• April 10, 2026
FPI menghentikan kegiatan sekolah Marx di ISBI Bandung

FPI menghentikan kegiatan sekolah Marx di ISBI Bandung

ISBI ​​Bandung menyayangkan sikap aparat kepolisian yang tidak bisa mencegah dan mengamankan kampus dari kedatangan ormas.

BANDUNG, Indonesia – Puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) mendatangi kampus Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Bandung di Jalan Buah Batu pada Selasa, 10 Mei. Mereka memprotes kegiatan sekolah Marx dan meminta mereka menghentikan kegiatan.

Intinya kita peduli agar para pelajar dan kader bangsa ini tidak tergiur dengan pemikiran-pemikiran terlarang sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 27 Tahun 1999 dan TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966. Dalam peraturan tersebut, Marxisme, Leninisme, dan Komunisme dilarang. “Sampai saat ini aturan tersebut belum dicabut,” kata Dedi Subuh, perwakilan FPI Jawa Barat, saat dihubungi Rappler.

Dedi mengaku diterima dengan baik oleh pihak kampus yang akhirnya mengeluarkan pernyataan untuk menghentikan kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Daunjati. Surat tersebut ditandatangani oleh Wakil Rektor 3 Bidang Perencanaan dan Kerjasama Sistem Informasi, Suhendi Afrianto.

Namun suasana berubah ricuh ketika terjadi adu mulut dan saling dorong antara massa FPI dengan mahasiswa. Ketua Umum LPM Daunjati ISBI Bandung Mohamad Chandra Irfan mengatakan massa FPI menuding mahasiswa PKI anti Pancasila. Tentu saja para mahasiswa tidak terima dengan tudingan tersebut.

“‘Saya balik teriak, PKI itu siapa? Jangan menuduh orang seenaknya! Saya Muslim!'” kata Chandra kepada Rappler.

Chandra mencoba menjelaskan kepada massa FPI bahwa kegiatan Sekolah Marx bukanlah gerakan politik sama sekali melainkan benar-benar gerakan untuk menertibkan ilmu pengetahuan.

“Tetapi mereka tetap bersikeras bahwa apa yang kami lakukan adalah gerakan komunis,” ujarnya.

Chandra menyayangkan sikap aparat kepolisian yang tidak mampu mencegah dan mengamankan kampus dari kedatangan ormas. Menurutnya, sebagai daerah otonom, kampus harus dilindungi. Bahkan polisi pun terkesan berpihak pada FPI.

“Polisi harus mengambil pihak mana? Polisi harus menjaga kampus tetap steril dari hal-hal seperti ini. Yang terjadi, bukannya membubarkan ormas tersebut, polisi malah memerintahkan mahasiswa keluar dari kampus. Polisi mengacau,” kata Chandra.

Panitia juga merasakan intimidasi dari aparat keamanan sejak kegiatan dimulai pada Februari 2016. Panitia beberapa kali didatangi pihak yang mengaku anggota polisi dan intelijen TNI.

Maret datang polisi yang mengaku dari Polsek Lengkong, lalu intel dari Polrestabes Bandung, tanggal 20 April intel dari Kodim, kata Chandra.

Meski bersikap sopan dan hanya menanyakan aktivitas Sekolah Marx, menurut Chandra, kedatangan aparat keamanan ia lihat sebagai tindakan intimidasi.

“Bagi kami, meski mereka datang dengan sopan dan bermaksud ramah, kami menerimanya sebagai bentuk intimidasi dan tindakan menindas, meski tidak langsung membubarkannya,” ujarnya.

Tak hanya dari aparat, panitia juga mendapat intimidasi melalui SMS dan telepon yang diduga dari FPI.

Kedatangan ormas ke kampus ISBI Bandung dinilai Chandra sebagai puncak intimidasi yang berujung pada pembubaran Mazhab Marx yang mengusung tema ‘Memahami Seni Melalui Pemikiran Karl Marx’.

“Meski pihak kampus sudah menyatakan kegiatan ini dihentikan, namun secara sikap LPM Daunjati tidak membubarkan atau menghentikan kegiatan sekolah Marx. “Kami tidak akan mengeluarkan pernyataan bahwa kegiatan sekolah Marx akan dibubarkan,” tegas Chandra.

Terkait tindakan intimidasi tersebut, LPM Daunjati menyampaikan pernyataan sikap:

1. Mengutuk keras tindakan represif yang dilakukan ormas FPI
2. Menyesalkan sikap lembaga ISBI Bandung yang tidak bisa menjaga kebebasan Forum Akademik di lingkungan kampus itu sendiri
3. Menyayangkan tindakan polisi tidak mampu mencegah tindakan represif yang dilakukan ormas FPI yang datang dari luar kampus

Kegiatan Sekolah Marx dilaksanakan pada bulan Februari 2016 hingga Mei 2016 atas persetujuan Lembaga ISBI Bandung dibawah Wakil Rektor I Benny Yohannes. Materi yang mendalami pemikiran Karl Marx diberikan dalam 10 sesi oleh dosen bergelar doktor.

Sesuai jadwal, sidang terakhir berlangsung pada Selasa, 10 Mei 2016, saat massa FPI tiba. Namun sebenarnya jadwal tersebut diundur menjadi 18 Mei.

LPM Daunjati ISBI Bandung merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ISBI Bandung yang bergerak di bidang jurnalistik, sastra, filsafat dan budaya. Didirikan pada tahun 2008, LPM Daunjati sering melakukan kegiatan yang berkaitan dengan diskusi, workshop, seminar dan pemutaran film. – Rappler.com

BACA JUGA:

HK Pool