“Ini adalah cobaan berat bagi keluarga kami”
keren989
- 0
Apapun proses hukum yang Axel jalani, Jeremy dan keluarga akan selalu bertanggung jawab dan mendukung
JAKARTA, Indonesia – Usai putra sulungnya, Axel Matthew Thomas, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan psikotropika, Selasa 18 Juli, Jeremy Thomas sebagai seorang ayah pun merasa bertanggung jawab.
Jika sebelumnya Jeremy terkesan “hingar bingar” membela putranya dengan mengatakan bahwa Axel adalah korban dugaan pengekangan dan penyiksaan yang dilakukan anggota Sat Narkoba Bandara Soekarno Hatta, kini Jeremy lebih tenang dan pasrah mengikuti proses hukum yang terjadi.
Jeremy ditemui Thomas di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Selasa 18 Juli, ia bersiap membawa Axel ke Polres Bandara Soekarno Hatta untuk melengkapi laporan kasusnya. Malam itu, menurut Jeremy, Axel masih lemas dan belum pulih sepenuhnya.
“Sebagai warga negara Indonesia yang baik, saya membaca hal ini di media, dan sebagai seorang ayah, saya di sini untuk mengambil tanggung jawab. Sebagai warna negara yang baik tentunya kita harus taat hukum, kita harus bekerjasama. Hak untuk menetapkan tersangka adalah hak polisi. Dan tentunya jika mereka menetapkan tersangka sudah memiliki cara atau bukti. “Sebagai orang yang pernah memahami masalah hukum, saya harus menghormati hal itu,” kata Jeremy.
Ayah dua anak ini pun menginformasikan langsung kepada Axel mengenai status tersangkanya. “Saya komunikasi, saya rasionalkan. Saya katakan ini adalah risiko yang harus kita ambil dengan baik dan bijaksana. Saya sebagai orang tua akan membantu,mendukung. Saya tahu ini bukan sesuatu yang menarik bagi Axel, ini adalah cobaan bagi keluarga kami, ini adalah sesuatu yang tidak baik bagi keluarga kami, namun sebagai kepala keluarga, saya di sini untuk memberi. mendukung lagi pula untuk anakku Axel. Dan kami mengapresiasi proses hukumnya.”
Apapun prosedur dan proses yang harus dilalui Axel terkait penetapannya sebagai tersangka, Jeremy mengaku siap. Termasuk apakah polisi akan memindahkan proses perawatan Axel ke RS Polri di Kramat Jati.
“Tidak ada lagi yang perlu dikatakan, yakni mengikuti proses hukum. Sebagai orang tua tentunya saya juga melihat Axel masih rapuh, fisiknya masih belum kuat, tapi saya rasa situasi tidak menyenangkan ini harus kita hadapi.”
Bukti percakapan Whatsapp
Salah satu dasar polisi menetapkan status tersangka Axel adalah bukti transfer pembelian pil Happy Five di WhatsApp. Jeremy belum mau mengomentarinya secara detail.
“Aku sudah bertanya pada Axel berkali-kali. Benar katanya, ada bukti transfer ke temannya. Sekarang saya ingin tahu nanti di BAP apa yang mereka katakan.”
Masalah konten mengobrol, Jeremy tidak mau berbagi detailnya. Ia hanya ingin seluruh proses hukum berjalan dengan baik dan benar. “Saya harap ini cepat selesai, dan mudah-mudahan ada opsi bagus untuk kita. Tentunya dengan niat kooperatif, kami berharap hal ini juga tercermin dalam diri kami untuk menyelesaikan masalah ini.”
“Karena Axel masih muda, umurnya masih panjang. Mungkin dia ceroboh kali ini, dia ceroboh kemarin karena salah berteman. Dia peringatan Bagi kami sekeluarga, menurut saya hubungan sosial di Jakarta, hubungan remaja perlu dicermati lebih dalam. Saya melihat kejadian ini sebagai hikmah di balik cobaan tersebut, kata Jeremy.
Jeremy sendiri mengaku mengenal teman Axel yang terlibat percakapan WhatsApp tersebut. “Saya sudah mengenal anak itu sejak lama, keluarga kami sudah mengenal anak itu sejak lama. Saya baru mengetahuinya karena kejadian ini. Jadi saya sekarang melihat kejadian ini sebagai sesuatu yang serius. Jika saya tidak mengetahuinya, sesuatu yang lebih buruk mungkin terjadi.”
Berita Lengkap Penting
Sebagai komitmen mematuhi prosedur hukum, Jeremy memboyong putranya Axel ke Polres Bandara Soekarno Hatta pada Selasa malam, 18 Juli, untuk menjalani laporan perkara (BAP). Jeremy ingin semuanya segera terselesaikan.
“Malam ini saya setuju untuk melengkapi BAP. Kami tidak ingin menunggu lebih lama lagi. Kami ingin cepat menyelesaikannya, agar tuntas, agar jelas semuanya, agar jelas dengan siapa anak saya bermain. Jika anak saya bermain dengan orang jahat, saya tidak mau.”
Apapun risikonya, Jeremy menegaskan Axel akan siap menanggungnya. Ia dan keluarganya akan selalu berada di sisi Axel.
“Jika anak saya memang lalai dan salah, maka kepada para penggemarnya, para penggemarnya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya sebagai keluarga jika ada kelalaian dari pihak Axel. Selanjutnya jika Axel gagal, jika Axel lalai maka itu adalah kelalaian saya sebagai orang tua. Ini adalah pekerjaan rumah saya sebagai orang tua.”
BACA JUGA:
—Rappler.com