• March 29, 2026
Hal inilah yang menjadi alasan Presiden Jokowi memilih asisten asal Papua

Hal inilah yang menjadi alasan Presiden Jokowi memilih asisten asal Papua

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Johnny tercatat sebagai asisten presiden berdarah Papua pertama sepanjang sejarah

JAKARTA, Indonesia – Presiden Joko “Jokowi” Widodo menunjuk Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kompol Johnny Eddison Isir, sebagai ajudannya. Johnny tercatat sebagai asisten Presiden Papua pertama dalam sejarah Indonesia.

Kapolri Tito Karnavian mengatakan, ketertarikan Presiden Jokowi terhadap Johnny berawal dari upacara Bhayangkara pada 10 Juli 2017. Saat itu, Presiden Jokowi melihat asisten Tito Brigadir Stefanus yang merupakan keturunan Papua.

“Lalu dia bertanya padaku. Asisten Kapolri Orang Papua? Ya, benar, Pak. apakah itu bagus Baik tuan, lima tahun bersamaku. Cerdas, setia, bisa mengerti apa yang kita inginkan dan lain sebagainya, kata Tito saat berkunjung ke Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 16 Agustus 2017.

Saat itu, Jokowi mengutarakan minatnya memiliki pendamping asal Papua. Tito kemudian menunjuk satu nama yang berasal dari Akpol 1996, karena seluruh ajudan presiden di tiga dimensi berasal dari tahun yang sama. Bahkan, nama yang ditawarkan Tito adalah lulusan terbaik Adhi Makayasa.

“Sepanjang sejarahnya, Akademi Militer, Angkatan Udara, Akademi Kepolisian, yang meraih juara pertama Adhi Makayasa hanya Johnny Eddison Isir. Anaknya pintar, punya pengalaman di Jawa, Sumatera, dan Papua, kata Tito.

Selain itu, pendidikan Johnny cukup baik karena ia merupakan lulusan Magister Pencegahan Kejahatan Transnasional di Universitas Wollongong, Australia. Jadi bahasa Inggrisnya bagus dan kepribadiannya bagus, jelas Tito.

Setelah presiden menyetujuinya, Tito mengonfrontasi Johnny. Tujuh bulan asisten presiden di Polri lowong, akhirnya Jokowi menyetujui Jhonny menjadi asistennya.

“Kami kirimkan tiga orang, kami uji, kalau lolos tes. Cuma kendalanya, mencari asisten bukan hanya soal kemampuan saja, tapi juga cocok atau tidak, chemistrynya juga tidak, ujarnya. Dalam kunjungan Presiden ke DPR RI hari ini, lanjut Tito, Jhonny juga turut diikutsertakan.

Soal pemilihan pendamping asal Papua, menurut Tito, karena Presiden Jokowi ingin jajarannya diisi warna Indonesia. “Ini menunjukkan bahwa Presiden sangat peduli dan mencintai Papua. “Kemudian saya juga menilai presiden sedang menunjukkan nasionalismenya,” ujarnya.

Selain itu, latar belakang Jhonny yang beragama Kristen melengkapi keberagaman yang dimiliki Presiden Jokowi. Sebab, ketiga ajudan TNI itu beragama Islam.

“Untuk menunjukkan bahwa semua orang sama di matanya, masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, apapun agamanya, adalah bangsanya,” kata Tito. —Rappler.com

Togel Sidney