• April 6, 2025
Duterte berjanji akan berhenti mengutuk orang setelah mendengar pesan dari Tuhan

Duterte berjanji akan berhenti mengutuk orang setelah mendengar pesan dari Tuhan

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Dalam pesan yang didengar Duterte, Tuhan mengancam akan menabrakkan pesawat pemerintah jika dia tidak berhenti mengutuk orang

JAKARTA, Indonesia – Tampaknya Tuhan kini semakin khawatir dengan perilaku Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang kerap mengumpat orang. Terakhir, Tuhan mengirimkan pesan kepada mantan Wali Kota Davao tersebut.

Setidaknya itulah pengakuan Duterte selepas ia tiba dari kunjungan kenegaraannya di Jepang. Menurut Duterte, Tuhan berbicara langsung kepadanya saat ia dalam perjalanan pulang ke Davao City pada Kamis malam, 27 Oktober.

“Saya melihat ke langit ketika saya terbang kembali ke sini dan saya perhatikan semua orang sedang tidur dan mendengkur, tetapi tiba-tiba ada suara yang mengatakan: jika Anda tidak berhenti mengutuk orang, maka saya akan menabrakkan pesawat.” kata Duterte kepada media sebelum menjawab pertanyaan mereka pada Jumat, 28 Oktober.

Lalu dia bertanya: “siapa ini?”. Dan Duterte mendengar jawaban “tentu saja, itu Tuhan”.

Karena pesan Tuhan, Duterte kemudian berjanji.

“Jadi, saya berjanji kepada Tuhan bahwa saya tidak akan lagi menggunakan kata-kata kasar, mengumpat pada orang dan sebagainya. “Jadi dengarkan saya karena janji kepada Tuhan sama dengan janji kepada rakyat Filipina,” ujarnya lagi.

Pernyataan itu disambut tepuk tangan, namun Duterte menanggapinya dengan dingin. Dia rupanya khawatir tidak bisa menepati janjinya.

“Jangan bertepuk tangan terlalu lama karena mungkin saya akan gagal (memenuhi janji saya),” kata Duterte.

Sejak menjadi Wali Kota Davao, Duterte menonjol dibandingkan politisi Filipina lainnya karena sering mengumpat, mengumpat, dan melontarkan lelucon bernuansa seksual. Reaksi masyarakat Filipina beragam terhadap sikap Duterte, ada yang mengapresiasi namun ada pula yang merasa jijik.

Jika memenangkan pemilu, Duterte mengaku akan menjaga perilakunya sebagai presiden. Namun, tak lama setelah dilantik, ia mengubah perkataan dan sikapnya. Terakhir, kini tidak ada seorang pun yang mengharapkan Duterte bertindak seperti negarawan.

Berbagai tokoh masyarakat dikutuk Duterte, mulai dari Paus Fransiskus, Sekretaris Jenderal PBB hingga Presiden Barack Obama. – Rappler.com

taruhan bola