• March 31, 2026

Drama komedi dengan isu-isu relevan

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Film yang dibintangi Sheryl Sheinafia dan Ernest Prakasa ini akan tayang pada 16 Agustus mendatang

JAKARTA, Indonesia —Dalam debut penyutradaraannya, Adink Liwutang bersama produser Ernest Prakasa menciptakan sebuah drama komedi berdasarkan fenomena media sosial yang sedang populer di masyarakat.

Kaum Underdog bercerita tentang empat orang sahabat yang melewati permasalahan hidup. Bobi (Jeff Smith), Ellie (Sheryl Sheinafia), Dio (Brandon Salim) dan Nanoy (Babe Cabita) adalah empat sahabat dekat yang selalu di-bully di sekolah dan kampus. Mereka dipandang sebagai kelompok yang terpinggirkan dan tidak mampu melakukan hal tersebut cocok di masyarakat.

Bosan dengan musibah yang menimpa mereka, keempat sahabat ini akhirnya memutuskan untuk bertindak platform Youtube. Mereka terinspirasi untuk berkreasi dengan harapan agar karyanya tetap dikenal masyarakat. Mereka kemudian mengunggah video musik rap dan menyebut diri mereka The Underdogs. Tak disangka, video mereka menjadi viral di internet dan mulai terkenal di dunia nyata.

Masalah muncul ketika YouTuber SOL yang terkenal, terdiri dari Sandro

Saat menghadiri konferensi pers Kaum Underdog di Epicenter XXI pada Kamis, 10 Agustus, Sheryl Sheinafia mengungkapkan kegembiraannya selama proses syuting.

“Saya sangat menikmati prosesnya. “Saya juga merasa diapresiasi sebagai seorang musisi karena film ini tidak hanya mengedepankan sisi komedi, tapi juga menampilkan porsi musikal yang cukup besar,” kata Sheryl.

Kaum Underdog cobalah untuk relevan dengan waktu. Sebagai sebuah drama komedi remaja, film ini menampilkan permasalahan yang dialami remaja seperti pencarian jati diri, masalah persahabatan bahkan perundungan di masyarakat.

Film ini juga mencerminkan kegelisahan yang muncul akibat fenomena media sosial yang menyebarkan kebencian di masyarakat.

Aliran yang tidak fokus

Ernest selaku produser mengatakan, filmnya memiliki banyak pesan moral. Mulailah dengan kisah seorang remaja korban intimidasi, nilai persahabatan, hingga karya kreatif yang membawa kesuksesan.

Semua hal itu bisa disaksikan di film ketiga Ernest. Hanya saja karena banyaknya pesan yang ingin disampaikan, jalan cerita film ini terkesan kurang fokus dan kurang memiliki inti yang jelas.

Keempat sahabat yang menjadi pemeran utama sepertinya juga tidak punya kimia yang saling kuat satu sama lain, semuanya terkesan kaku dan dipaksakan. Meski begitu, Babe Cabita yang berperan sebagai Nanoy benar-benar mencuri perhatian dengan humor dan keluwesannya.

Komedi hambar

Seperti film-film Ernest lainnya, tentunya beberapa pemain dan cameo adalah buku komik. Sayangnya, banyak adegan yang mengandung lelucon yang terkesan berlebihan satu kapal dan tidak mengundang gelak tawa.

Meski menampilkan komika seperti Pandji Pragiwaksono, Soleh Solihun, Dodit Mulyanto, Adjis Doaibu, dan Ence Bagus, namun humor dalam film produksi Starvision ini terdengar hambar dan repetitif. Berbeda dengan dua film Ernest sebelumnya, Ngenest Dan Kunjungi toko sebelah yang dihias dengan humor yang segar dan cerdas.

Alur ceritanya terburu-buru

Karena terlalu terburu-buru, jalan cerita film ini terkesan banyak dipotong. Alhasil, ada beberapa adegan yang tidak mencapai klimaks. Konflik yang dibangun sejak awal film tiba-tiba terselesaikan tanpa akhir yang jelas, penonton tidak merasakan kepuasan dalam menyelesaikan konflik tersebut.

Adegan-adegan yang seharusnya menyentuh, kurang terasa dan terkesan biasa saja karena terlalu terburu-buru. Singkatnya, banyak momen yang terlewatkan burungkarena berakhir dengan cepat dan penonton tidak dibiarkan menyerap perasaan yang ingin mereka ungkapkan.

Film Kaum Underdog tayang mulai 16 Agustus 2017 di bioskop terdekat.

—Rappler.com

Keluaran Sydney