• March 12, 2026

Duet Ahok-Djarot mulai menarik perhatian kaum hawa

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Kasus penodaan agama dinilai tidak ada sangkut pautnya dengan elektabilitas Ahok-Djarot

JAKARTA, Indonesia – Meski ‘diserang’ kasus penodaan agama, tingkat elektabilitas pasangan calon petahana Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat justru meningkat.

Hal itu terungkap dalam hasil survei yang dirilis lembaga survei Charta Politika pada Rabu, 1 Februari 2017. Survei tersebut dilakukan usai debat Pilgub DKI I yang melibatkan 767 responden di enam wilayah DKI dan margin of error 3,5. persen.

Hasilnya, elektabilitas pasangan Ahok-Djarot mencapai 36,8 persen. Sedangkan elektabilitas pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebesar 27 persen dan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni sebesar 25,9 persen. Sisanya yakni 10,3 persen responden tidak menjawab.

“Elektabilitas Ahok menduduki peringkat pertama sebesar 36,8 persen, sedangkan Anies stagnan dan Agus semakin merosot ke peringkat ketiga dibandingkan survei November 2016,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, Rabu, 1 Februari 2017.

Yunarto mengatakan, turunnya elektabilitas Agus-Sylvi salah satunya karena kalahnya suara perempuan. Dalam survei yang dilakukan Charta Politika pada November 2016, duet Agus-Sylvi dipilih oleh 32 persen responden perempuan.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dua pasangan lainnya. Selain karena alasan yang jelas, Agus dipilih perempuan karena lebih muda dan cantik dibandingkan calon lainnya.

Namun usia Agus yang masih muda dan ketampanan sepertinya tak lagi menjadi pertimbangan pada Januari 2017. Dalam jajak pendapat terbaru Charta Politika, Ahok justru berhasil meraih 37,5 persen suara perempuan. Sedangkan Agus hanya dipilih 27 persen perempuan.

Namun, Yunarto mengatakan perempuan memilih Ahok bukan karena Ahok tampan, melainkan karena penampilannya yang dinilai bagus.

Selain bikin kaum hawa ‘tertarik’, duet Ahok-Djarot juga mampu merebut hati anak muda. Hasil survei menunjukkan 42,1 persen responden berusia di bawah 19 tahun memilih Ahok-Djarot.

Mereka bersaing ketat dengan duet Anies-Sandi yang juga dipilih oleh 42,1 persen pemilih berusia di bawah 19 tahun. Sedangkan Agus-Sylvi hanya dipilih 15,8 persen responden.

Ahok juga disukai responden berusia 20-29 tahun. Sebanyak 30,6 persen responden kelompok usia tersebut memilih Ahok. Sedangkan Agus-Sylvi hanya dipilih 26,5 persen responden. Sedangkan Anies-Sandi mendominasi pemilih usia 20-29 tahun dengan perolehan 33,3 persen.

Menurut Yunarto, para pemilih muda ini sangat terpengaruh dengan debat Pilgub DKI. “Debat dan diskusi adalah bagian dari budaya anak muda. “Jadi mereka juga bisa menilai calonnya,” ujarnya. —Rappler.com

uni togel