• March 4, 2026

Donald Trump resmi menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45

Upacara pelantikan tersebut terlihat sepi penonton dibandingkan jumlah orang yang hadir saat Barack Obama dilantik pada tahun 2009 dan 2013.

JAKARTA, Indonesia – Donald Trump, maestro real estate, bintang reality show dan selebriti televisi, telah dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat. Kandidat Partai Republik berusia 70 tahun itu meletakkan tangannya di atas dua Alkitab, satu miliknya sendiri dan satu lagi digunakan oleh Abraham Lincoln, untuk diambil sumpahnya sebagai presiden.

Momen ini merupakan era politik baru yang disambut dengan suka cita, namun sekaligus horor.

“Saya, Donald John Trump, dengan ini bersumpah bahwa saya akan setia dalam menjalankan jabatan Presiden Amerika Serikat dan akan melakukan yang terbaik untuk melestarikan, melindungi, dan mempertahankan Konstitusi Amerika Serikat,” kata Trump. ucapnya sambil mengambil sumpahnya. sebagai presiden hanya sekali sebelum akhirnya mengudara beberapa kali.

Trump menggantikan Barack Obama dengan menjadi presiden ke-45 negara paling berkuasa di dunia. Dia dilantik oleh Ketua Hakim John Roberts di tangga gedung Capitol di depan puluhan pihak berwenang dan ribuan pendukung.

Rakyat Amerika mengambil kendali

Usai dilantik, Trump kemudian menyampaikan pidato pertamanya di hadapan ribuan orang. Pidato yang berdurasi sekitar 17 menit itu berisi janji-janji yang akan ditepatinya selama masa kampanye. Janji itu adalah membuat negara Paman Sam kembali hebat.

“Mulai saat ini, sebuah visi baru akan memandu negara kita,” kata Trump, mengumumkan diakhirinya kebijakan bisnis yang adil di Washington.

“Hari ini kita tidak hanya memindahkan kekuasaan dari satu pemerintahan ke pemerintahan lain atau dari satu partai ke partai lain, tapi kita mengalihkan kekuasaan dari Washington DC dan mengembalikannya kepada Anda, rakyat Amerika,” ujarnya.

“Mulai hari ini, rakyat Amerika akan selalu menjadi yang utama,” ujarnya lagi.

“Bersama-sama kita akan membuat Amerika kuat kembali. Kami akan membuat Amerika makmur kembali. Kami akan membuat Amerika bangga lagi. “Kita akan membuat Amerika kembali aman dan bersama-sama kita akan menjadikan Amerika lebih besar,” kata Trump di tengah suhu dingin di ibu kota Washington DC.

“20 Januari 2017 akan dikenang sebagai hari dimana rakyat kembali menjadi penguasa negara ini,” ujarnya sambil menyampaikan pidato populis dengan nada politik blak-blakan yang jarang digunakan dalam pidato pelantikan.

“Pria dan wanita tidak akan lagi dilupakan di negara ini. Semua orang mendengarkanmu sekarang.”

Pelantikan Trump merupakan momen yang hingga saat ini masih belum bisa dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Amerika. Sebab, Trump belum pernah menduduki jabatan pemerintahan, menjadi politisi, atau bergabung dengan militer sebelumnya.

Ratusan ribu warga Negeri Paman Sam menyaksikan Presiden Barack Obama yang akan keluar dan saingan Trump Hillary Clinton juga menyaksikan upacara pelantikan tersebut. Clinton hampir membuat sejarah dengan menjadi presiden perempuan AS pertama.

Usai upacara pelantikan, Obama dan istrinya Michelle meninggalkan gedung Capitol. Momen itu menandai berakhirnya delapan tahun kepemimpinan Washington DC oleh Partai Demokrat.

Membalikkan agenda Obama

Dalam catatan sejarah, Trump merupakan orang tertua yang menjabat Presiden AS dan menjabat di Oval Office. Ia pernah berjanji untuk mengakhiri beberapa kebijakan Obama dan meninjau kembali aliansi AS dengan beberapa negara sekutu di Asia dan benua Eropa.

“Selama beberapa dekade, kami telah memperkaya industri luar negeri dengan dana dari industri Amerika, yang memberikan subsidi kepada negara-negara asing lainnya. “Padahal di saat yang sama kita membiarkan militer kita tampil lemah,” ujarnya.

“Kami akan menegaskan kembali aliansi Amerika dan membentuk aliansi baru dan bersatu di dunia yang beradab untuk melawan terorisme Islam radikal yang akan melenyapkan kita dari muka bumi untuk selamanya.”

Sebelum upacara pelantikan, Trump melakukan ritual yang dilakukan presiden-presiden sebelumnya, yakni menghadiri misa di St. Louis. Gereja Maria. John’s kemudian berangkat ke Gedung Putih dan disambut hangat oleh Obama.

Jumat ini, tim Trump berencana mengeluarkan perintah eksekutif untuk mengakhiri kebijakan Obama. Namun, saat menjabat sebagai presiden, tingkat persetujuan terhadap Trump justru lebih rendah, yaitu 37 persen. Data diambil dari survei CBS Poll.

Sementara itu, acara pelantikan merupakan acara paling sepi yang dihadiri massa dibandingkan saat pelantikan Obama pada tahun 2009 dan 2013. – dengan pelaporan AFP/Rappler.com

uni togel