Jazz di atas awan, sensasi menikmati musik di Dataran Tinggi Dieng
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Penonton akan menyaksikan panggung musik jazz berlatar belakang Candi Arjuna di ketinggian 2.180 meter di atas permukaan laut.
BANJARNEGARA, Indonesia – Pertunjukan musik jazz bertajuk “jazz di atas awan” kembali digelar pada 5-7 Agustus di Dataran Tinggi, Dieng, Jawa Tengah. Acara yang merupakan bagian dari Festival Budaya Dieng ini telah diselenggarakan selama tujuh tahun dan selalu berhasil menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Menurut Budhi Hermanto, penggagas pertunjukan Jazz Di Atas Awan, tahun ini pertunjukan diadakan selama dua hari, karena banyak musisi yang tertarik bermain di acara tersebut.
“Ada 84 grup musisi jazz yang berminat mengikuti pagelaran Jazz Above the Clouds tahun ini. Oleh karena itu panitia penyelenggara memutuskan untuk menggelar dua pertunjukan jazz di atas awan, kata Budhi.
Sebelumnya, lanjut Budhi, hanya disediakan 1 panggung. Lantas siapa sajakah musisi yang akan mengisi panggung jazz di atas awan? Mereka antara lain Telsa Manaf, Jessika Lokollo, Bulan Oranye, Lima Persen, Glanze dan GNFI bersama Dawai. Mereka bermain pada hari Jumat 5 Agustus mulai pukul 19:00.
Sedangkan Kikils, Jess Kidding, Secret Project, Absurd Nation, Kailasa dan Srintil akan tampil bersamaan pada Sabtu 6 Agustus. Budhi menjanjikan akan ada musisi ibu kota yang tampil di panggung jazz di atas awan. Namun, ia memilih untuk tidak mempublikasikan namanya sebagai kejutan kepada penonton.
Jazz Di Atas Awan Dataran Dieng merupakan panggung terbuka dengan latar belakang Candi Arjuna. Saat pertunjukan digelar, suhu diperkirakan antara 4-8 derajat Celcius. Oleh karena itu, penonton harus bersiap menghadapi suhu yang sangat dingin di Dieng. Hal ini tidak mengherankan karena dataran tinggi ini berada di ketinggian 2.180 meter di atas permukaan laut.
Panitia penyelenggara akan menyediakan ‘anglo’, yaitu kompor tradisional berisi arang untuk membantu penonton melawan dinginnya cuaca di Dieng. Selain itu, panitia berencana menyediakan kentang dan jagung yang bisa digoreng bagi penonton yang sudah memiliki tiket khusus Dieng Culture Festival.
Kentang dan jagung menjadi teman yang tepat saat menikmati pertunjukan musik jazz. Namun makanan ini baru tersedia pada hari Jumat, 5 Agustus.
Puncak pertunjukan musik jazz di atas awan ditandai dengan gemerlap kembang api yang menghiasi langit Dieng pada Jumat, 5 Agustus. Sementara itu, pertunjukan musik akan diakhiri pada Sabtu 6 Agustus dengan gemerlap lampion. Panitia menyediakan 5.000 lampion yang diterbangkan bersama. – Rappler.com