• March 1, 2026
Indonesia-Timor Leste perkuat kerja sama industri

Indonesia-Timor Leste perkuat kerja sama industri

Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan bantuan senilai US$6 juta untuk berbagai peningkatan kapasitas, termasuk sumber daya manusia, di Timor Leste

JAKARTA, Indonesia – Jika Anda naik pesawat dari Denpasar, Bali menuju Dili, ibu kota Timor Leste, pastinya Anda bisa bertemu dengan sejumlah pengusaha asal Indonesia. Banyak di antara mereka yang bukan berasal dari perusahaan yang berlokasi di Jakarta, melainkan dari daerah lain.

“Timor Leste sibuk membangun infrastruktur, pabrik. “Ini adalah peluang bagi kami,” kata Robert, seorang pengusaha asal Surabaya, kepada Rappler dalam penerbangan ke Dili pada Februari 2016. Saat ditanya apa kendalanya, ia menyebut kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Dalam hal peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan bantuan teknis, Timor Leste banyak belajar dari Indonesia, negara yang pernah menjadikan Timor Leste (saat itu Timor Timur) sebagai provinsinya yang ke-27. Kerja sama di berbagai bidang, khususnya perekonomian, terus dilakukan. Indonesia juga mendukung masuknya Timor Leste ke dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Pekan ini, Indonesia menandatangani nota kesepakatan kerja sama teknik industri dengan Timor Leste.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Saleh Husin, dengan Menteri Perdagangan, Perindustrian dan Lingkungan Hidup Republik Demokratik Timor Leste, Constâncio Da Conceição Pinto, di Kementerian Perindustrian, Jakarta, pada Rabu. , 4 Mei.

Di bidang industri, ruang lingkup kerja sama yang akan dibangun kedua negara meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan kapasitas kelembagaan, program pelatihan di bidang industri tertentu, pertukaran informasi, pelatihan teknis, bantuan tenaga ahli, serta promosi industri. produk dan aktivitas lain yang disepakati oleh kedua belah pihak.

“Untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, kami berkomitmen untuk mendukung pemerintah Timor Leste dengan nilai 6 juta dolar AS yang akan dilaksanakan mulai tahun 2013-2017 melalui program kerjasama teknis luar negeri yang dilakukan oleh berbagai kementerian dan lembaga terkait,” kata Indonesia . Menteri Perindustrian Saleh Husin.

Dikatakannya, untuk mendukung pelaksanaan kegiatan kerja sama teknis di bidang industri, Kementerian Perindustrian memiliki beberapa unit kerja di bawah koordinasi Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) yang berkompeten di bidangnya masing-masing dan berpengalaman di bidangnya. melaksanakan kegiatan berskala internasional.

Lembaga penelitian dan pengembangan tersebut meliputi:

  • Aula Keramik
  • Pusat Tekstil
  • Pusat Pulp dan Kertas
  • Aula Besar Barang Material dan Teknis
  • Aula logam dan mesin
  • Pusat Kulit, Karet dan Plastik
  • Pusat Kerajinan dan Batik
  • Pusat Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri
  • Balai Besar Industri Hasil Perkebunan
  • Pusat Kimia dan Pengemasan
  • Pusat Industri Pertanian

Sejak 2011-2016, Kementerian Perindustrian melalui sejumlah balai besar telah melaksanakan 15 proyek peningkatan kapasitas di berbagai sektor, antara lain pengolahan makanan, garmen (tekstil), pengelasan, keramik, kerajinan batok kelapa, serta magang di bidang tersebut. bidang tenun, alas kaki dan pengolahannya, pangan.

Menteri Perdagangan, Perindustrian dan Lingkungan Hidup Republik Demokratik Timor Constâncio Da Conceição Pinto menyampaikan terima kasih kepada Indonesia atas dukungannya kepada Timor Leste untuk memastikan negara termuda di Asia ini mampu bersaing dalam menarik investor dan melakukan reformasi untuk mempercepat keanggotaan di ASEAN.

“Kami juga telah mengembangkan kebijakan industri nasional yang berfokus pada industri berbasis sumber daya. “Tujuannya untuk meningkatkan kontribusi industri manufaktur dan memperoleh nilai tambah,” ujarnya seraya menegaskan bahwa pemerintah Timor Leste telah mengundang pengusaha Indonesia untuk berinvestasi di bidang perkebunan, perikanan, dan pariwisata.

Implementasi Pernyataan NAASP

Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, hal mendasar yang melatarbelakangi inisiasi kerja sama bilateral Indonesia dan Timor Timur adalah implementasi Kemitraan Strategis Asia-Afrika Baru (New Asia-Africa Strategic Partnership). Deklarasi NAASP) disiapkan pada Pertemuan Tingkat Pimpinan Negara (KTT Asia-Afrika) pada 22-23 April 2015 di Bandung.

Menurut Achmad, kerja sama ini sinergis dengan program Nawacita dan Agenda Pembangunan Nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) pemerintahan Jokowi-JK 2015-2019, dimana terdapat program yang berperan dalam pembangunan global dan regional. kerja sama.

“Target yang ingin dicapai adalah peningkatan implementasi Kerjasama Pembangunan Selatan-Selatan dan Triangular (KSST), serta peningkatan peran Indonesia di forum multilateral seperti WTO, Kerjasama Pembangunan Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) dan lain-lain,” kata Achmad.

Kegiatan NAASP meliputi pelaksanaan program peningkatan kapasitas dan kerjasama teknis lainnya. Sebagai bentuk komitmen tersebut dalam pemetaan SSTC yang disiapkan Kementerian Luar Negeri, Indonesia memasukkan Republik Demokratik Timor Leste ke dalam daftar kerja sama SSTC Indonesia. –Rappler.com

Togel Hongkong Hari Ini