• March 19, 2026

Israel membekukan izin perjalanan bagi 83.000 warga Palestina

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Hamas mengatakan ada banyak “kejutan” bagi Israel selama Ramadhan.

JAKARTA, Indonesia – Pemerintah Israel membekukan izin perjalanan 83 ribu warga Palestina selama bulan Ramadhan 2016. Keputusan ini diambil setelah dua pria Palestina menembaki warga sipil di dekat Kementerian Pertahanan Israel di Tel Aviv pada Rabu 8 Juni 2016.

“Semua izin selama Ramadhan, khususnya izin mengunjungi keluarga dari Yudea dan Samaria hingga Israel dibekukan,” demikian pengumuman unit pemerintahan urusan sipil di Tepi Barat yang diduduki, COGAT, pada Kamis, 9 Juni 2016.

Perintah ini juga berlaku bagi ratusan warga Palestina yang berada di Gaza. Sebelumnya, Israel menyebut izin Ramadhan merupakan “niat baik” terhadap warga Palestina.

Tak hanya berkunjung, mereka juga tidak diperbolehkan menghadiri salat Tarawih di Masjid Al Aqsa, Yerusalem, atau melakukan perjalanan melalui Bandara Internasional Tel Aviv.

COGAT mengatakan hanya pekerja kemanusiaan dan medis yang diperbolehkan melintasi kedua negara tersebut.

Tingkatkan pengawasan

Tentara Israel telah mengumumkan akan menambah ratusan tentara di Tepi Barat setelah insiden ini. “Unit tambahan termasuk tentara infanteri dan unit khusus,” diumumkannya.

Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu masih berdiskusi dengan Sekretaris Kabinet bagaimana menyikapi kejadian ini. Termasuk juga menteri pertahanan baru Israel, Avigdor Lieberman.

“Saya tidak akan menyampaikan secara spesifik langkah-langkah yang akan kami ambil, tapi kami tidak akan berkutat pada kata-kata saja,” ujarnya.

Hancurkan rumah pelaku

Kejadian ini bermula ketika dua pria berpakaian serba hitam mulai melakukan penembakan di restoran Max Brenner, Sarona, yang merupakan pusat perbelanjaan dan wisata. Akibatnya, 4 warga Israel tewas dan 9 lainnya luka-luka.

Polisi bertindak cepat dan menangkap kedua pelaku. Salah satu dari mereka terkena tembakan dan dirawat di rumah sakit Israel; sementara yang lainnya ditangkap. Polisi mengatakan keduanya berusia 20-an dan memiliki hubungan keluarga.

Keduanya dipastikan tidak ada kaitannya dengan kelompok militan mana pun.

Berdasarkan informasi polisi, keduanya menyusup dari Desa Yatta yang berada di Hebron, sebuah kota di Tepi Barat. Motif penyerangan diyakini karena dua paman mereka dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di Israel.

Dalam kejadian tersebut, tentara Israel bersiap menghancurkan rumah keluarga salah satu penyerang. Cara ini biasa digunakan sebagai bentuk hukuman bagi pembuat onar.

Kelompok Islam militan Hamas memuji serangan itu tetapi tidak mengaku bertanggung jawab. Mushir al-Masri, seorang pejabat Hamas, mengatakan serangan itu “sangat heroik.”

“Zionis harus bersiap menghadapi lebih banyak ‘kejutan’ selama Ramadhan,” kata mereka dalam pernyataan resmi.

Selama 8 bulan terakhir, warga Palestina telah terlibat dalam puluhan serangan terhadap warga sipil atau tentara Israel. Korban tewas mencapai 32 warga Israel dan 2 warga Amerika.

Namun, warga Palestina sendiri juga kehilangan 200 nyawa, yang menurut Israel adalah ‘pelaku serangan’ tersebut. – Rappler.com

BACA JUGA:

Pengeluaran HK