Inggris vs Wales: Mengejar kemenangan gantung
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Hasil imbang saja sudah cukup bagi Wales untuk menjaga peluang mereka lolos ke babak berikutnya.
JAKARTA, Indonesia – Timnas Inggris tak lepas dari kutukan di laga pertamanya. Melawan Rusia, pasukan Roy Hodgson ditahan imbang 1-1. Faktanya, mereka bermain sangat baik.
Wayne Rooney dan kawan-kawan melepaskan 6 tembakan tepat sasaran dan menguasai 53 persen penguasaan bola. Bandingkan dengan Rusia yang hanya mampu menaklukkan gawang Joe Hart dengan 2 tembakan.
Skor 1-1 belum bisa menggambarkan keadaan sebenarnya di lapangan. Inggris jelas layak menang. Mereka bahkan unggul lebih dari satu gol jika tembakan Adam Lallana tak mampu diantisipasi Igor Akinfeev, kiper asal Rusia.
Oleh karena itu, pada laga kedua melawan tim Inggris lainnya, Wales, pada Kamis 16 Juni pukul 20.00 WIB, Tiga Singa tidak bisa lagi menggambar. Ini adalah kontes yang harus dimenangkan.
Lagipula, hasil imbang di laga pertama turnamen besar tidak selalu berarti buruk. Pada Piala Dunia 1966 yang menjadi juara, Inggris juga bermain imbang 0-0 melawan Uruguay di laga pertama.
Masalahnya, situasi Inggris agak menyedihkan. Pasalnya Wales akan menjamu mereka dengan mentalitas berbeda. Pasukan Chris Coleman baru saja melumat Slovakia 2-1 di laga pertamanya.
Hasil tersebut membuat Ashley Williams dan kawan-kawan memimpin klasemen Grup B dengan selisih 3 poin. Di peringkat kedua disusul Slovakia dengan angka yang sama setelah tim besutan Jan Kozak mengalahkan Rusia 2-1 pada Rabu 15 Juni.
Wales jelas lebih unggul. Hasil imbang saja sudah cukup bagi mereka untuk mengamankan posisi. Dengan hasil imbang mereka mengumpulkan 4 poin dan yang harus mereka lakukan hanyalah memaksimalkan poin mereka melawan Rusia yang lebih lemah.
Maka dari itu, Hogdson harus memasang pemain dengan karakter menyerang yang kuat.
Tim yang bermain pada laga melawan Rusia ini memang mampu menampilkan permainan menyerang. Namun ketidakmampuan Harry Kane memanfaatkan peluang membuat mereka tak bisa meraih poin maksimal.
Selain itu, lini kedua yang agresif justru membatasi pergerakan Kane. Bola dari lini kedua biasanya langsung dilepaskan ke gawang lawan. Alhasil, Kane menyelamatkan peluang mencetak golnya.
Mau tidak mau, Hodgson patut menjajal Jamie Vardy. Memang benar, striker Leicester City ini adalah tipe pelari cepat yang sama dengan striker Tottenham Hotspur. Namun, pemain berusia 29 tahun itu punya kemampuan lebih dalam melewati lawan.
Vardy pun berani melewatinya. Bandingkan dengan Kane yang cenderung menembak dari luar ketimbang masuk ke kotak penalti lawan seperti yang dilakukannya saat melawan Rusia.
Namun, Vardy lebih banyak mencetak gol dalam skema permainan serangan balik. Melawan Wales, yang akan lebih banyak menunggu di belakang bola, Vardy harus lebih banyak mengambil inisiatif menyerang.
Tugas Eric Dier adalah menekan Gareth Bale
Meski demikian, Inggris juga harus mewaspadai kecepatan serangan balik Wales. Selain itu ada bintang utama mereka, Gareth Bale pembakaran. Pemain Real Madrid itu mencetak gol melalui tendangan bebas pada laga pertama melawan Slovakia.
Sosok yang akan menurunkan kecepatannya adalah Eric Dyer. Gelandang bertahan tersebut bermain gemilang pada laga melawan Rusia. Selain itu, posisinya sebagai gelandang jangkar akan menjadi lapisan pertama yang melindungi kuartet bek Inggris.
Peran sentral Bale juga diungkapkan oleh pelatih Italia Carlo Ancelotti. Menurutnya, mantan rekan setimnya di Real adalah kunci permainan Wales.
“Saya bisa melihat Wales menggunakan kekuatan Bale untuk melakukan serangan balik. Inggris harus bisa mengendalikan permainan. “Sesuatu yang menjadi masalah bagi mereka,” kata Ancelotti seperti dilansir ESPN.
Berdasarkan pengalaman Ancelotti di raksasa Spanyol, kekuatan dan kecepatan Bale paling sulit diatasi. “Kalaupun bisa dihentikan, dia akan membiarkan pemain merusaknya,” ujar pelatih yang akan melatih Bayern Munich musim depan itu.
Mantan pelatih AC Milan dan Chelsea itu menilai tugas menekan Bale ada di tangan Dier. “Ada banyak hal yang belum Anda lihat di Bale. Dia bisa persimpangan, dia bisa melakukan tendangan bebas. “Itu tanggung jawab Dier,” ujarnya.—Rappler.com
BACA JUGA: