• April 4, 2025
Halal bihalal WNI di Canberra memang panas, padahal suhunya minus 2 derajat

Halal bihalal WNI di Canberra memang panas, padahal suhunya minus 2 derajat

Ini adalah ringkasan buatan AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteks, selalu merujuk ke artikel lengkap.

Ketupat, lontong sayur, opor ayam, rendang, sate ayam menjadi hidangan halalbihalal di Canberra

JAKARTA, Indonesia – Suhu di kota Canberra, Australia, mencapai minus dua derajat Celcius pada Senin lalu. Namun, hawa dingin tak menyurutkan warga Indonesia di sana untuk merayakan Idul Fitri.

Mereka berkumpul di rumah dinas Dubes RI Wisma Indonesia Y. Kristiarto S. Legowo. Acara halalbihalal yang dihadiri kurang lebih 500 WNI yang tinggal di kota Canberra ini berlangsung hangat dan meriah.

Momentum lebaran dan silahturahmi di kediaman Dubes RI di Canberra selalu ditunggu-tunggu oleh warga negara Indonesia, yang terdiri dari tokoh agama, profesional, dosen, peneliti, mahasiswa dan pelajar, diaspora, hingga ibu rumah tangga.

Tak heran, meski acara dimulai pukul 12 malam waktu setempat, beberapa orang tampak datang lebih awal. Sejumlah warga negara Indonesia bahkan memilih cuti untuk silaturahim karena acara tersebut diadakan pada hari kerja di Australia.

Uniknya, tak sedikit warga negara Australia yang hadir untuk merasakan suasana lebaran, seperti Ketua Asosiasi Australia-Indonesia (AIA)-Canberra, Les Boag, Ketua Pusat Bahasa Indonesia (BBI) Canberra, Heath McMichael, Ketua Umum National Australia-Indonesia Language Awards (NAILA), Sally Hill dan beberapa mantan diplomat Australia.

Para duta besar negara anggota ASEAN dan khususnya Timor Leste juga menyempatkan diri untuk menghadiri acara persahabatan tersebut.

Menurut Dubes Kristiarto, acara ramah lebaran di kediamannya ini merupakan upaya untuk melestarikan tradisi yang sangat baik yang sudah mengakar kuat di kalangan masyarakat Indonesia.

“Tradisi halal bihalal merupakan momentum yang sangat baik dalam menjaga dan memperkokoh kerukunan, persatuan dan kesatuan di antara masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Hidangan yang disajikan semuanya khas Indonesia seperti ketupat, perkedel sayur, opor ayam, rendang, sate ayam, siomay bandung, asinan bogor, mie ayam, kue lapis surabaya, kerupuk dan wedang jahe.

Sehari sebelumnya, yakni pada tanggal 25 Juni 2017, juga dilaksanakan sholat Idul Fitri di Balai Kartini KBRI Canberra yang diselenggarakan oleh komunitas muslim di Canberra melalui panitia bersama yang terdiri dari Australia-Indonesia Muslim Foundation- ACT (AIMFACT) , Resital Keluarga, Resital Khataman, UCKUM, TPA-Ceria dan KBRI Canberra. —dengan laporan dari ANTARA/Rappler.com

HK Malam Ini