• March 20, 2026

Di tengah duka, mereka masih saling mengingat

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Di salah satu lokasi pengungsian, warga menyembelih seekor sapi untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

PIDIE JAYA, Indonesia – Sepekan pascagempa berkekuatan 6,5 SR mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, ribuan warga masih tinggal di pengungsian. Banyak dari mereka kehilangan keluarga, rumah dan kendaraan.

Jejak kesedihan masih terlihat jelas di wajah mereka. Maklum, semua harta benda mereka hilang dalam hitungan detik saat gempa melanda Rabu pagi, 7 Desember 2016.

Hingga Selasa 13 Desember 2016, sebanyak 83.838 orang masih mengungsi di Kabupaten Pidie Jaya. Selain rumahnya yang hancur, warga juga memilih bertahan di tenda karena trauma. Selain itu, gempa susulan juga sering terjadi.

Namun di tengah kekhawatiran tersebut, warga di Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, masih berhasil menyembelih seekor sapi dalam rangka perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin lalu.

Pembelian sapi ini merupakan patungan antar warga, kata Kepala Desa Deah Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, Munawir, Selasa 13 Desember 2016.

Munawir mengatakan, meski tak semeriah tahun-tahun sebelumnya, namun perayaan ulang tahun kali ini disambut antusias warga. Rupanya mereka rela menyisihkan uangnya untuk membeli sapi.

Sementara itu, para pengungsi di lokasi pengungsian lainnya juga bisa menikmati hidangan ulang tahun meski tidak merayakannya. Pasalnya, makanan ultah berupa bu kulah, nasi bungkus daun pisang, kerap dikirim dari daerah yang tidak terkena gempa.

Ibu Kulah antara lain berasal dari Desa Pulo Mesjid, Kecamatan Tangse, Pidie. Mereka mengirim ratusan orang ke Pidie Jaya yang berjarak 70 km dari Tangse.

“Kami pernah dilanda banjir bandang satu kali. Pada saat itu, banyak orang yang mengulurkan tangan untuk membantu. “Sekarang artinya wajib bagi kita untuk membantu anggota keluarga yang tertimpa bencana,” kata salah satu warga Pulo Mesjid.

Bu Kulah antara lain juga berasal dari beberapa desa lain, seperti Desa Jijiem. Usai merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, warga Desa Jijiem memberikan ratusan bungkus bu kulah kepada para korban gempa.

Gempa memang meluluhlantahkan ratusan bangunan di Kabupaten Pidie Jaya, namun persatuan tidak terkubur di balik reruntuhan bangunan. Di tengah duka, mereka masih saling mengingat. —Rappler.com

lagutogel