
Idul Fitri saatnya mencicipi kue Timphan khas Aceh
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Kue timphan merupakan ketupat bagi masyarakat Aceh
PIDIE, Indonesia — Di banyak daerah, ketupat menjadi menu utama saat Idul Fitri. Namun bagi masyarakat Aceh, ada primadona lain yang menjadi menu utama lebaran, yakni kue Timphan.
Kue timphan termasuk kue basah. Terbuat dari bahan dasar ketan dan pisang, kue Timphan kemungkinan besar adalah ketupat khas Aceh. Sebab bagi warga di sana, Idul Fitri terasa belum lengkap tanpa kue Timphan di meja makan.
Kue timphan mempunyai cita rasa yang legit dan sangat khas, perpaduan rasa manis dan asin pada adonan ketannya memberikan sensasi tersendiri bagi siapapun yang menyantapnya.
Selain adonan ketan dan pisang, kue timphan juga mengandung kelapa parut atau srikaya yang membuat rasanya semakin nikmat.
Teksturnya yang halus dan aroma pisangnya membuat cita rasa Kue Timpan ini semakin menggugah selera. Lalu bagaimana cara membuat kue khas Aceh ini?
Nursiah (45 tahun), warga Desa Jijiem, Kecamatan Keumala, Pidie, Aceh, menjelaskan hal itu saat Rappler berkunjung ke rumahnya pada Minggu, 25 Juni 2017.
Proses pembuatan kue Timphan, kata Nursiah, diawali dengan pembuatan adonan ketan dan pisang. Tepung ketan dan pisang dicampur lalu ditambahkan gula dan sedikit garam. Adonan kemudian diaduk hingga mengental.
Adonan yang sudah kental kemudian diratakan di atas daun pisang yang telah diberi minyak goreng. “Tujuan pemberian minyak goreng ini agar timphan tidak menempel pada daun saat sudah matang,” jelas Nursiah.
Langkah selanjutnya adonan dipipihkan di atas daun pisang lalu dimasukkan isinya berupa kelapa parut atau srikaya. Kemudian daun pisang tersebut digulung hingga berbentuk lonjong.
Nursiah menambahkan, daun pisang yang digunakan untuk menggulung adonan kue timphan sebaiknya adalah daun pisang yang masih muda. “Daun pisang muda masih lentur sehingga tidak sobek saat digulung,” kata Nursiah.
Kemudian setelah adonan dan isi Timphan tercampur dalam daun pisang, maka langkah terakhir adalah proses pemasakan. “Kue Timphan dikukus kurang lebih 30 menit hingga matang. Setelah itu Timphan siap disantap,” kata Nursiah.
Saat ini, lanjut Nursiah, Timphan memiliki beberapa variasi, tidak hanya dengan pisang saja. Ada Timphan dengan rasa durian dan pepaya. “Cara membuatnya cukup dengan mengganti bahan utama pisang dengan durian atau pepaya,” ujarnya. Mau Nikmati Kue Timphan, Yuk Lebaran di Aceh!
—Rappler.com