Jangan takut intimidasi saat pilkada
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Megawati mengaku sejak awal tak sungkan memberikan rekomendasinya terhadap pasangan calon Ahok-Djarot di Pilkada DKI 2017.
JAKARTA, Indonesia – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, turut hadir dalam acara #ConserGue2 yang digelar pada Sabtu, 4 Februari di Senayan. Acara tersebut digelar pendukung pasangan calon nomor urut 2 Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat untuk merebut hati pemilih agar memilih mereka pada 15 Februari mendatang.
Mega mengaku dalam pidato politiknya tak segan-segan memberikan rekomendasinya kepada pasangan calon Ahok-Djarot. Mengapa? Selain melihat aksinya, pasangan ini mencerminkan Pancasila yang merupakan bagian dari demokrasi di Indonesia.
“Ketiga sila ini menyatukan kita dalam bagaimana kita bisa hidup bersama dengan cinta dan damai. Oleh karena itulah para pendiri kita memberi nama pada republik tercinta ini, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bukan negara bersatu, kata Megawati disambut tepuk tangan ribuan pendukung Ahok-Djarot di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.
Mega mengatakan, pengertian Amerika Serikat dan NKRI berbeda. Negara kesatuan mencerminkan seluruh bangsa Indonesia.
“Apapun agama, suku, bangsa, dan ras kita semua bisa hidup berdampingan secara damai,” ujarnya.
Presiden ke-4 pun mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada pasangan calon Ahok-Djarot. Masyarakat dinilai kritis dan obyektif dalam menentukan pilihan kepala daerah.
“Kita tidak boleh berpikir pendek untuk saling memecah belah dengan segala kritik dan fitnah,” ujarnya lagi.
Mega pun mengajak seluruh pendukungnya untuk menyaksikan saat pemungutan suara digelar pada 15 Februari mendatang. Tujuannya untuk menghindari penipuan.
“Tidak takut? Bagaimana kalau ada intimidasi? Apakah setiap TPS akan dijaga? Karena saya yakin kalau kita melihatnya pasti menang,” kata Mega.
#ConserGue2 diselenggarakan oleh para selebriti yang memberikan dukungannya kepada pasangan calon Ahok-Djarot.
Tidak dibayarkan
Sementara itu, sutradara dan direktur artistik #ConserGue2, Jay Subiakto menegaskan, tidak ada satu pun artis di konser tersebut yang dibayar. Menurut Jay, persoalan dana kampanye sejalan dengan aturan KPU DKI di mana pemberi dana harus memiliki NPWP dengan jumlah yang telah ditentukan.
Jadi semuanya transparan, harus jelas siapa yang menyumbang, NPWP-nya, dan jumlahnya harus jelas, kata Jay saat memberikan siaran pers di Gang Potlot, Jakarta Selatan, Jumat, 3 Februari.
Artis lainnya, Yossi Project Pop, pun membenarkan pernyataan Jay.
“Kami semua melakukannya karena simpati. “Kami bersedia tampil gratis karena kami tidak hanya peduli pada Pilkada dan pilihan kami, tapi kami peduli dengan Indonesia, khususnya Jakarta,” kata Yosi. – dengan laporan ANTARA/Rappler.com