Istri Santoso mengikuti pelatihan perang di Poso
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Jamiatun Muslim terus menemani Santoso selama berada di hutan
JAKARTA, Indonesia – Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi mengatakan Jamiatun Muslim alias Bunga alias Umi Delima merupakan salah satu pengikut Santoso yang paling setia. Maka tak heran jika ia bersama pria alias Abu Wardah itu dalam baku tembak pada Senin, 18 Juli.
Granat ini selalu menemani Santoso di hutan, kata Rudy saat dihubungi melalui telepon, Sabtu, 23 Juli.
Wanita yang menjadi istri kedua Santoso ini berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Saat penembakan terjadi, Delima sedang berada di dalam kabin bersama pria lain.
Sedangkan Santoso dan pengikutnya, Muchtar, sedang berada di tepi sungai.
Lantas apa peran Delima di kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin suaminya? Berdasarkan foto yang diambil dari ponsel Santoso dan anggota MIT yang ditangkap, Delima mengikuti pelatihan perang di Blue Mountains.
Bahkan dari foto-foto yang ada, dia sedang mengikuti latihan dan membawa senjata api laras panjang, kata Rudy.
Tanpa perlawanan
Umi Delima ditangkap tim Alfa 17 Yonif 303 Kostrad yang tergabung dalam Satgas Tinombala. Sekitar pukul 08.30 Wita, anggota Satgas Tinombala sedang menyisir sungai di Pegunungan Tambarana. Tujuannya untuk mencari sisa anggota MIT yang masih buron.
“Dalam perjalanan melakukan penggeledahan, tim menemukan seorang wanita yang diyakini anggota MIT. Wanita itu tidak memberikan perlawanan. Saat diidentifikasi, ternyata perempuan tersebut adalah istri Santoso, Jumiatun alias Umi Delima, kata Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto saat dikonfirmasi hari ini.
Setelah Umi Delima tertangkap, tim Alfa 17 langsung berkoordinasi dengan posko Tinombala sektor I.
Tim melaporkan tepat pukul 08.50 DPO diamankan atas nama Delima, ujarnya lagi.
Garnet kini dalam pengawasan ketat Satgas Tinombala dan telah dievakuasi per negara untuk dibawa ke Mapolda Sulteng.
Barang Santoso disita polisi
Sementara itu, Polres Poso membawa barang bukti Santoso dan anggota kelompoknya ke aula polisi pagi tadi. Total ada 95 jenis barang yang ditampilkan. Mulai dari persenjataan, amunisi, alat komunikasi hingga kebutuhan logistik.
Anggota Satgas Tinombala berhasil menyita beberapa peralatan senjata antara lain:
1 senjata laras panjang tipe M16
3 toko
72 butir amunisi kaliber 5,56 mm
11 peluru mendesis
2 penyala pabrik
2 gulungan kabel hitam dan merah
Mereka juga membawa alat komunikasi berupa speaker dan telepon genggam.
Hari ini, Kapolda Sulteng pun membenarkan hasil pemeriksaan DNA jenazah Santoso dan Muchtar.
“Setelah diambil sampelnya dan diperiksa serta diperiksa di laboratorium DNA Pusdokes Polri pada tanggal 21-22 Juli, hasil analisa tersebut terbukti secara ilmiah dan tidak dapat disangkal bahwa Pak. X 1 diketahui bernama Santoso alias Abu Wardah. Sementara itu, Pak. “X 2 teridentifikasi bernama Mukhtar alias Kahar,” kata Kabid Humas Sulteng dalam keterangan tertulisnya. – Rappler.com
BACA JUGA: