Gelombang Sabu Asal China, Ini Daftarnya
keren989
- 0
JAKARTA, Indonesia – Tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dan Polres Depok Kota berhasil mengungkap kiriman sabu seberat 1 ton di kawasan Anyer, Jawa Barat, pada Rabu, 12 Juli 2017.
Ini adalah penggerebekan narkoba terbesar dalam sejarah Indonesia. Tak heran, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan langsung terbang menuju lokasi penyerangan dengan helikopter dari Jakarta.
Menurut Iriawan, suksesnya operasi penangkapan pengedar sabu ini berkat kerja keras anak buahnya yang sudah mengawasi pengedar sabu selama dua bulan terakhir. Dalam operasi ini, polisi menangkap tiga warga asing berinisial CWC, LGY dan HYL.
(Membaca: Satu ton sabu disita polisi di Anyer)
Satu orang lainnya yakni LMH tewas ditembak karena berupaya ditangkap. LMH diduga sebagai pengedar 1 ton sabu tersebut. Sabu tersebut diperkirakan berasal dari Tiongkok.
Terungkapnya penyelundupan 1 ton sabu di kawasan Anyer cukup mengejutkan. Namun, 1 ton sepertinya tidak seberapa. Sebab, Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyebut sedikitnya 250 ton sabu masuk ke Indonesia dari China.
(Membaca: Panglima TNI: 250 Ton Sabu Masuk Indonesia dari China)
“Informasinya 250 ton sabu masuk ke Indonesia dari China. Satu ton sabu bisa dikonsumsi lima juta orang. “Ini ancaman serius bagi kami,” kata Jenderal Gatot.
250 ton tentu saja merupakan angka yang fantastis. Tidak berlebihan jika menyebut Indonesia darurat narkoba. Bayangkan, menurut Panglima TNI, sedikitnya 15 ribu masyarakat Indonesia meninggal karena narkoba.
Prediksi 250 ton sabu masuk ke Indonesia dari China yang dilontarkan Panglima TNI Gatot Nurmantyo tentu bukan fiksi. Berikut kasus penyelundupan narkoba asal China yang ditemukan petugas pada tahun ini:
256 kg sabu di Pluit
Tim gabungan yang terdiri dari Badan Narkotika Nasional (NNA) bersama Bareskrim Polri dan Bea Cukai menggerebek sebuah rumah di Jalan Pluit Karang Cantik, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara pada Rabu malam 26 Juli 2017.
Dari rumah yang dijadikan gudang, tim gabungan berhasil menyita 256 kg sabu. Ratusan kilogram barang ilegal yang diyakini berasal dari Tiongkok disembunyikan di mesin semir sepatu.
(Membaca: 256 kg sabu disita di Pluit, Sri Mulyani: 1,5 juta orang selamat)
“Itu disimpan di mesin pemoles. Ada delapan mesin. “Masing-masing mesin ada delapan kotak,” kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN Arman Depari, Rabu malam.
Dalam penggerebekan ini, petugas menangkap tiga pelaku yang salah satunya merupakan warga negara Taiwan yakni Khe Huan Hong. Khe Huan Hong ditembak mati karena menolak penangkapan. Sedangkan dua pelaku lainnya merupakan warga negara Indonesia.
Sabu seberat 84 kg disita di Tanjung Priok
Pada Mei 2017, Direktorat Narkoba Bareskrim Polri menyita 84 kilogram sabu yang disimpan di rongga 14 unit bemper atau peredam.
Pengungkapan ini merupakan tindak lanjut MoU antara Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dengan Bea dan Cukai, kata Heru Pambudi, Direktur Jenderal Bea dan CukaiSenin 8 Mei 2017.
Sabu seberat 84 kg itu terdeteksi saat petugas Bea dan Cukai memeriksa kontainer kapal OOCL Amerika asal China di Pelabuhan Tanjung Priok.
Setelah dipastikan kontainer tersebut berisi sabu, petugas kemudian menelusuri perjalanan kontainer tersebut hingga ke sebuah gudang di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, dan tersangka yang mengambil paket berinisial TN di Batuceper, Tangerang, Kamis, 4 Mei 2017 diterima, ditangkap. .
Petugas kemudian mengembangkan kasus tersebut dan menemukan pengendali pengiriman sabu asal China berinisial AM di Bandung pada Minggu 7 Mei.
40 kg sabu di Pekan Baru
Pada April 2017, Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menyita 40 kg sabu dari rumah seorang nelayan bernama Eri Kusnadi. Eri diketahui mendapatkan barang ilegal tersebut dari China.
Selain disita sabu, polisi juga menyita pada tahap itu perahu cepat dan beberapa Jetsky. Oleh penduduk setempat, Eri dikenal sebagai seorang nelayan kaya. Polisi menduga kekayaan Eri berasal dari bisnis narkoba.
Saat diselidiki, Eri diketahui memesan sabu dan ekstasi dari Tiongkok ke Indonesia melalui jalur laut. Sampulnya terungkap saat dua orang kurir yang hendak mengantarkan sabu dan ekstasi tujuan Medan, Sumut, tertangkap di Kabupaten Siak.
Kedua kurir yakni Zulfadli dan Aldino ditangkap membawa 40 kilogram sabu dan 160 ribu butir ekstasi senilai Rp72 miliar. Dari keduanya, polisi kemudian menetapkan Eri Kusnadi.
106,5 kg sabu di Tanjung Perak
Kurang dari satu bulan setelah penggerebekan 840 kg sabu di Kalideres, pada 24 Januari 2017, petugas kembali menggerebek bandar sabu di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
“Ini salah satu yang terbesar tahun ini. “Lebih dari 100 kg sabu itu sudah sangat besar,” ujarnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat jumpa pers di Pergudangan Sedayu Bizpark, Cakung Timur, Selasa 24 Januari 2017.
Sabu tersebut diselundupkan dalam empat panel listrik, sehingga keberadaan sabu tersebut tidak terdeteksi di bea cukai karena panel listrik tersebut dimodifikasi dan dikemas dalam peti kayu.
Seperti halnya sabu seberat 840 kg yang disita di Anyer, sabu seberat 106,5 kg ini juga berasal dari China.
Penggerebekan 840 kg sabu di Kalideres
Sebanyak 840 kilogram sabu disita petugas di kawasan Lotte Mart Taman Surya, Kalideres, Jakarta Barat pada Senin 5 Januari 2017. Penggerebekan pengedar sabu ini merupakan yang terbesar saat itu.
“Ini penangkapan terbesar yang dilakukan BNN (Badan Narkotika Nasional). Ini bahkan penangkapan terbesar di Asia, kata Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Pol Dedi Fauzi di Jakarta.
Dari kasus tersebut, petugas menangkap sembilan tersangka saat melakukan transaksi di kawasan Lotte Mart Taman Surya, Kalideres, Jakarta Barat.
Kesembilan tersangka tersebut terdiri dari 4 orang asal Hong Kong, 1 orang asal Malaysia, dan 4 orang WNI. Masing-masing berinisial SL, SN, TST, TSL, SEF, CHM, WCP, SJJ dan ADK.
Ratusan kilogram sabu menyamar dalam 42 tas, setiap kantong berisi 20 bungkus kopi dengan berat 1 kilogram per bungkus kopi. Begitu banyak sabu yang “diimpor” dari Tiongkok.
—Rappler.com