• March 15, 2026
ISIS mengajak pengikutnya berperang di Filipina

ISIS mengajak pengikutnya berperang di Filipina

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Ajakan itu terekam dalam video berdurasi 20 menit. ISIS menyerukan pengikutnya untuk bersatu di bawah kepemimpinan Isnilon Hapilon.

JAKARTA, Indonesia – Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyerukan pengikutnya di kawasan Asia Tenggara untuk berperang atas nama ISIS di Suriah atau Filipina.

Seruan ini disampaikan dalam video propaganda yang beredar online pekan lalu.

Video berdurasi sekitar 20 menit itu memperlihatkan para pria berseragam militer membawa senjata dan bendera ISIS serta ikut serta dalam pertempuran. Video itu juga memperlihatkan pemenggalan tiga pria bule yang diyakini keturunan Irak atau Suriah.

Berdasarkan klaim ISIS, mereka dieksekusi karena menjadi mata-mata kelompok pemerintah. Menurut laporan Kantor berita Reuters, pria dalam video itu diidentifikasi sebagai Mohd Rafi Udin. Dia diketahui merupakan anggota militan yang saat ini berada di Suriah.

“Kalau tidak bisa ke (Suriah), pergi saja bergabung dengan Filipina,” imbau Udin kepada pengikutnya dalam bahasa Melayu.

Pria lain yang berbicara bahasa Tagalog muncul dalam video tersebut. Ia mengimbau para pengikutnya untuk tidak ragu-ragu dalam perjuangannya. Pria itu juga menyebut nama presiden terpilih Filipina, Rodrigo Duterte.

“Hati-hati dan jadilah lebih kuat. Jangan mudah tertipu dengan taktik menipu Presiden terpilih Duterte. “Semoga dia dilaknat Allah,” kata pria itu.

Seorang pria lain muncul dan berbicara dalam bahasa Tagalog. Dia memperingatkan para pemimpin Malaysia, Indonesia dan Filipina.

“Ketahuilah bahwa kamu tidak memerangi rakyat Mujahidintapi kamu berperang melawan Tuhan,” katanya.

Bersatu di bawah asuhan Isnilon Hapilon

Di awal video yang direkam dalam bahasa Tagalog, seorang pria tak dikenal lainnya menyerukan para pejuang untuk bersatu di bawah kepemimpinan Abu Abdullah atau lebih dikenal dengan Isnilon Hapilon, pemimpin senior kelompok Abu Sayyaf.

Isnilon diketahui telah berjanji setia kepada ISIS.

Dia masuk dalam daftar teroris paling dicari oleh Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI). Bahkan, siapa pun yang berhasil menangkap Isnilon akan mendapat imbalan sebesar US$5 juta atau setara Rp67 miliar.

Kelompok Abu Sayyaf dikenal sebagai dalang beberapa aksi terorisme terburuk dalam sejarah Filipina. Pekan lalu mereka memenggal salah satu sandera asal Kanada, Robert Hall, setelah mereka diculik selama 9 bulan. Mei lalu mereka juga memenggal sandera Kanada lainnya, John Ridsdel.

Penyebabnya, pemerintah Kanada tidak memenuhi uang tebusan sesuai tuntutan mereka. Kelompok Abu Sayyaf juga menculik 14 WNI saat berlayar dari Kalimantan menuju Filipina bagian selatan.

Usai membebaskan 14 sandera, kelompok militan yang diyakini merupakan pecahan Abu Sayyaf kembali beraksi dan menculik 7 WNI lainnya di Laut Jolo.

Propaganda?

Namun pejabat militer Filipina meminta masyarakat tidak terlalu khawatir dengan kemunculan video yang dianggap propaganda.

“Masyarakat tidak boleh terganggu dengan kemunculan video ini. Pihak berwenang sedang menyelidikinya. “Mereka dapat diidentifikasi dan dikejar,” kata Restituto Padilla, juru bicara militer Filipina.

Sementara itu, pengamat teroris Wawan Purwanto mengajak masyarakat di Indonesia untuk tidak terpengaruh dengan ajakan tersebut.

Namanya juga propaganda, tidak usah diikuti, kata Wawan saat dihubungi Rappler, Minggu malam, 26 Juni. —Rappler.com

BACA JUGA:

Togel SDY