Densus periksa 2 orang terduga pembantu bom Solo
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Polisi masih mendalami kemungkinan ada pihak lain di balik aksi bom bunuh diri 5 Juli itu
SOLO, Indonesia – Densus 88 sedang menyelidiki dua orang yang diduga terlibat dalam penyediaan sepeda motor matic yang digunakan pelaku bom bunuh diri 5 Juli di Mapolresta Surakarta. Mereka juga diduga ikut menyembunyikan pelaku jaringan teror Bekasi saat buron.
“Keduanya masih diperiksa Densus. Nanti terungkap apakah mereka membantu menyembunyikannya, membantu penyediaan fasilitas, atau membantu anggaran, kata Condro Kirono, Kapolda Jateng Irjen Pol di Solo, Kamis, 21 Juli.
Kedua orang yang diperiksa adalah Heriyanto dan Hasan al Rasyid yang ditangkap dan ditahan dua hari lalu secara terpisah di Makamhaji, Sukoharjo dan Colomadu, Karanganyar. Densus pun menggeledah rumah tempat mereka tinggal dan menyita sejumlah barang.
Sementara itu, polisi belum memberikan keterangan barang bukti apa saja yang ditemukan di kedua rumah tersebut.
Menurut pengakuan tetangganya, Heriyanto bukan warga sekitar dan baru sekitar enam bulan tinggal di rumah mertuanya di Makamhaji. Menurut mereka, Heriyanto memiliki banyak pekerjaan, antara lain sebagai satpam, penjual bebek rica, dan makelar sepeda motor – serta sering berganti-ganti sepeda motor.
Sedangkan menurut keterangan keluarga, Hasan tidak ditangkap, melainkan hanya dimintai keterangan. Hasan melapor ke Mapolresta Surakarta pada Selasa pagi karena merasa telah diikuti polisi selama tiga hari. Namun, sore harinya polisi menahannya untuk dimintai keterangan terkait kasus bom Solo.
Tadi ada perwakilan Densus dan Reskrim yang datang ke rumah mengabarkan bahwa Hasan sedang diperiksa di Mabes Polri, belum boleh dijenguk, mungkin dua atau tiga hari tidak bisa dijenguk, Titik, Kata kakak Hasan.
Hasan merupakan kakak dari Arif Hidayatullah, tersangka kasus teror jaringan Bekasi yang ditangkap pada Desember 2015. Sedangkan Nur Rohman, pelaku bom bunuh diri di Mapolres Solo, merupakan salah satu anggota jaringan Bekasi yang berhasil melarikan diri dan menjadi buronan (DPO).
Meski kasus bom Solo ditutup karena satu-satunya pelaku tewas di lokasi kejadian, menurut Condro, polisi tetap akan mendalami kemungkinan tersebut dan mengungkap adanya pihak lain yang terlibat di dalang bom bunuh diri tersebut, termasuk pihak penyedia Suzuki Nex. . kendaraan bernomor polisi AD 6136 HW yang digunakan Nur Rohman untuk menerobos masuk Mabes Polri dan meledakkan diri. – Rappler.com.
BACA JUGA: