• March 22, 2026

Jelang Ramadhan, umat Islam Malang menyucikan diri dengan mandi di Sumber Wendit

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Mandi di sendang ini, selain meneruskan tradisi adat Jawa kuno, juga diyakini bisa mendatangkan ketenangan jiwa sehingga Anda bisa lebih fokus dalam menjalankan ibadah selama Ramadhan.

MALANG, Indonesia – Sejumlah umat Islam di Jawa Timur menyambut Ramadhan dengan membersihkan diri di Mata Air Widodaren, di Kawasan Pemandian Wendit, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Mandi di sendang ini, selain meneruskan tradisi adat Jawa kuno, juga diyakini bisa mendatangkan ketenangan jiwa sehingga Anda bisa lebih fokus dalam menjalankan ibadah selama Ramadhan.

Puluhan orang berkunjung dan mandi di telaga yang diyakini sebagai tempat mandinya bidadari kahyangan Sendang Widodaren di Pemandian Wendit. Mereka meminta bantuan kepada penjaga telaga untuk membantu ritual mandi mereka.

Bekal berupa tujuh jenis bunga tersebut digunakan sebagai salah satu cara membersihkan diri menjelang Ramadhan. Seusai mandi, pengunjung akan memberi makan kepada kera ekor panjang yang sudah lama menghuni pepohonan di sekitar Pemandian Wendit.

“Menjelang Ramadhan, banyak orang yang mandi di sini. Ada yang meminta bantuanku untuk mandi, ada pula yang ingin mandi sendiri. Setelah Idul Fitri banyak orang akan datang ke sini. Misalnya, warga Tengger tidak akan lebaran kalau tidak mandi di sini,” kata Soleh, pengelola Telaga Widodaren, Sabtu, 4 Juni.

Danau Widodaren diyakini merupakan pecahan dari mata air Widodaren di kawasan Bromoberge. Setiap tahunnya masyarakat Tengger mengambil air dari Sendang Widodaren untuk memulai musim tanam.

Pria berusia 42 tahun itu mengaku menjadi pengasuh sejak ayahnya meninggal. Di sebelah telaga juga terdapat makam Mbah Kabul, sosok yang diyakini sebagai penemu Sendang Widodare. Danau ini juga dikenal dengan nama Mata Air Kabul karena mengacu pada nama Kabul, serta menjadi referensi banyak doa yang diyakini terkabul jika mandi di mata air tersebut.

Menjelang sore, Dendra warga Surabaya, Jawa Timur, mendatangi Wendit bersama tiga orang teman prianya dengan niat mandi di Sendang Widodaren. Mereka berangkat pukul 10.00 pagi. berangkat dan pada pukul 13.00. tiba di Wendit.

Keempat kawanan tersebut kemudian mengunjungi makam Mbah Kabul, sosok yang diduga menemukan mata air Widodaren dan kemudian mandi di mata air tersebut.

“Kami datang ke sini untuk membersihkan diri sebelum Ramadhan. Kita semua beragama Islam dan juga orang Jawa, jadi kita juga meneruskan adat istiadat nenek moyang kita,” kata Dendra.

Pria 32 tahun itu mengaku sudah mengunjungi Sendang Widodaren sejak 2012. Sejak itu, Dendra hampir setiap tahun datang ke Widodaren, terutama menjelang Ramadhan.

“Itu panggilan jiwa, awalnya seperti ada yang berbisik ke saya telah datang Ayolah, ternyata itu benar. “Di sini airnya sejuk, tenang dan berbeda dengan pemandian lainnya,” ujarnya.

Danau yang luasnya tidak lebih dari 3×4 meter ini tidak pernah mengalami kekeringan. Airnya keluar sepanjang tahun. Susunan batu bata tua membentuk tepian danau dengan dasar tanah berpasir. Terdapat pepohonan rindang di sekitar danau.

Danau ini juga dikenal dengan nama Sendang Kabul, danau yang memenuhi keinginan pengunjung.

“Air ini hanya untuk kita menyucikan diri, lalu berdoa dalam keadaan bersih. Selanjutnya, kita berharap doa yang dipanjatkan dengan ikhlas terkabul,” ujarnya. —Rappler.com

BACA JUGA:

Togel Sidney