• March 15, 2026

Indonesia untuk pertama kalinya tanpa wakil di final Indonesia Open

JAKARTA, Indonesia — Tendangan Ihsan Maulana Mustofa terlalu melenceng sehingga menghentikan satu-satunya wakil Indonesia di semifinal BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016, Sabtu, 4 Juni.

Ihsan kalah dari pemain top Malaysia Lee Chong Wei dengan skor 9-21, 18-21.

Dengan kekalahan Ihsan, Indonesia gagal mengirimkan wakilnya ke putaran final. Itu merupakan penampilan terburuk Indonesia sepanjang turnamen yang digelar pada tahun 1982.

Meski sejak tahun 2014 lalu para pemain Merah Putih belum berhasil meraih gelar juara, namun Indonesia sebagai tuan rumah selalu mengirimkan pemainnya lolos ke babak final.

Dan Istora Senayan patut menjadi “tempat angker” bagi para pemain asing karena terkenal dengan antusiasme penonton Indonesia yang selalu berusaha sekuat tenaga untuk mendukung tim Merah Putih.

Pemain asing yang berhadapan dengan pemain Indonesia harus bersiap menerima sorakan penonton yang bisa menciutkan mentalnya. Namun sorak-sorai penonton yang seharusnya menjadi sumber energi para pemain Indonesia justru bisa menjadi bumerang.

Para pemain Merah Putih yang diiringi teriakan dukungan ribuan penonton Istora Senayan tak mampu menampilkan penampilan terbaiknya.

Mereka bahkan bermain seolah-olah sedang berada dalam tekanan. Penonton kecewa karena kejuaraan baru dimulai. Para pemain top Indonesia yang menjuarai kejuaraan bergengsi seperti All England dan Juara Dunia langsung tumbang di babak kedua.

Sebut saja pertandingan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Pasangan Juara Dunia 2013 dan All England 2014 itu tak mampu dikalahkan oleh ganda Denmark Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding.

Harapan ganda campuran papan atas Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pun pupus. Pasangan juara rugby All England 2012, 2013, dan 2014 yang cukup ditakuti di lapangan itu langsung dipermalukan oleh pasangan anyar asal Denmark, Kim Astrup/Line Kjaersfeldt. permainan dengan skor 19-21, 17-21.

Sebelumnya, ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto langsung terhenti di babak pertama. Juara All England 2016 itu langsung disingkirkan oleh pasangan non-unggulan asal Tiongkok, Lui Kai/Huang Yaqiong. permainan 15-21, 10-21.

Unggulan ganda putri Indonesia lainnya, Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii, juga tumbang di babak kedua. Pasangan yang saat ini menduduki peringkat kedua dunia itu dikalahkan oleh pasangan non-unggulan asal Malaysia, Hoo Vivian Kah Mun/Woon Khe Wei, dengan skor 17-21 19-21.

Para pemain inilah yang diharapkan bisa berkontribusi dalam meraih gelar juara, dimana Indonesia awalnya mengincar gelar di sektor ganda putra, ganda campuran, dan ganda putri.

“Kali ini kami gagal di Indonesia Open. “Tidak ada satu pun wakil di babak final, padahal turnamen ini merupakan persiapan menjelang Olimpiade,” kata Manajer Tim Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Ricky Soebagja.

“Ada kekecewaan terhadap hasil Indonesia Open yang target awal kami bisa meraih gelar juara di sektor ganda campuran dan ganda putra. “Untuk pemain sekelasnya, seharusnya mereka pantas menang, tapi karena Indonesia Open kali ini, mereka kalah di babak awal,” ujarnya.

Dalam acara yang sama, Ketua Bidang Pembinaan dan Kinerja PBSI Rexy Mainaky mengatakan akan segera melakukan evaluasi. Pemain unggulan yang kalah di babak awal Indonesia Open merupakan wakil Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade 2016.

“Saya akan evaluasi bersama pelatih dan pemain, karena setelah ini kita tidak punya banyak waktu lagi sebelum Olimpiade. “Permainan mereka perlu lebih ditingkatkan lagi, analisanya perlu lebih detail baik dari permainannya maupun lawannya,” kata Rexy.

Harapan para pemain muda

Kekecewaan para pemain andalan Indonesia terbayar dengan penampilan para pemain muda yang di luar dugaan bermain gemilang.

Tiga tunggal putra peringkat kedua, Ihsan Maulana Mustofa, Jonatan Christie, dan Anthony Ginting menunjukkan semangat juang yang tinggi.

Mereka mampu membuat kewalahan para pemain top.

Anthony Ginting meski langsung terhenti di babak pertama, memberikan perlawanan keras terhadap unggulan kelima asal Denmark, Jan O Jorgensen. Meski kalah, Anthony tetap mendapat standing ovation dari penonton di Istora Senayan karena nyaris mengalahkan Jorgensen.

Jonatan Christie pun tampil luar biasa saat mengalahkan peringkat tiga dunia Lin Dan di babak kedua dengan skor wajar 21-12, 21-12. Pemain berusia 18 tahun itu hanya butuh waktu 36 menit untuk mengalahkan Super Dan, julukan Lin Dan.

Begitu pula wakil Indonesia lainnya yang berhasil merebut tiket ke babak perempat final, seperti ganda putri Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istirani, dan ganda campuran, Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufik.

Mereka adalah pemain-pemain yang awalnya tidak ditargetkan untuk bisa lolos ke babak tersebut.

“Walaupun hasil Indonesia Open seperti ini, kami sangat senang para pemain muda menunjukkan penampilan yang sungguh luar biasa. “(Anthony) Ginting meski kalah di babak pertama, tapi performanya bagus,” kata Ricky.

Jadi, kata Ricky, Indonesia punya harapan ke depan.

“Sepertinya pemain lapis kedua kita sudah menunjukkan kesiapannya, bahkan tahun depan kita bisa menantang mereka,” kata Rexy.

Hal itu pun tak luput dari perhatian pemain top Malaysia, Lee Chong Wei. Pada kesempatan lain, ia menyebut Indonesia akan menjadi tim terkuat di Piala Thomas 2018 dengan memiliki tiga senjata di sektor tunggal putra melalui Ihsan Maulana Mustofa, Jonatan Christie, dan Anthony Sinisuka Ginting.

“Mereka adalah pemain potensial yang bisa masuk 10 Besar dunia di masa depan,” kata Chong Wei. —Antara/Rappler.com

BACA JUGA:

Hk Pools