• April 8, 2026
Ibu tiri mencelupkan wajah cucunya ke dalam penggorengan

Ibu tiri mencelupkan wajah cucunya ke dalam penggorengan

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Akibat perbuatan sadis itu, wajah gadis 11 tahun itu melepuh

BANDUNG, Indonesia – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (DVI) yang melibatkan korban anak kembali mengemuka. Kali ini dilakukan seorang nenek bernama Kosiah kepada cucunya, RH, yang berusia 11 tahun.

Kosiah yang merupakan nenek tiri RH tega mencelupkan wajah cucunya ke dalam penggorengan yang diberi minyak goreng panas pada Jumat 29 September 2017.

Akibat perbuatan sadisnya tersebut, wajah RH melepuh dan mengalami luka bakar cukup parah. RH pun harus menjalani operasi untuk menyembuhkan lukanya. Sepekan terakhir ini, RH menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin Bandung.

Saat ditemui di ruang penitipan anak, RH menceritakan nenek tirinya kerap memarahinya bahkan memukulinya.

“Iya, suka dipukul nenek,” kata RH lirih dengan perban menutupi sebagian besar wajahnya, Selasa, 10 Oktober 2017.

Sejak ibunya menjadi TKI di Arab Saudi, RH tinggal bersama nenek tirinya di Desa Celak, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Menurut tetangganya, nenek Kosiah diketahui pemarah dan kerap memukul RH.

“Diamlah anakku. “Kata tetangganya sering dipukul, dan jarang bersekolah karena sering diminta membantu nenek tirinya,” kata Kusdian.

RH menceritakan kepada Kusdian apa yang dialaminya. Kejadian bermula saat RH disuruh neneknya menggoreng rangginang.

Namun karena pusing, RH minta istirahat lalu mematikan kompor. Hal ini memicu kemarahan Kosia.

Nenek berusia 69 tahun itu kemudian menjambak rambut RH dan mencelupkan wajah anak tersebut ke dalam minyak panas yang digunakan untuk menggoreng rangginang.

“Anak saya tidak ingat apa-apa, dia ingat berada di tempat tidur. Setelah di tempat tidur, dilakukan pertolongan pertama dan lansia dibawa ke RSUD Gunung Halu, hanya diberi salep. Kata dokter tidak apa-apa, kata Kusdian.

Kusdian yang tinggal terpisah dari RH baru menerima kabar kondisi putranya keesokan harinya. Melihat kondisi RH, Kusdian mengaku menangis karena sedih melihat wajah anaknya yang melepuh.

Pria berusia 42 tahun itu mengetahui kejadian tersebut dari mulut putranya. Namun, Kosiah bercerita berbeda.

Versi nenek tirinya, sendok (spatula) jatuh, penggorengannya terbalik (jadi) minyaknya tumpah ke seluruh bagian bawah. “Anak itu pingsan dan terkena minyak,” kata Kusdian.

Karena kondisi RH yang cukup parah, Kusdian membawa RH ke RS Pindad yang kemudian dirujuk ke RS Hasan Sadikin.

Dengan dukungan warga sekitar, Kusdian Kosiah melapor ke Polsek Gunung Halu. Kusdian bersyukur kasus tersebut dapat diproses oleh kepolisian setempat.

Saat ini Kusdian akan fokus pada penyembuhan kesehatan reproduksi yang kondisinya mulai membaik. Rencananya RH akan menjalani operasi kedua dalam waktu dekat. —Rappler.com

daftar sbobet