Gudang kembang api terbakar, keluarga korban berobat ke RS Polri Kramat Jati
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Mereka mencari ke sejumlah rumah sakit, namun keluarga yang mereka cari tidak dapat ditemukan
JAKARTA, Indonesia – Keluarga korban meninggal dunia akibat terbakarnya gudang kembang api di Kosambi, Tangerang terus berdatangan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur pada Jumat, 27 Oktober 2017.
Salah satu keluarga korban yang datang adalah Ano. Pria berusia 59 tahun ini berasal dari Desa Batu Layang, Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Ia mencari anaknya, Gugun Gunawan (17 tahun).
(Baca: Pencarian Gugun yang Hilang Setelah Gudang Kembang Api Terbakar)
“Dia hanya bekerja di pabrik selama 4 bulan,” kata Ano kepada Rappler, Jumat, 27 Oktober 2017, di RS Polri Kramat Jati.
Ano sempat mencari Gugun di tempat terbakarnya gudang kembang api dan di rumah sakit terdekat, namun anak tersebut tidak ditemukan. Dia kemudian pergi ke Rumah Sakit Polri, tempat almarhum diidentifikasi. Ano berharap bisa bertemu Gugun lagi.
Selain Ano, keluarga korban yang datang ke RS Polri adalah Mansyur. Dia mencari adiknya, Maci (46 tahun). “Dia hanya bekerja di sana selama dua minggu,” ujarnya.
Mansyur mengatakan, ia menggeledah RSUD Daerah Tangerang dan sejumlah rumah sakit lainnya, namun Maci tidak ditemukan. Maci terakhir mengenakan kemeja merah dan celana biru. “Dia berhijab,” kata Mansyur.
Maka suami Mansyur dan Maci, Siman, pergi ke RS Polri Kramat Jati. “Tadi pagi saya ke sini jam 5, tapi jenazahnya tidak diberangkatkan,” kata Mansyur.
Mansyur mengatakan, dia menjalani tes DNA dan menyerahkan data pribadinya untuk dicocokkan dengan korban. “Saya sudah tes DNA dan mereka bilang saya harus menunggu, mungkin seminggu,” katanya.
Selain Ano dan Mansyur, Iwan merupakan keluarga lain yang juga datang ke RS Pori. Ia mencari keponakannya yang bernama Diana (15 tahun). Menurutnya, Diana baru dua minggu bekerja di gudang tersebut. “Saat kejadian, saya baru tahu dia bekerja di sana,” kata Iwan.
Iwan yang tinggal di Kampung Belimbing, Tangerang, mengaku mengecek keberadaan Diana di RSUD Tangerang dan RS Mitra Husada. Namun tidak ada tanda-tanda Diana di sana. “Jadi aku datang ke sini,” katanya.
Keluarga lain yang juga mencari korban adalah Ibu Lisa. Ia mencari anaknya, Neli (16 tahun). “Neli bekerja di bagian pertunjukan kembang api,” kata Lisa.
Lisa bilang dia mencari Neli di rumah sakit. Tapi Neli tidak ada di sana. Lisa akhirnya memutuskan untuk datang ke RS Polri. “Saya sudah mencari kemana-mana, tapi tidak ada,” ujarnya.
—Rappler.com