• April 3, 2025

Harapan warga Kampung Akuarium terhadap Anies-Sandi

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Suara Anies-Sandi menang telak di dua TPS tempat warga Kampung Akuarium memilih.

JAKARTA, Indonesia – Warga Kampung Akuarium baru saja memperingati satu tahun rumahnya digusur oleh Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Gubernur Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama. Bagi sebagian besar warga, kejadian satu tahun terakhir masih menyisakan trauma.

Meski telah disediakan apartemen sebagai rumah pengganti bagi warga yang tergusur, namun tidak semua warga bersedia pindah ke sana. Ketua RW 4 Kampung Akuarium, M Asfah mengatakan, sebanyak 362 warga masih menghuni Posko Masjid Jami’ Keramat Luar Batang.

“Kebanyakan dari mereka adalah ibu dan anak. Sementara suaminya ada yang tidak tinggal di Jakarta, tapi ada juga yang sedang mencari tempat tinggal, kata Asfah di Jakarta.

Pada Mei 2016, tepat satu bulan setelah ia digusur, Rappler berkesempatan mengunjungi kawasan tersebut. Salah satu warga bernama Musdalifah mengatakan warga enggan dipindahkan ke rumah susun,

“Keadaan warga di sini sangat memprihatinkan, apalagi banyak anak-anak yang bersekolah dan mengikuti ujian, harus belajar dalam kondisi seperti itu. “Lagipula sebentar lagi kita akan berpuasa,” kata Musdalifah hampir setahun lalu.

Namun saat Rappler kembali bertemu saat putaran kedua Pilkada DKI pada 19 April, Musdalifah sudah lebih dulu menjadi relawan Anies-Sandi. Ia terlihat mengenakan kaus bergambar calon gubernur dan calon gubernur nomor urut tiga.

“Saya bertanggung jawab di wilayah Penjaringan. Hal yang saya kampanyekan terkait sikap Anies-Sandi soal penggusuran, anti daur ulang. Kemudian juga meyakinkan mereka bahwa KJP akan terus ada. Intinya Anies-Sandi berpihak pada rakyat kecil, kata Musdalifah yang ditemui Rappler saat meninjau TPS 16 Penjaringan, Jakarta Utara.

Selain di TPS 16, warga Kampung Akuarium juga mencoblos di TPS 17, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Besarnya trauma penggusuran pemerintahan Ahok-Djarot memberikan keuntungan bagi pasangan calon lawan. Rupanya, Anie-Sandi unggul dari pasangan calon Ahok-Djarot di kedua TPS tersebut.

Dari 464 suara yang diperebutkan, Anies-Sandi mendapat 333 suara di TPS 16. Sedangkan Anies memperoleh 17.297 suara di TPS. Sedangkan paslon Ahok-Djarot hanya memperoleh 54 suara. Perbedaan yang sangat besar.

Tunggu sampai janji itu menjadi kenyataan

Kemenangan pasangan calon Anies-Sandi disambut gembira warga Kampung Akuarium. Warga berharap kehidupan mereka bisa berubah menjadi lebih baik setelah dipimpin gubernur baru.

Ade, salah satu warga Kampung Akuarium, mengaku hidupnya semakin berat pasca penggusuran. Dulu ia berjualan nasi ulam dengan gerobak.

Sementara mobil yang ia andalkan untuk dijual rusak saat penggusuran paksa pada 11 April 2016. Kini ia hanya bekerja serabutan.

“Mohon dipatuhi tanda tangannya, perjanjian dengan anak yatim, perjanjian dengan orang miskin. Selesaikan kesepakatannya Pak Anies. Karena itu. Dengan kata lain, masyarakat ini tidak boleh terdampar atau tercerai-berai seperti ini, kata Ade usai mencoblos di TPS 16, 19 April lalu.

Ia melanjutkan harapannya agar rumah yang digusurnya bisa dibangun kembali di Kampung Akuarium.

Cerita Komaria berbeda. Ia pun pindah ke Apartemen Sewa Marunda. Meski demikian, ia tetap berharap bisa kembali ke Kampung Akuarium.

“Dulu saya punya rumah kontrakan di sini. Sewa digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Sekarang saya hanya membuka toko kecil di apartemen. Untungnya jumlahnya sangat kecil,” katanya.

Selain faktor ekonomi, Komariah juga diyakini masih memiliki ikatan emosional dengan Kampung Akuarium. Ia mengaku ingin berkumpul kembali dengan tetangganya.

“Saya senang sekali Pak Anies menang (di quick count), supaya hidup kita lebih baik, kita bisa berkumpul kembali dengan tetangga lama kita,” kata Komariah dan Dina. – Rappler.com

sbobet mobile