• March 23, 2026
Gubernur Negros Oriental yang dipecat menolak meninggalkan jabatannya

Gubernur Negros Oriental yang dipecat menolak meninggalkan jabatannya

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Gubernur Negros Oriental yang terpilih kembali, Roel Degamo, diperintahkan dipecat karena pelanggaran serius terkait penggunaan dana bencana secara ilegal, namun ia menolak untuk mengosongkan jabatannya.

NEGROS ORIENTAL, Filipina – Gubernur Negros Oriental yang terpilih kembali, Roel Degamo, menolak untuk mengosongkan jabatannya meskipun dipecat oleh Kantor Ombudsman karena penggunaan dana bencana secara ilegal.

Degamo menerima perintah pemecatan pada hari Jumat tanggal 17 Juni, tetapi menolak menerima perintah tersebut. Hal ini mendorong Direktur Regional Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah (DILG) Pulau Negros Margie Biligan memasang perintah tersebut di tembok ibu kota provinsi di Kota Dumaguete.

Ratusan pendukung gubernur membentuk barikade di gedung DPR saat perintah tersebut disampaikan. Polisi mengatakan para pendukung gubernur telah berkemah di luar gedung selama beberapa hari.

Wakil Gubernur yang terpilih kembali Edward Mark Macias mengambil sumpahnya sebagai Penjabat Gubernur di hadapan Hakim Eksekutif Pengadilan Regional Gerardo Paguio Jr. di Balai Kehakiman. Dia saat ini menjabat di Sidlakang Negros, dekat Capitol.

Macias akan menjabat sebagai penjabat gubernur hingga 30 Juni, namun mengatakan ia akan mengambil sumpahnya kembali sebagai gubernur jika jabatan gubernur masih kosong pada saat itu.

“Saya disuruh menerima jabatan gubernur karena sudah ada perintah pemberhentian terhadap Gubernur Degamo,” kata Macias.

Ia menambahkan, dirinya hanya menaati hukum dan menjalankan tugasnya sebagai pegawai negeri.

“Saya harus melakukan ini untuk memastikan bisnis di Capitol berjalan normal. Sebagai wakil gubernur, ini tugas saya,” ujarnya.

Mengenai penolakan Degamo untuk mengosongkan jabatan gubernur, Macias berkata, “Adalah normal jika beberapa orang terus menyangkal tentang perubahan yang cepat.”

Namun dia berharap situasi akan segera stabil, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa para penghuni kantor gubernur dapat merusak dokumen resmi.

Sementara itu, Biligan mengatakan DILG hanyalah badan pelaksana perintah pemberhentian dan tidak mempunyai kewenangan untuk menyeret Degamo keluar dari kantornya.

Terserah Komisi Pemilihan Umum dan Ombudsman untuk menentukan apakah Degamo memenuhi syarat untuk duduk sebagai gubernur setelah memenangkan mandat baru pada pemilu 9 Mei, tambah Biligan.

Dalam resolusi tertanggal 16 Maret, Ombudsman Conchita Carpio-Morale memerintahkan pemecatan Degamo dan 2 orang lainnya karena pelanggaran serius terkait pencairan dana bencana sebesar P480 juta.

Dana tersebut ditujukan untuk perbaikan, rehabilitasi dan pembangunan bangunan yang rusak akibat topan Sendong pada tahun 2011 dan gempa berkekuatan 6,9 skala Richter pada tahun 2012.

Ombudsman juga menemukan kemungkinan alasan untuk mengajukan tuntutan malpraktik terhadap Degamo, bendahara provinsi Danilo Mendez, dan akuntan provinsi Teodorico Reyes karena terus memberikan 11 proyek infrastruktur senilai P143,2 juta meskipun kekurangan dana. – Rappler.com

Data HK Hari Ini