Foto Paolo Duterte dengan Kenneth Dong hanya ‘propaganda’ – Malacañang
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Istana mengutuk penyebaran foto putra presiden sebagai ‘percobaan demi publisitas’
MANILA, Filipina – Tanpa pengaduan yang diajukan ke pengadilan, beredarnya foto yang memperlihatkan Wakil Wali Kota Davao Paolo Duterte bersama Kenneth Dong, pengusaha asal Cebu yang terlibat dalam pengiriman sabu senilai P6,4 miliar, hanya sekedar “propaganda” Malacañang.
“Itu yang penting, bukti dokumenter, bukan desas-desus. Kalau tidak, semua ini hanya spekulasi, propaganda yang bisa dimanfaatkan dan disalahgunakan,” kata juru bicara kepresidenan Ernesto Abella, Senin, 14 Agustus.
Ia memberikan tanggapan pihak istana terhadap foto-foto yang beredar secara online yang memperlihatkan Paolo Duterte, putra sulung Presiden Rodrigo Duterte, bersama Dong.
Dong adalah pengusaha yang diklaim oleh broker Biro Bea Cukai (BOC) Mark Taguba sebagai perantara Richard Tan atau Richard Chen, pemilik Hongfei Logistics, perusahaan yang mengangkut kiriman sabu senilai miliaran peso ke sebuah gudang di Kota Valenzuela.
Dong juga sedang diselidiki oleh Badan Penegakan Narkoba Filipina (PDEA) di Visayas Tengah sebagai “orang yang berkepentingan”, yang dicurigai terlibat dalam perdagangan obat-obatan terlarang, menurut a Berita Harian Cebu laporan.
Abella mengatakan mereka yang mengklaim Duterte muda terkait dengan penyelundupan harus membawa klaim dan bukti mereka ke pengadilan. (BACA: FAKTA CEPAT: Siapakah Wakil Wali Kota Davao Paolo Duterte?)
Berbagi foto keduanya hanyalah “percobaan demi publisitas,” tambahnya.
“Jika ada pihak yang serius (orang-orang yang terlibat) sehubungan dengan masalah ini yang harus mengangkat masalah ini di tempat yang tepat… Pada akhirnya, apa itu? Hal ini sedang diadili berdasarkan publisitas,” kata juru bicara Duterte.
Abella juga mengatakan foto-foto tersebut harus terlebih dahulu “diperiksa keakuratannya” agar dapat dianggap sebagai bukti dokumenter.
“Apa yang dibuktikan oleh gambar itu? (Beda) kalau di pengadilan, memang ada bukti dokumenternya,” kata Abella.
Paolo Duterte sendiri bereaksi terhadap foto tersebut. Dalam pernyataannya yang diposting di Facebook, ia menyertakan foto-foto yang menunjukkan Dong bersama para anggota Partai Liberal, termasuk Presiden LP Senator Francis Pangilinan dan Senator P.aolo Benigno Aquino IV.
Gambar itu dilengkapi dengan kata-kata, “Kamu pandai menyalahkan orang lain! Itu hanya kamu! (Kamu hebat, kamu menuduh orang lain! Tapi kamu sendiri yang bersalah!)”
Penyebaran foto tersebut terjadi setelah Presiden Duterte menyatakan ia akan mengundurkan diri jika ada yang bisa memberinya surat pernyataan yang membuktikan bahwa putra sulungnya terlibat dalam kegiatan ilegal.
Duterte melakukan hal ini setelah nama Paolo terseret dalam kontroversi pengiriman shabu yang ditangani dalam dengar pendapat kongres.
Dalam salah satu sidang, Taguba mengklaim Paolo dicampakkan oleh personel Dewan Komisaris yang korup. (BACA: Paolo Duterte ‘penyelundup’? Trillanes kembali merilis dokumen) – Rappler.com