Inilah kepulanganku pada Pa
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Vino akan memerankan tokoh Wiro Sableng dalam film ‘Wiro Sableng 212’
JAKARTA, Indonesia – Tidak ada pahala yang lebih besar bagi seorang anak untuk dapat meneruskan pekerjaan orang tuanya. Hal itulah yang mungkin dirasakan aktor Vino Bastian saat ditawari peran Wiro Sableng dalam versi film layar lebar bertajuk Wiro Sableng 212.
Film kolaborasi produksi Fox International Productions dan Lifelike Pictures ini akan menceritakan kisah Wiro Sableng melalui Bastian Tito yang tak lain adalah ayah kandung Vino Bastian. Bastian Tito meninggal pada 2 Januari 2006.
Awalnya, saat ditawari peran utama sebagai Wiro Sableng oleh adik iparnya, Sheila (Lala) Timothy yang berperan sebagai produser, Vino mengaku bingung.
Namun setelah mendengar cerita istri saya, Lala, Kang Yayan (Ruhiyan, koreografer) dan Angga (Dwimas Sasongko, sutradara) membuat saya berpikir, mungkin ini kontribusi saya pribadi, untuk menunjukkan kebaikan dan jasa saya kepada ayah saya. kembali dengan menjadi Wiro Sableng. Ya, itulah satu persen rasa terima kasihku pada ayahku. Bukan karena anaknya, tapi suatu saat aku berpikir, ini satu persen dari pengabdian ayahku, sebagai rasa hormatku pada ayah. Jadi saya ingin bertanggung jawab bermain di sini, kata Vino ditemui usai pertandingan Konferensi pers Wiro Saleng 212 di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 9 Februari.
Setelah proyek film Wiro Sableng 212 Sadar dan siap memulai, Vino tak percaya karya ayahnya bisa dinikmati semakin banyak orang. Bukan hanya cerita dan serial televisi.
“Pada waktu itu mengobrol, pihak keluarga sangat ingin membawa Wiro Sableng ke jenjang yang lebih tinggi dan lebih luas sekaligus melestarikannya. Namun dibutuhkan untuk mencapainya mendukung Luar biasa. “Memang benar saya ingin menjadi produser, tapi saya tidak punya banyak pengalaman.”
“Memang benar, Lala melakukannya terdengarWiro Sableng akan menarik jika dibuat seperti itu.
Visi yang dilontarkan Lala sama dengan visi dan misi ayah saya. “Saya ingin melestarikannya di masa depan,” kata Vino lagi.
Kata Vino lagi, di keluarga besar mereka, kakak laki-lakinyalah yang paling menyayangi Wiro Sableng. “Saya membacanya, tapi saya tidak ingat detailnya. Makanya saya baca lagi dan apapun yang mau saya ambil, itulah yang saya pelajari. Lala pun melakukan penelitian. Ada sebuah cerita yang belum diungkapkan oleh ayah saya, tetapi berencana untuk disebarkan. Karena sebelum ayah saya meninggal, itu belum dikeluarkan.”
“Jujur sebenarnya di keluarga ada kakak perempuanku, dia lebih otoritas Wiro Sableng. Saat ayah saya bekerja, kakak laki-laki saya yang tertua ada di sana terlebih dahulu. Aku tidak suka novel, aku suka komik. Maka ayah saya mengenalkan saya pada Wiro Sableng. Masing-masing anak mereka berbeda. Sama seperti para penggemar Wiro yang membaca bukunya, mereka tentu mempunyai ekspektasi dan visi terhadap penggambaran Wiro lainnya.”
Kini Vino mengaku akan menggunakan seluruh kemampuan aktingnya di film ini ke depannya. Unsur nostalgia pada sang ayah pun membuatnya ingin memaksimalkannya. “Saya tidak membayangkan bagaimana rasanya memainkannya. Tapi selama saya berkarier di dunia film, inilah tanggung jawab terbesar saya terhadap perfilman Indonesia.”
KekuatanVin!
-Rappler.com