Indonesia menerima komitmen pembiayaan sebesar $5,4 miliar dari IsDB
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka sidang tahunan Bank Pembangunan Islam yang dihadiri 57 anggota yang juga tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)
Jakarta, Indonesia – Indonesia menerima komitmen pembiayaan dari forum pertemuan tahunan Islamic Development Bank (IsDB) yang dibuka pada Selasa 17 Mei 2016 di Jakarta. Presiden IsDB Ahmad Mohamed Ali mengumumkan kolaborasi tersebut Strategi Kemitraan Lidland (MPCS) berada di urutan kedua setelah Indonesia senilai $5,4 miliar untuk periode 2015-2020.
Menurut Ahmad Mohamed Ali, jumlah dana yang diberikan kelompok IsDB kepada negara-negara anggota sejak didirikan telah mencapai $113 miliar, termasuk $12 miliar pada tahun lalu. IsDB merasa perlu melakukan pendekatan sistemik di tengah situasi dunia saat ini agar perekonomian dapat berjalan.
“Kerja sama adalah tujuan utama didirikannya IsDB dan tidak ada tujuan lain selain aksi bersama yang sangat diperlukan pada tahap ini. Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT karena IsDB telah mencapai prestasi yang signifikan dan meluncurkan inisiatif-inisiatif penting seperti berkontribusi dalam pembangunan Jalan Trans-Sahara, Bendungan Manantali, Program Ketahanan Pangan untuk negara-negara di kawasan Sahel-Afrika, pembangunan jalur kereta api penghubung Iran, “Kazakhstan dan Turkmenistan, serta proyek di bidang energi dan infrastruktur lainnya yang mengakhiri isolasi wilayah terpencil di Afrika, Asia Tengah dan wilayah lainnya,” kata Ahmad Mohamed Ali.
Acara tahunan IsDB dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Wapres menyatakan dukungan penuh terhadap pemerintahan Presiden Joko “Jokowi” Widodo terhadap acara ini. Pada pembukaan tersebut hadir Menteri Ekonomi dan Keuangan dari 57 negara anggota IsDB, termasuk Republik Guyana yang baru-baru ini menjadi anggota IsDB ke-57. 57 negara anggota ISDB juga merupakan anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI).
Jusuf Kalla dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa 57 negara anggota IsDB menghadapi banyak tantangan, namun masih ada harapan dan peluang bagi kemajuan dan perkembangan negara-negara anggota. Jusuf Kalla pun sangat yakin pertemuan ini akan menghasilkan sesuatu yang positif.
Menteri Keuangan Bambanga Brodjonegoro mengatakan IsDB telah menjadi mitra penting bagi pembangunan di Indonesia, terlihat dari berbagai program dan proyek yang dilaksanakan di negara-negara anggotanya. Menteri Bambang juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas seluruh dukungan yang diberikan IsDB, khususnya menekankan bahwa seluruh dana IsDB fokus dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
“Melalui kerja sama IsDB-Indonesia, beberapa inisiatif telah dicapai dalam satu tahun terakhir. Indonesia dan IsDB berhasil menyelesaikan MCPS pertama untuk periode 2011-2014 dan berhasil mendanai bidang-bidang pembangunan penting seperti infrastruktur dan pembangunan sektor swasta. Keberhasilan ini diharapkan dapat berkembang pada MCPS periode 2016-2020, kata Bambang.
Forum Sektor Swasta IsDB Bahas Isu Bisnis
Pertemuan Tahunan IsDB ke-41 juga dimanfaatkan untuk menyelenggarakan IDB Private Sector Forum yang bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kamar Dagang Indonesia (KADIN). Forum ini menjadi tuan rumah panel diskusi yang membahas kegiatan, peran dan dukungan yang dilakukan di negara-negara anggota, khususnya di Indonesia. Diskusi ini juga membahas pembiayaan perdagangan syariah, tantangan investasi dan asuransi kredit ekspor.
Chief Executive ICD, Islamic Corporation for the Development of the Private Sector, Khaled Al-Aboodi mengatakan: “Melalui forum ini, kami menyajikan Laporan Efektivitas Pembangunan Tahunan (ADER) ICD yang menyoroti peran kami dalam mendukung tujuan pembangunan negara-negara anggota. “Kami berharap forum ini dapat menjadi forum yang secara strategis menghubungkan kita dengan calon mitra, pelaku bisnis, investor untuk bekerja sama dan mengambil langkah nyata dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan negara-negara anggota.”
CEO ICIEC, Perusahaan Islam untuk Asuransi Investasi dan Kredit Ekspor, Oussama A. Kaissi mengatakan: “Mengatasi besarnya kebutuhan infrastruktur merupakan salah satu fokus utama grup IsDB di Indonesia, sejalan dengan tujuan pemerintah Indonesia untuk mendukung dan meningkatkan pembangunan infrastruktur. Di ICIEC, kami siap memfasilitasi dan memitigasi risiko investor yang tertarik pada proyek investasi yang menguntungkan, khususnya di sektor infrastruktur, di negara-negara anggota.
ICIEC akan berkoordinasi secara terbuka dengan investor yang berminat berinvestasi di Indonesia dan negara anggota lainnya, dan kami akan memberikan perlindungan melalui asuransi kredit ekspor.”
Hani Salem Sonbol, CEO ITFC, Islamic Trade Finance Corporation, mengatakan: “Kami yakin forum ini akan meningkatkan perdagangan dan investasi antar negara anggota serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang trade finance dengan prinsip Islam di Indonesia dan global.” di Indonesia mendorong kami untuk mengambil langkah nyata untuk beradaptasi dengan perubahan ini, dan memberikan solusi pembiayaan perdagangan syariah yang berkontribusi terhadap pembangunan dan pertumbuhan sosial-ekonomi di Indonesia.” – Rappler.com
BACA JUGA: