• March 18, 2026
Istana membantah memberikan instruksi untuk mencabut komunikasi SBY

Istana membantah memberikan instruksi untuk mencabut komunikasi SBY

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Yang jelas tidak pernah ada permintaan atau instruksi penyadapan kepada beliau, karena itu bagian dari penghormatan (terhadap) presiden yang ada, kata Pramono.

JAKARTA, Indonesia – Sekretaris Kabinet Pramono Anung membantah ada instruksi Istana untuk mencabut komunikasi presiden keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal itu sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok pemimpin negara.

Isu penyadapan kembali mendera SBY karena dalam persidangan Gubernur nonaktif Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, namanya disebut-sebut karena sempat melakukan percakapan telepon dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ ruf Amin pada Oktober lalu. 7 Tahun 2016. Dalam percakapan telepon itu, SBY diduga meminta Ma’ruf mengeluarkan fatwa penodaan agama.

Timbul tanda tanya di benak masyarakat, bagaimana tim kuasa hukum Ahok bisa mengetahui isi percakapan SBY dengan Maruf melalui telepon. Apalagi, saat dihadirkan dalam sidang Selasa 31 Januari lalu, Ma’ruf membantah mengeluarkan fatwa atas permintaan SBY.

Pengacara Ahok kemudian mengatakan, mereka memiliki bukti percakapan telepon antara SBY dan Ma’ruf. Hal inilah yang memperkuat dugaan penyadapan pria yang juga menjabat Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Yang jelas tidak pernah ada permintaan atau instruksi penyadapan kepada beliau karena itu bagian dari penghormatan (terhadap) presiden yang ada, kata Pramono saat ditemui di Istana Negara, Rabu, 1 Februari.

Bantahan serupa juga disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang menyebut penyadapan tidak bisa dilakukan sembarangan.

“Menguping hanya bisa dilakukan atas dasar hukum. Misalnya, apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya bisa disadap oleh pihak yang terlibat masalah hukum. Apakah ini juga kasus hukum?” tanya Rudiantara.

Dia menjelaskan, jika penyadapan tetap dilakukan, namun tidak mengikuti aturan sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Teknologi Informasi dan Elektronik (ITE), maka tidak bisa dijadikan alat bukti di pengadilan. Instansi yang bisa melakukan penyadapan, kata dia, hanya sebatas Badan Intelijen Negara (BIN), KPK, dan BAIS TNI.

Rudiantara meminta masyarakat terus berpikir jernih terkait dugaan penyadapan SBY. Ia tidak ingin masyarakat termakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

Menunggu pengadilan

Sementara itu, anggota tim kuasa hukum Ahok, Humphrey Djemat, mengaku tak ingin membuka pembicaraan antara SBY dan Ma’ruf Amin. Bukti baru akan dihadirkan di hadapan pengadilan.

“Kita serahkan dulu ke hakim. Jangan datang sebelum sidang,” kata Humphrey usai memberikan siaran pers, Rabu, 1 Februari.

Pernyataan tersebut sekaligus menolak permintaan SBY yang berharap diperlihatkan transkrip yang dimiliki tim kuasa hukum Ahok. SBY khawatir isi transkrip tersebut tidak lagi sesuai dengan percakapan 7 Oktober 2016 seperti yang disebutkan dalam persidangan. Sayangnya, Humphrey enggan membeberkan dari mana mereka mendapatkan bukti percakapan SBY dan Ma’ruf.

Sementara SBY meminta pemerintah turun tangan mencari tahu siapa yang memberi instruksi menyadap komunikasinya. Sebab jika hanya dia saja yang selalu dikawal aparat keamanan dan masih bisa disadap, maka kemungkinan besar hal serupa akan lebih mudah terjadi pada warga biasa.

“Saya juga meminta Pak Jokowi memberikan penjelasan dari mana transkrip atau penyadapan itu berasal. Siapa yang mengetik, jadi jelas. “Yang kita cari adalah kebenarannya,” kata SBY saat memberikan siaran pers di markas pemenangan Agus Harimurti-Sylviana Murni, Rabu, 1 Februari.

SBY mengaku berkomunikasi dengan Ma’ruf pada 7 Oktober 2016. Namun, dia membantah meminta Ma’ruf mengeluarkan fatwa penodaan agama.

Ia menjelaskan, dalam panggilan telepon tersebut ia meminta waktu untuk bersiap bertemu dengan calon pasangan Agus-Sylvi.

Tema pertemuannya adalah Agus-Sylvi mohon doa restu dan nasehatnya agar perjuangan mereka di Pilkada berhasil. “Saya juga menitipkan pesan kepada Agus untuk menyampaikan salam kepada para pimpinan PBNU dan PP Muhmmadiyah,” kata SBY. – Rappler.com

uni togel