• April 9, 2026

Gadis Indonesia Tulis Surat ke Obama Tentang Ketakutan Trump, Dapat Respon dari POTUS

Seorang gadis Indonesia berusia 8 tahun menerima surat dari Presiden Barack Obama, setelah dia menulis tentang kekhawatirannya terhadap Presiden terpilih Donald Trump.

JAKARTA, Indonesia – Ketika Adinda Rania yang berusia 8 tahun menulis surat kepada Presiden Barack Obama, dia tidak terlalu mengharapkan tanggapan dari salah satu pria paling berkuasa di dunia. Tapi itulah yang dia dapatkan.

Adinda mengirimkan surat kepada Obama pada 10 November, hanya dua hari setelah Presiden terpilih Donald J. Trump memenangkan pemilu AS.

“Saya khawatir mendengar berita kemenangan Donald Trump sebagai presiden karena dia berulang kali mengatakan hal-hal buruk berdasarkan laporan ibu saya,” kata Adinda kepada Rappler melalui telepon, Sabtu, 7 Januari.

Ibu Adinda adalah Eva Mazrieva, seorang jurnalis Voice of America (VOA) yang berbasis di Washington DC.

Adinda, yang besar di Amerika Serikat, mengatakan meskipun dia tidak pernah diperlakukan buruk karena dia orang Indonesia, dia prihatin dengan perlakuan buruk yang diterima pendukung Trump setelah kemenangan Trump. Dia juga menyatakan keprihatinannya karena dia tidak lagi diizinkan untuk salat di masjid di komunitasnya.

Eva mengatakan, surat Adinda kepada Obama menjelaskan latar belakang keluarga mereka dan menanyakan kepada presiden apakah masih aman tinggal di Amerika Serikat dengan Trump sebagai pemimpinnya.

“Saya hanya membaca bagian depannya saja karena dia menulis 4 halaman,” kata Eva.

Dia mengatakan Adinda juga menanyakan dalam suratnya apakah dia masih bisa bersekolah di sekolah yang sama, di mana dia memiliki teman sekelas dan teman dari 70 negara berbeda.

Kekhawatiran Adinda, kata Eva, sangat beralasan karena ada beberapa kejadian meresahkan yang ia saksikan pasca kemenangan Trump. Diantaranya, menurut Eva, adalah siswa berkulit putih yang melarang anak lain makan di area tertentu di sekolah Adinda, dan lainnya adalah ditemukannya lambang mirip Swastika di balik pintu toilet sekolah.

“Kekhawatiran tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Indonesia yang tinggal di AS. Bahkan, saya mendapat surat dari kepala sekolah yang menyatakan jika mendengar adanya perilaku intoleran, segera hubungi kepala sekolah,” ujarnya.

Masyarakat Indonesia merasakan hubungan khusus dengan Obama yang tinggal di Indonesia selama hampir 5 tahun saat masih kecil. Obama mengakhiri masa jabatannya selama 8 tahun sebagai presiden pada tanggal 20 Januari, untuk memberi jalan bagi maestro real estate tersebut.

Di Amerika Serikat, meningkatnya laporan mengenai insiden rasis membuat kelompok minoritas dan hak-hak sipil khawatir bahwa terpilihnya Trump akan semakin menguatkan kelompok kebencian.

Kampanye Trump dipenuhi dengan komentar-komentar kontroversial antara lain mengenai kelompok minoritas, imigran, perempuan, dan keluarga bintang emas.

Obama merespons

Sebagai seorang jurnalis, Eva mengaku menerima keluhan dan protes dari masyarakat atas pemberitaannya. Maka saat menerima surat dari Gedung Putih pada 6 Januari, Eva awalnya mengira itu adalah pengaduan yang disampaikan masyarakat ke kantor Presiden tentang salah satu laporannya.

“Setelah membuka dan membacanya, saya baru sadar isi surat itu merupakan balasan atas surat Adinda yang dikirimkannya akhir tahun lalu. Saat suratnya datang, Adinda belum pulang sekolah,” kata Eva.

Dia mengatakan rumahnya dipenuhi kegembiraan ketika Adinda akhirnya mengetahui bahwa Obama telah membalas suratnya.

Dalam surat yang ditandatangani Obama, presiden mengatakan Amerika Serikat tetap menjadi rumah bagi semua orang, apapun latar belakangnya.

“Negara kami adalah rumah bagi orang-orang dari berbagai latar belakang dan keyakinan. Namun meskipun kita mungkin terlihat berbeda atau berasal dari keluarga yang berbeda, sebagai orang Amerika, kita bersatu dalam keyakinan bahwa kita semua berhak mendapatkan hak dan kesempatan yang sama,” tulis Obama dalam surat tertanggal 3 Januari.

“Dengan bekerja sama, saya tahu kita bisa memastikan Amerika menjadi tempat di mana kita masing-masing, tidak peduli dari mana kita berasal atau seperti apa penampilan kita, bebas untuk hidup dan mencintai sesuai keinginan kita.”

Beliau juga mengingatkan Adinda bahwa seluruh warga Amerika harus saling menunjukkan kebaikan dan rasa hormat serta memperlakukan satu sama lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.”

FOTO OBAMA.  Surat itu memuat foto Presiden, Keluarga Pertama dan anjing mereka Bo dan Sunny.  Foto bersumber dari Rappler

Selain surat tersebut, Obama juga mengirimkan beberapa foto termasuk foto keluarga dan foto mereka serta dua anjing peliharaannya: Bo dan Sunny. Setiap foto dibubuhi tanda tangan Obama di bagian belakang.

Eva mengatakan putrinya bersemangat dan tidak sabar untuk menunjukkan surat itu kepada teman-temannya di sekolah. Dengan menunjukkan surat tersebut, pihak sekolah juga dapat menyampaikan pesan Obama kepada siswanya, kata Eva.

Ia mengatakan Adinda berencana membalas surat ke Gedung Putih untuk mengucapkan terima kasih kepada Obama. – Rappler.com

uni togel