Dua kelompok masyarakat bentrok di Papua, satu orang tewas
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Sebelumnya, kantor KPUD juga mengalami kerusakan
PAPUA, Indonesia (Update) – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Intan Jaya, Papua, memakan korban jiwa. Satu orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam bentrokan antara dua pendukung pasangan calon di Sugapa, ibu kota Intan Jaya, Jumat pagi.
Seorang saksi bernama Pterus mengatakan, terjadi saling serang antara massa pendukung paslon nomor urut 2, Yulius Tipagau-Yunus Kalabetme, dan massa pendukung petahana nomor urut 3, Natalis Tabuni-Yan Kobogoyauw.
Jumat pagi pukul 05.30 WIT kembali terjadi penyerangan menggunakan panah di kediaman Bupati Intan Jaya Natalius Tabuni, kata Pterus saat dikonfirmasi, Jumat, 24 Februari 2017.
Akibat tabrakan tersebut, satu warga diduga meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. Selain itu, sejumlah rumah di lokasi jatuhnya pesawat juga ikut terbakar.
Sehari sebelumnya, sekelompok massa juga dikabarkan merusak kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Intan Jaya. Mereka melemparkan batu dan kayu ke kantor.
Paulus Waterpauw, Irjen Pol Papua, mengatakan bentrokan kedua kubu disebabkan ketidakpuasan terhadap kinerja KPU setempat. “Ada sekelompok massa yang tidak puas kemudian terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis, perusakan, dan pembakaran,” kata Paulus.
Bentrokan tersebut, lanjut Paulus, terjadi di sekitar Sugapa, ibu kota Intan Jaya, hingga menyebabkan tiga rumah warga terbakar dan satu warga bernama Kolenga Kawenda meninggal dunia. “Puluhan lainnya luka-luka, rumah warga juga ikut terbakar,” lanjut Paulus.
Paulus menduga ada provokator dalam aksi anarkis tersebut. Pihaknya bahkan mengidentifikasi provokatornya. “Inisialnya MT. “Dialah yang memerintahkan penyerangan terhadap KPU dan kelompok lain,” ujarnya.
Saat ini situasi di lokasi kondusif setelah Polda mengerahkan 400 personel gabungan TNI-Polri. Meski begitu, Paulus mengatakan pihaknya tetap akan menambah pasukan di Intan Jaya. “Kami sudah menambah pasukan dari CBD Timika dan Nabire 3, namun hari ini kami tidak bisa berangkat karena cuaca buruk,” ujarnya.
Ia berharap pelaksanaan pleno penghitungan dan penetapan hasil pemungutan suara ditunda sementara hingga suasana kondusif. “Kami minta rapat paripurna ditunda hingga situasi benar-benar tenang,” jelasnya. —Rappler.com