan kepada Ketua DPD, yang akan diserahkan kepada calon yang didukung.
“Jadi sah, belum ada surat yang dikeluarkan. Sah bila Ketua DPD Satu memberikan surat rekomendasi kepada yang bersangkutan, kata Dedi.
Dedi bisa memastikan, surat dukungan itu palsu karena tidak mencantumkan nomor dan tanggal surat serta tidak disertai stempel partai. Dedi mengaku belum mengetahui siapa yang mengunggah surat tersebut di media sosial. Namun yang pasti ada yang menyebarkan surat tersebut.
“Surat ini dari mana, berarti ada yang memposting surat itu. “Yang memasang surat itu, apakah internal Golkar atau eksternal,” ujarnya. —Rappler.com