• March 21, 2026
Istana membantah memberikan pengampunan kepada Antasari Azhar karena dituduh berpolitik

Istana membantah memberikan pengampunan kepada Antasari Azhar karena dituduh berpolitik

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Sebelum memberikan amnesti, Presiden Jokowi terlebih dahulu berkonsultasi dengan Mahkamah Agung.

JAKARTA, Indonesia – Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi membantah pemberian amnesti kepada Antasari Azhar mengandung muatan politik seperti yang diklaim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pelepasan tersebut melalui proses dan prosedur sesuai dengan aturan hukum dan peraturan perundang-undangan.

Tidak ada kaitannya (pemberian grasi) dengan urusan politik, kata Johan Budi di Kantor Presiden, Selasa sore, 14 Februari.

Keputusan Presiden Joko “Jokowi” Widodo memberikan amnesti kepada mantan Ketua KPK itu, kata Johan, berdasarkan masukan atau saran dari Mahkamah Agung (MA). Jadi, jelas Johan, tidak ada kaitan antara pemberian grasi dengan apa yang disampaikan Antasari. (BACA: Presiden Jokowi Maafkan Mantan Ketua KPK Antasari Azhar)

“Yang dilakukan Pak Antasari itu dilakukan secara pribadi,” ujarnya.

Terkait pernyataan Antasari yang menyebut dirinya korban kriminalisasi pemerintah sebelumnya, Johan mengatakan itu merupakan urusan pribadi mantan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan itu. Ia pun berharap apa yang disampaikan Antasari tidak dikaitkan dengan Presiden Jokowi.

Apalagi, kata Johan, pernyataan dirinya sebagai korban kriminalisasi bukan hanya dilontarkan saat ini. Dia telah lama berbicara tentang menerima perlakuan yang tidak pantas membenarkan.

Ada aktor politik

SBY akhirnya memberikan keterangan pers malam ini di kediamannya di kawasan Mega Kuningan. Dalam keterangannya, dia menuding pihak tertentu sengaja memanfaatkan Antasari untuk mendiskreditkannya. Upaya tersebut diawali dengan pemberian grasi kepada Antasari pada November 2016.

“Sepertinya ada misi untuk menyerang nama saya dan keluarga saya. “Penyerangan ini dilancarkan dan dilakukan satu hari sebelum pemungutan suara, sehingga sulit untuk tidak menyimpulkan bahwa pencemaran nama baik dan pembunuhan karakter tidak ada hubungannya dengan Pilkada DKI,” kata SBY usai menghadiri peringatan bersama, Selasa malam, di rumahnya. tempat tinggal. , 14 Februari.

Pria yang menjabat Ketua Umum Partai Demokrat ini menduga Antasari tidak mungkin melakukannya sendirian. Pasti ada aktor politik di baliknya. Sayangnya, dia tak menjelaskan siapa aktor politik yang dimaksud.

“Tujuannya untuk merusak nama SBY. Akhirnya pada pemungutan suara di Pilkada DKI besok, Agus-Sylvi kalah, ujarnya.

Karena itu, dia berharap penegak hukum membuka kembali kasus pembunuhan mendiang Direktur PT Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnaen.

Agar masyarakat Indonesia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada mendiang Nasruddin, ujarnya. – Rappler.com

Data SDY