• March 23, 2026

Jelajahi proses panjang menuju ‘Gerbang Neraka’

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Film ‘Hell’s Gate’ akan tayang di bioskop mulai 20 September 2017

JAKARTA, Indonesia — Produksi sebuah film harus melalui proses yang berlapis-lapis. Hanya film Gerbang Neraka yang harus melalui sharing penelitian dan diskusi sebelum disiarkan.

Meski syutingnya sudah selesai sejak akhir tahun 2015, namun film tersebut bergenre petualangan horor Baru bisa tayang hampir dua tahun kemudian, setelah judulnya diubah. Awalnya judul yang digunakan adalah Firegate: Piramida Sudut Pandang yang akhirnya diubah menjadi Gerbang Neraka.

Robert Ronny sebagai produser Gerbang Neraka mengatakan ada perubahan judul karena permintaan dari distributor luar negeri.

“Dulu kami berencana tayang di luar negeri dulu, tapi karena berbagai pertimbangan setelah bicara dengan distributor luar negeri, akhirnya kami tayang di Indonesia dengan judul Indonesia,” jelas Ronny dalam konferensi pers yang digelar di XXI Lounge Plaza. . Indonesia, Jakarta Pusat, pada Senin, 21 Agustus 2017.

CGI memakan waktu

Film ini berfokus pada misteri yang tersembunyi di Piramida Gunung Padang, Cianjur. Karena tidak ada yang boleh masuk ke situs ini, film arahan Rizal Mantovani ini banyak digunakan Gambar Buatan Komputer (CGI) dalam menggambarkan suasana di dalam piramida.

Faktor tersebut pula yang membuat proses pasca produksi film ini memakan waktu yang lama. Menurut Ronny, pengerjaannya memakan waktu sekitar satu tahun CGIdan baru selesai pada bulan Februari 2017 lalu.

Rizal mengatakan sekitar 35% produksi film Gerbang Neraka menggunakan bantuan CGI.

“Yang sulit karena situs Gunung Pandang sendiri belum dibuka, jadi kita harus menebak-nebak seperti apa nantinya. Inilah yang akan kami lakukan CGItermasuk semua pemandangan yang terletak di dalam Gunung Pandang CGI,” kata Rizal.

Menurut Rizal, prosesnya CGI Cukup lama karena di dunia perfilman Indonesia, CGI sudah menjadi sesuatu yang mewah dalam artian memerlukan banyak tenaga, waktu dan biaya yang besar.

Proses penelitian pra-produksi

Karena berdasarkan artefak atau situs yang benar-benar ada, Ronny selaku penulis skenario pun melakukan penelitian selama 6 bulan sebelum memulai produksi film. Namun dia juga sadar akan film itu Gerbang Neraka Merupakan film fiksi sehingga tidak membutuhkan fakta yang terlalu detail. Diakui Ronny, apa yang dikatakan tokoh Julie Estelle yang berperan sebagai arkeolog di film ini, semuanya berdasarkan fakta.

Julie pun membantahnya dengan mengatakan bahwa dia tertarik untuk berakting di dalamnya Gerbang Neraka karena semuanya berdasarkan fakta.

“Skenarionya berdasarkan fakta dan penelitian yang sudah ada, sehingga membuat saya merasa film ini adalah sesuatu yang berbeda,” kata Julie saat diwawancarai usai konferensi pers.

Gerbang Neraka berkisah tentang Tomo Gunadi (Reza Rahadian), seorang jurnalis tabloid mistis yang ditugaskan untuk meliput piramida Gunung Padang dan harus bekerja sama dengan Guntur Samudra (Dwi Sasono), seorang paranormal. Kedua pria ini berangkat ke lokasi yang dituju dan bertemu dengan Arni Kumalasari (Julie Estelle) yang merupakan ketua tim arkeologi yang ditunjuk oleh Presiden RI.

Ketiga orang dengan latar belakang berbeda ini kemudian mengalami banyak peristiwa mistis yang terjadi di situs piramida. Yang tidak mereka sadari adalah bahwa piramida adalah ‘penjara’ bagi kekuatan kuno yang mampu menghancurkan dunia.

Gerbang Neraka akan tayang di bioskop Indonesia pada 20 September.

—Rappler.com

Togel Singapore Hari Ini