• March 14, 2026
Indonesia memperingatkan pengembang proyek resor Pulau Funtasy atas klaim pulau tersebut

Indonesia memperingatkan pengembang proyek resor Pulau Funtasy atas klaim pulau tersebut

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Pemerintah Singapura sejak awal mengaku tidak pernah mengklaim Pulau Manis sebagai bagian wilayahnya.

JAKARTA, Indonesia – Hanya karena salah strategi promosi, pengembang proyek resor bertema ramah lingkungan di Pulau Manis, Batam mendapat banyak protes dari masyarakat. Kepala Dinas Pariwisata Kepri Guntur Sakti mengaku meminta penjelasan dan teguran kepada manajemen Singapura.

“Kami mewanti-wanti agar tidak melakukan tindakan yang mengejutkan dan menimbulkan persepsi negatif,” kata Guntur seperti dikutip harian tersebut Jakarta Post.

Dinas Pariwisata telah meminta klarifikasi sejak Senin lalu kepada perusahaan pengembang proyek resor bernama Funtasy Island. Namun, pengembang mengatakan peta tersebut hanya untuk tujuan pemasaran. Pihak pengembang mengaku mengubah warna Pulau Manis di peta agar tidak sama dengan warna Singapura.

“Kami khawatir pulau itu bisa diklaim oleh Singapura dan kami tidak ingin hal itu terjadi,” katanya seperti dikutip harian tersebut. Waktu Selat.

Berikut video penjelasan isi Funtasy Island:

Sementara itu, karena persoalan tersebut, personel TNI Angkatan Laut dikerahkan ke resor tersebut pada Minggu pekan lalu untuk mengibarkan bendera Merah Putih sebagai tanda Pulau Manis milik Indonesia. Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut, Kolonel Marinir (P) Ribut Eko Suyatno bahkan mengatakan, akan ada rencana pembangunan pos angkatan laut di kawasan itu untuk mengantisipasi tindakan selanjutnya.

Namun Kementerian Luar Negeri menganggap permasalahan tersebut sudah selesai. Pasalnya, Kementerian Luar Negeri Singapura mengeluarkan pernyataan resmi yang menyangkal adanya klaim terhadap Pulau Manis.

“Proyek di resor ini merupakan kolaborasi swasta antara kedua negara untuk mengelola hak pulau tersebut sebagai kota kawasan wisata terbesar di dunia, jika selesai. “Mungkin karena ada kekeliruan promosi, maka timbullah kisruh,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir saat memberikan keterangan pers, Rabu, 1 Juni.

Selain karena tidak pernah ada klaim negara manapun atas Pulau Manis, bendera yang sebelumnya hanya dikibarkan di pos keamanan dekat pelabuhan pun dipindahkan ke titik tertinggi di pulau tersebut.

Funtasy Island terkenal dibangun atas kerja sama dua perusahaan swasta asal Singapura dan Indonesia. Pembangunan proyek ini memakan waktu 20 tahun terakhir.

Jika proyek tersebut selesai, warga Singapura masih diperbolehkan berlibur ke sana, namun harus melalui proses imigrasi terlebih dahulu. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh WNA yang akan masuk ke Indonesia.

Menurut pengelola Funtasy Island, Oke Yusma Nurjaman, investasi di resor tersebut menelan biaya hingga Rp 2 triliun. Pembelinya sebagian besar berasal dari Negeri Singa. – Rappler.com

BACA JUGA:

Data Sidney