Final Piala Thomas 2016: Taruhan Pemain Muda Indonesia
keren989
- 0
Bagaimana peluang tim Thomas Indonesia menghadapi tim Denmark di final?
JAKARTA, Indonesia — Tim bulu tangkis putra Indonesia mengandalkan pemain muda untuk berpeluang besar mengembalikan kejayaan 14 tahun lalu dengan lolos ke final Piala Thomas 2016.
Tim Thomas Indonesia akan menghadapi tim unggulan kedua asal Eropa, Denmark, pada laga final yang berlangsung Minggu 22 Mei di Kunshan Badminton Stadium, China pukul 13.00 waktu setempat atau 12.00 WIB datang. memenangkan Piala Thomas kembali ke -14.
Meski tak sekuat tim Tiongkok yang berisi pemain peringkat lima dunia, tim Denmark datang ke Kunshan berbekal ambisi besar meraih gelar Piala Thomas pertamanya setelah finis delapan kali. penerus.
Tim putra asal negara Nordik itu semakin percaya diri usai mengalahkan tim Malaysia 3-2 di babak semifinal, Jumat 20 Mei.
Sempat tertinggal 0-2, Denmark berhasil memulihkan kedudukannya dengan memenangkan tiga laga terakhir tim tetangganya sekaligus menempatkan tim Viking di babak final.
Pada turnamen Piala Thomas ke-29, Denmark menurunkan pemain peringkat 10 dunia. Di tunggal putra mereka memiliki Viktor Axelsen yang berada di peringkat keempat dunia dan Jan O Jorgensen yang berada di peringkat kelima dunia.
Di ganda putra, Denmark masih diperkuat pasangan Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding sebagai pasangan peringkat sembilan dunia.
Denmark sebenarnya punya pasangan peringkat delapan dunia, Mathias Boe/Carsten Mogensen. Namun pasca kecelakaan yang menimpa Carsten Mogensen di Piala Eropa 2016, Denmark lebih sering menurunkan pasangan kolaborasi Mathias Boe/Mads Conrad-Petersen.
Kemudian mereka menurunkan pasangan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen di ganda kedua. Kim/Anders merupakan pasangan peringkat 23 dunia.
Catatan pertemuan pemain
Di sisi lain, Indonesia yang rindu membawa gelar juara Piala Thomas ke Indonesia berbekal amunisi pemain muda, baik tunggal maupun ganda.
Selain Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, dan Tommy Sugiarto, atlet putra tim Merah Putih merupakan pemain berusia 25 tahun ke bawah.
Mereka adalah Angga Pratama, Ricky Karanda Suwardi, Marcus Fernaldi Gideon, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Ihsan Maulana Mustofa, Anthony Sinisuka Ginting, dan Jonatan Christie.
Di sektor putra, Tommy punya rekor dua kemenangan dan tiga kekalahan melawan Viktor Axelsen. Sedangkan bersama Jan O Jorgensen, Tommy bermain imbang 1-1 dari dua pertemuannya.
Jonatan dan Ihsan belum mendaftar melawan Viktor Axelsen.
Namun, kedua atlet tunggal muda Indonesia itu kalah satu kali dari Jan O Jorgensen. Namun, Jonatan kalah satu kali dari Emil Holst sebagai tunggal ketiga Denmark.
Indonesia masih berpeluang menghadirkan kejutan dengan hadirnya Anthony Ginting yang belum punya rekor bersama empat tunggal putra Denmark, yakni Viktor, Jan O, Vittinghus, dan Emil.
Di sektor ganda, andalan tim Garuda Hendra/Ahsan punya rekor tiga kemenangan dari lima pertemuan dengan pasangan Denmark Mads/Mads.
Sementara bersama Mathias Boe/Carsten Mogensen, Hendra/Ahsan memenangi empat dari lima event.
Ganda kedua Indonesia Angga/Ricky meraih satu kemenangan dari pertemuan dengan Mads/Mads.
Sedangkan Angga/Ricky kalah dari Mathias/Carsten di lima event. Pasangan Indonesia peringkat 12 dunia juga meraih satu kemenangan bersama ganda Kim/Anders.
Pasangan putra tuan rumah Marcus/Kevin meraih satu kemenangan atas ganda ketiga Denmark Kim/Anders, meski masing-masing kalah satu kali dari Mathias/Carsten dan Mads/Mads.
“Kami sudah mengetahui tipe permainan Eropa. “Kami tidak hanya mengetahui pola masing-masing pemain, tetapi kami juga lebih berpengalaman bermain di turnamen beregu,” kata Manajer Tim Thomas dan Uber Indonesia Rexy Mainaky.
Tim Indonesia, kata Rexy, hanya perlu meningkatkan suasana kompak dan harmonis menjelang pertandingan terakhir, agar semangat tim selalu muncul di setiap pertandingan.
Pelatih tunggal putra Persatuan Bulutangkis Nasional Seluruh Indonesia (PBSI), Hendri Saputra mengatakan, laga final turnamen beregu ini merupakan pertarungan mental para pemain, bahkan bagi pemain peringkat lima besar dunia seperti Chen Long, Viktor. Axelsen dan Lee Yong Dae.
“Pemain harus lebih tangguh dalam pertandingan dan tidak mudah melakukan kesalahan sendiri atau mudah dikalahkan. “Kami hanya mempersiapkan kondisi fisik dan mental para atlet,” kata Hendri.
Pertemuan Indonesia dengan Denmark di final Piala Thomas 2016 merupakan pertemuan keempat setelah pertemuan tahun 1964 di Tokyo, Jepang; pada tahun 1973 dan 1979 di Jakarta; serta pada tahun 1996 di Hong Kong. —Antara/Rappler.com
BACA JUGA: