• April 5, 2025
Empat terpidana dieksekusi

Empat terpidana dieksekusi

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) – Proses eksekusi terhadap terpidana kasus narkoba dilakukan pada Jumat dini hari, 29 Juli, sekitar pukul 00.45 di Polres Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah.

Berdasarkan keterangan Jaksa Muda Pidana Umum Noor Rachmat, dari 14 terpidana yang semula dijadwalkan dieksekusi, dipastikan hanya 4 orang yang menghadapi regu tembak.

Keempat terpidana tersebut adalah Freddy Budiman (Indonesia), Seck Osmane (Senegal), Michael Titus (Nigeria), dan Humphrey Jefferson (Nigeria).

Sementara 10 terpidana lainnya belum diketahui nasibnya apakah proses eksekusinya ditunda atau tidak dilakukan.

Lalu apa alasannya Kejaksaan Agung akhirnya hanya mengeksekusi 4 terpidana mati tersebut? Noor menjelaskan, hal itu bergantung pada tindakan masifnya dalam mengedarkan narkoba.

Perlu diketahui bahwa Seck Osmane adalah pemasok distributor lain. Michael (Titus) juga melakukannya. Dokter (Humprey Jefferson) juga licik dengan caranya menyamarkan restorannya, itulah alasan saya. “Dari uji hukum, mereka punya dua PK (peninjauan kembali) dan semuanya ditolak,” kata Noor.

Sedangkan Freddy dieksekusi karena tetap mengendalikan peredaran narkoba dari balik jeruji besi meski divonis hukuman mati. Putusan kasasi yang diambil pengadilan justru memperkuat hukuman matinya.

“Yang bersangkutan (Freddy) tidak pernah mengajukan permohonan ampun kepada Presiden. “Haknya hilang karena waktu telah berlalu,” kata Noor.

Menurut dia, proses eksekusi terhadap 10 narapidana lainnya yang divonis hukuman mati ditunda dan menunggu kabar selanjutnya.

Nanti akan dilaporkan lagi untuk sisanya (10 terpidana mati), kata Noor.

(BACA: Daftar nama dan kasus 14 terpidana mati tahap III)

Hujan deras dan angin kencang mengiringi proses eksekusi di pulau berjuluk Alcatraz-nya Indonesia itu. Bahkan saat proses eksekusi, tenda yang dibangun di lapangan dikabarkan roboh akibat hujan deras dan angin kencang.

Berikut profil singkat empat terpidana yang dieksekusi:

1.Freddy Budiman

Salah satu pengedar narkoba terbesar di Indonesia. Meski ditangkap pada 2009, Freddy masih mampu mengendalikan peredaran narkoba dari balik jeruji besi. Dialah terpidana yang ditembak pertama kali pada Jumat dini hari.

Tingkah Freddy menjadi pusat perhatian saat model majalah pria dewasa, Vanny Rossyane, terang-terangan mengatakan kepada media bahwa hal.Ria lahir pada 19 Juli 1976 di Surabaya diberi kamar mewah di Lapas Cipinang yang berujung pada pemecatan Sipir Lapas Cipinang.

Ia divonis hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat karena mengimpor 1.412.476 butir ekstasi dari China pada Mei 2012.

Dia ditangkap pada tahun 2009 karena kepemilikan 500 gram sabu. Ia divonis 3 tahun 4 bulan saat itu. Feddy kembali berhadapan dengan pihak berwenang pada tahun 2011. Saat itu, dia kedapatan memiliki ratusan gram sabu dan bahan pembuat ekstasi.

Ia kemudian divonis 18 tahun penjara karena kasus narkoba di Sumatera dan menjalani masa tahanan di Lapas Cipinang. Cara yang digunakan adalah dengan memasukkan obat ke dalam truk kontainer yang ada di akuarium.

2. Gajetan Acena Seck Osmane

Osmane dijatuhi hukuman mati pada tahun 2004 karena membawa 2,4 kg heroin dalam 25 bungkus. Mahkamah Agung menolak PK-nya pada tahun 2005.

3. Michael Titus

Michael Titus dijatuhi hukuman mati pada tahun 2003 karena kepemilikan 5,8 kilogram heroin. Ia mengajukan PK pada tahun 2011, namun ditolak. PK keduanya pada Januari 2016 kembali ditolak Pengadilan Negeri Tangerang

Titus mengaku saat diinterogasi saat ditangkap polisi, ia diintimidasi hingga mengakui kepemilikan narkoba. Jenazahnya akan dibawa ke Nigeria.

4.Humphrey Jefferson

Jefferson ditangkap pada tahun 2003 di sebuah restoran miliknya di Depok, Jawa Barat, setelah diketahui memiliki 1,7 kilogram heroin.

Tinggalkan Nusakambangan

Usai eksekusi, ambulans yang membawa peti jenazah terlihat meninggalkan Dermaga Wijayapura pada Jumat, 29 Juli, pukul 04:30 WIB.

Terlihat 4 mobil ambulans terlihat di perlintasan khusus lapas di Pulau Nusakambangan. Setiap ambulans didampingi satu mobil dari satuan patroli jalan raya Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah.

berturut-turut, Ambulans pertama yang meninggalkan dermaga tampak kosong, disusul ambulans dengan jenazah Gajetan Acena Seck Osmane dalam perjalanan menuju RS St.Carolus, Jakarta Pusat.

Selanjutnya ambulans yang membawa jenazah Humphrey Jefferson tujuan Krematorium Eka Pralaya, Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Disusul ambulans yang membawa jenazah Freddy Budiman yang akan menuju makam Bharatu Sedayu, Surabaya, Jawa Timur, dan ambulans yang membawa jenazah Michael Titus Igweh menuju RS PGI Cikini, Jakarta Pusat. —Demikian dilansir Antara/Rappler.com

Hk Pools