Istana Negara dan markas Brimob menjadi sasaran bom kimia
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Lima terduga teroris belajar dari Bahrun Naim
BANDUNG, Indonesia – Bagian Khusus Penanggulangan Terorisme (Densus) 88 Mabes Polri menangkap lima terduga teroris di dua lokasi kontrakan berbeda pada Selasa pagi, 15 Agustus 2017.
Tiga orang ditangkap di Kelurahan Jajay Timur, RT 7 RW 18, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Kota Bandung dan dua orang ditangkap di RT 02 RW 17. Kelima orang tersebut berinisial YP, R alias I, SH, AK dan suaminya, AR.
Kelima orang itu masing-masing punya perannya masing-masing, kata Kabid Humas Polda Jabar Kompol Yusri Yunus di lokasi penangkapan di Antapani, Kota Bandung, Selasa sore.
Yusri menjelaskan, AK merupakan perempuan yang dideportasi dari Hong Kong tiga tahun lalu karena mengajarkan radikalisme. Terduga teroris lainnya, YP, berperan sebagai kontraktor rumah dan menjaga bahan bom.
Bersama R, Y mengajari AW (tersangka teroris di Buah Batu, Bandung) cara membuat dan merakit bom pan. Mereka berdua juga dikenal sebagai penyandang dana.
“Ini jaringan JAD (Jamaah Ansharut Daulah) Bandung Raya. Inilah kelompok JAD yang bernaung atau belajar dari blog Bahrun Naim ISIS, cara merakit bom. Dan mereka mempelajarinya dari Telegram. “Ini blog khusus dari Bahrun Naim,” jelas Yusri.
Kelima terduga teroris tersebut berasal dari daerah berbeda. Dua warga Bandung, sisanya berasal dari Sumenep, Kediri, dan Sumatera Barat.
Usai menangkap terduga teroris, polisi melanjutkan penggeledahan di kamar kontrakan yang disewa YP di Antapani.
YP baru menyewa tempat itu delapan hari lalu untuk dijadikan tempat menyimpan bahan peledak yang akan mereka kumpulkan. Dari bahan yang ditemukan aparat, mereka tidak akan merakit bom pot, melainkan bom kimia dengan bahan berbahaya. Cara merakit bom dipelajari dari blog Bahrun Naim. Sedangkan bahan kimia dibeli dari berbagai tempat.
“(Jika) bom kimia ini meledak maka akan mengakibatkan korban luka pada orang yang terkena udara. (Zat) yang terhirup akan menyebabkan cedera serius pada tubuh. Berciuman saja sudah cukup. Apalagi kalau kena, kulitnya bisa terbakar, kata Yusri.
Bom jenis ini, lanjut Yusri, tidak memiliki ledakan yang sangat besar, namun dapat menimbulkan cedera hanya dengan menghirup udara. Saat olah TKP, tim Inafis dan tim Gegana Polda Jabar menemukan bahan kimia dalam jumlah cukup banyak di kamar kontrakan YP. Petugas terpaksa memakai masker oksigen karena paparan bahan kimia tersebut berbahaya.
“Tadi saat saya coba masuk (kamar kontrakan), ada anggota yang menghirup (bahan kimia) dan mukanya sudah merah. “Sekarang anggota yang masuk sudah memakai masker oksigen karena (bahan kimianya) sangat-sangat kuat.” kata Yusri.
Dari hasil pemeriksaan terduga teroris, Yusri mengatakan bom kimia tersebut akan diledakkan terhadap petugas Polri di lapangan, Mako Brimob, dan Istana Negara.
Bom tersebut dipersiapkan untuk aksi teroris yang akan dilakukan pada akhir Agustus mendatang. Bom ini dirancang khusus dengan sistem aktivasi detonasi yang menggunakan remote control sebagai detonatornya.
Langsung dari pemeriksaan awal tim penyidik Densus 88 mengaku sasarannya adalah Mako Brimob, petugas, dan Istana Negara, kata Yusri.
Densus 88 Antiteror masih mendalami penemuan bom kimia berbahaya tersebut dengan menyelidiki terduga teroris yang telah ditangkap.
“Sementara ini kami sedang melakukan pemeriksaan di pos khusus Densus 88 karena baru dilakukan penangkapan. “Masih kami selidiki apakah ada tempat lain untuk menyimpan bahan baku lainnya,” kata Yusri. —Rappler.com