Indonesia vs Malaysia: Misi Kembalikan Kepercayaan Masyarakat
keren989
- 0
Pertandingan pertama setelah dia absen dari semua pertandingan internasional.
JAKARTA, Indonesia — Timnas Indonesia akan memainkan pertandingan internasional pertamanya setelah sanksi FIFA. Lawan pertama tidak sembarangan: juara Piala AFF 2010 Malaysia.
Siapkah Grup Garuda menghadapi mereka pada laga yang digelar Selasa 6 September pukul 21.00 WIB di Stadion Manahan Solo?
Persiapannya mepet, seleksinya tak memakan waktu lama, mereka langsung mencoba melawan Malaysia. Wajar jika banyak pertanyaan muncul di benak suporter timnas.
Melihat catatan, ketatnya persiapan Indonesia tak jauh berbeda dengan perubahan yang dilakukan kubu Malaysia. Mereka juga melakukan kebangkitan di tim. Sebab, banyak pemain muda yang akan tampil.
Dari 24 nama yang diboyong ke Indonesia, terdapat 13 nama baru. Perubahan yang luar biasa dan keberanian pelatih baru Ong Kim Swee untuk meremajakan grup.
(BACA: Daftar Nama Pemain di Laga Uji Coba Timnas Indonesia Vs Malaysia)
Idealnya, tidak ada alasan bagi manajer Timnas Indonesia Alfred Riedl untuk menganggap lawannya lebih siap. Persiapan Malaysia memang lebih lama. Dan persaingan mereka tidak ada masalah seperti Indonesia.
Namun Indonesia sebenarnya memiliki beberapa turnamen yang suasana dan persaingannya cukup kompetitif. Pada tahun 2015 hingga tahun 2016 dan dilanjutkan dengan kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC).
Menurut Hans Peter Schaller, asisten pelatih timnas, Indonesia memang punya tantangan besar di laga kali ini. Tak hanya mengejar hasil akhir, tapi juga mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Timnas.
“Kami optimis. Namun dalam uji coba bukan hanya hasil akhir saja, kami ingin skema permainan, strategi, dan koordinasi permainan kami tepat sasaran,” kata Schaller.
Dengan pemain muda dan kombinasi pemain yang saat ini bermain di luar negeri, timnas memang punya keunggulan atas Malaysia.
Nama Andik Vermansah akan menjadi ancaman bagi Malaysia. Pasalnya dia sudah pernah merumput di Selangor FA. Jelas dia akan lebih mudah memahami gaya permainan Macan Malaya. Ong pun mengaku eks pemain Persebaya itu patut mendapat perhatian khusus pada laga uji coba kali ini.
Meski demikian, Schaller tak mau hanya mengandalkan Andik saja. Menurutnya, Riedl ingin kinerja grup Garuda bisa seimbang. Bukan sekadar menyerang, namun melakukan transisi sempurna dalam bertahan.
“Tugas kami adalah mempersiapkan tim, tidak hanya mengandalkan satu pemain. Kami ingin melihat Indonesia bermain secara tim,” ujarnya.
Bagaimana dengan formasi? Schaller mengatakan ada dua opsi yang saat ini sedang dikembangkan Riedl. Sebagai pelatih klasik, formasi 4-4-2 menjadi andalan. Ia bisa berubah menjadi 4-2-3-1 saat dibutuhkan di bawah tekanan.
Dengan begitu, ada duet Boaz Salossa-Irfan Bachdim di lini depan yang bisa disamakan, atau Irfan set sendiri.
Andik yang dihubungi terpisah mengaku mengenal banyak pemain yang dipanggil ke skuad timnas Malaysia. Bahkan ada salah satu pemain yang menyebut pemain Real Madrid Gareth Bale, Amri Yahyah.
“Dia cepat, lincah, punya dribel, dan tembakan jarak jauh yang terarah dengan baik. Seperti Gareth Bale,” kata Andik.
Harimau Malaya tetap optimis
Senada dengan Indonesia, pelatih Malaysia Ong Kim Swee juga optimistis kombinasi pemain senior-junior pilihannya bisa memberi kekuatan bagi tim Malaysia.
“Kami datang ke sini untuk menang. Untuk menguji pemain muda dan beberapa pemain lama. Kami ingin kebangkitan ini bisa memberikan warna bagus dan kemenangan bagi tim,” ujarnya.
Mereka tak mau menganggap remeh kelompok Merah Putih. Meski sudah setahun tidak tampil di kancah internasional, Indonesia punya potensi dan potensi keahlian yang menurutnya akan merepotkan lawan.
Dengan potensi itu, Ong menilai tim Indonesia bisa bersatu dengan cepat. Apalagi pelatih yang menanganinya merupakan pelatih lama, dan sudah hapal dengan tipikal pemain Indonesia.
“Indonesia bagus, mereka punya pemain bagus, jadi tidak masalah jika satu tahun tidak bermain di internasional,” ujarnya.
Pelatih asli Malaysia itu mengakui potensi yang dimiliki Andik Vermansah. Bermain di Malaysia, ia pasti memberi banyak informasi kepada pelatih. Alhasil, Andik akan mendapat perhatian ekstra dari murid-muridnya.Rappler.com