• March 23, 2026
Jack Ma resmi menjadi penasihat e-commerce Indonesia

Jack Ma resmi menjadi penasihat e-commerce Indonesia

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan dengan menjadi penasihat e-commerce Indonesia, perusahaan Alibaba milik Jack Ma bisa melebarkan sayapnya di Indonesia.

JAKARTA, Indonesia – Delegasi ekonomi Indonesia bertemu dengan CEO PT Alibaba Jack Ma di Beijing, China pada Selasa, 22 Agustus. Salah satu poin yang dibahas kedua pihak adalah tawaran menjadi penasehat steering komite roadmap e-commerce Indonesia.

Tawaran ini disampaikan Pemerintah Indonesia saat Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengunjungi Hangzhou pada September 2016. Saat itu, tawaran tersebut hanya disampaikan secara lisan. Namun, pemerintah Indonesia kemarin menyampaikan undangan resmi kepada Jack Ma untuk menjadi salah satu penasihat komite pengarah penerapan peta jalan e-commerce. Tim panitia diketuai langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Selain Darmin, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara juga turut serta dalam delegasi tersebut. Dalam keterangan tertulisnya, Rudiantara mengatakan pertemuannya dengan Jack Ma membahas tentang pentingnya infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pedesaan dan UMKM.

Rudiantara menjelaskan kepada Jack, pemerintah akan segera melakukan transformasi sistem logistik. Tujuannya agar pergerakan barang menjadi lebih mudah dan efisien.

“Sistem pembayaran harus menjadi ekosistem strategis bagi pengembangan e-commerce. “Jadi bukan hanya Fintech (yang cenderung memberdayakan lembaga keuangan yang sudah mapan), tapi financial technology adalah bagaimana masyarakat bisa mengakses layanan keuangan sejalan dengan strategi inklusi keuangan pemerintah Indonesia,” kata Rudiantara seperti dikutip dari situs Kementerian Komunikasi dan Informatika. Rabu 23 Agustus.

Indonesia berpeluang dan harus bisa melakukan terobosan terkait sistem pembayaran karena potensinya sangat besar yakni 175 juta jiwa.

Sementara itu, Jack Ma mengatakan tantangan yang dihadapi Indonesia tidak mudah karena bentuk negaranya yang kepulauan. Ratusan juta penduduk Indonesia tersebar di sekitar 17 ribu pulau. Maka, salah satu jalan keluarnya adalah dengan membangun jaringan logistik yang komprehensif.

Jack berpendapat untuk mengatasi hal tersebut, ada dua permasalahan mendasar terkait infrastruktur yang harus diselesaikan, yakni jaringan informasi dan logistik. Untuk memberikan ilmu dan pengalaman, Jack mengundang pemerintah Indonesia untuk mengunjungi kantor pusat Alibaba di Hangzhou.

Menang-menang

Wakil Presiden Jusuf “JK” Kalla pernah menyebutkan alasan Jack dipilih menjadi e-commerce Advisor Indonesia. Diakuinya, pertimbangan memilih Jack tidak lepas dari pesatnya perkembangan Alibaba di seluruh dunia.

JK memastikan perjanjian ini menguntungkan kedua belah pihak. Industri e-commerce di Indonesia bisa menjadi lebih baik jika ada saran dari Jack. Sementara itu, Alibaba akan semakin memiliki jaringan di Indonesia yang memiliki potensi pasar sebanyak 250 juta orang.

“Barang-barang industri Indonesia saat ini juga dipasarkan oleh Alibaba. Jadi keduanya saling menguntungkan. Indonesia mendapat manfaat dari e-commerce yang bagus, sementara Alibaba bisa punya saluran ke Indonesia yang populasinya besar, kata JK. media.

Menurutnya, industri e-commerce tidak akan menguntungkan jika dikembangkan di negara yang jumlah penduduknya sedikit seperti Singapura. Berdasarkan hal itu, JK mengatakan Indonesia dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa merupakan pasar yang bagus bagi industri e-commerce.

Selain menjadi penasihat e-commerce untuk Indonesia, pemerintah Malaysia pada awal November 2016 mengumumkan bahwa mereka juga resmi menggunakan jasa Jack untuk mengembangkan industri e-commerce di negara jiran tersebut. – Rappler.com

Togel SDY