• March 22, 2026
Impian kemenangan bagi kelompok generasi emas

Impian kemenangan bagi kelompok generasi emas

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Belgia berada dalam tekanan besar. Ekspektasi yang tinggi dan target langsung lolos ke babak kedua membuat mereka harus memenangkan laga ini.

JAKARTA, Indonesia – Belgia mendapat kritik pedas usai kalah 2-0 dari Italia pada laga pertama Grup E. Bahkan, tim berjuluk Setan Merah itu sempat digadang-gadang sebagai kuda hitam.

Sebelumnya banyak yang memperkirakan akan maju semi final atau setidaknya perempat final. Pasalnya mereka mempunyai pemain-pemain yang hampir semuanya bermain untuk klub-klub besar di liga-liga utama Eropa.

Tapi, setelah dia kalah telak Biru arah angin berubah. Pertanyaannya bukan lagi seberapa jauh mereka akan memberikan kejutan. Namun lebih sederhana: Akankah mereka lolos dari grup E?

Pertanyaan tersebut mulai muncul karena lawannya di laga kedua adalah tim yang paling berpotensi lolos ke babak kedua yang mendampingi Italia, Irlandia.

Nama panggilan tim Anak Laki-Laki Berbaju Hijau sudah mencetak 1 poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Swedia. Bahkan, mereka hampir bisa menang jika saja Ciaran Clark tidak mencetak gol bunuh diri.

Di sisi lain, Belgia belum meraih satu poin pun. Tekanan terhadap pasukan Marc Wilmots semakin bertambah seiring pemain terbaiknya mendapat kritik pedas.

Kevin De Bruyne misalnya. Penampilan gemilangnya bersama Manchester City tak terpampang saat melawan Italia. Mantan pemain Wolfsburg itu tak berkutik menembus soliditas pertahanan Gianluigi Buffon dan kawan-kawan.

Secara internal, Belgia tidak solid

De Bruyne juga sering kali terhenti saat dibutuhkan melacak kembali alias merebut kembali bola dari kaki lawan.

Hal yang sama terjadi pembom Belgia, Romelu Lukaku. Penyerang Everton tidak mencetak gol, bukan karena tidak punya peluang. Dia mendapat kesempatan itu beberapa kali. Tapi tidak ada yang tercatat.

Praktis, harapan kemenangan ada di tangan gelandang Axel Witsel dan sayap Eden Hazard, meski nama belakangnya lamban awal dalam pertandingan melawan Italia.

Selain itu, Marouane Fellaini juga tak lepas dari kritik. Perannya dinilai minim.

Situasi di Belgia semakin memanas setelah pelatih Marc Wilmots terlibat perselisihan dengan anak asuhnya. Kiper utama Thibaut Courtois mengkritik strategi bermain sang manajer. Menurutnya, ada kesalahan dalam pendekatan strategisnya sehingga tidak bergerak melawan Italia.

Oleh karena itu, pada laga melawan Irlandia, Belgia harus menyelesaikan banyak hal. Jika Anda tidak bisa fokus pada permainan, bukan tidak mungkin untuk melakukan lock runner-up hingga putaran kedua Euro 2016 bisa jatuh ke tangan Irlandia.

Selain itu, beberapa pemain Belgia mungkin tidak akan tampil. Eden Hazard dan Kevin De Bruyne diragukan tampil. Sebaliknya, hanya Jonathan Walters yang absen di kubu Irlandia.

Namun posisinya bisa saja digantikan oleh Robbie Keane. Ia bisa dipasang di akhir serangan berduet dengan Shane Long.

Diakui Wilmots, kekalahan melawan Italia berdampak besar bagi timnya. Terlebih lagi, tim memiliki ekspektasi yang tinggi sebelum turnamen. Tapi, dia yakin anak asuhnya mampu mengatasinya.

“Kita semua adalah pemenang. Anda ingin memenangkan pertandingan dan kalah pada pertandingan pertama membuat Anda frustrasi,” kata Wilmots dikutip oleh Squawka.

Belgia memang perlu belajar banyak dari kekalahan ini. Kemenangan besar Italia ini antara lain karena longgarnya bek yang mengawal para pemain.

Gol pertama Italia disebabkan rendahnya barisan pertahanan Belgia yang tidak memperhatikan pergerakan Emanuele Giaccherini. Umpan jarak jauh dari lini pertahanan Italia kepada gelandang Bologna gagal diantisipasi.

Selain itu, Belgia juga miskin dalam serangan balik. Pada laga melawan Italia, mereka dominan dalam penguasaan bola. Namun saat melakukan serangan balik, mereka tak berdaya membalas serangan dari sisi sayap.

Alhasil, saat bola persimpangan dikirim ke tengah kotak penalti, tidak ada yang menjaga Graziano Pelle.

“Mungkin kekalahan itu terjadi karena kami tidak melakukan apa yang seharusnya kami lakukan pada pertandingan itu,” kata Wilmots.—Rappler.com

BACA JUGA:

Keluaran Sydney