• March 23, 2026
Jokowi meminta kejadian terbaliknya bendera Indonesia tidak dibesar-besarkan

Jokowi meminta kejadian terbaliknya bendera Indonesia tidak dibesar-besarkan

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

“Kita sangat menyayangkan kejadian seperti itu, tapi tidak perlu terlalu dipermasalahkan,” kata Jokowi

JAKARTA, Indonesia – Presiden Joko “Jokowi” Widodo menyayangkan kejadian terbaliknya bendera Indonesia di majalah suvenir upacara pembukaan SEA Games. Kesalahan tersebut disadari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang turut hadir pada pembukaan SEA Games di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur pada Sabtu malam 19 Agustus.

Pemerintah Indonesia telah menyatakan keberatannya terhadap Malaysia. Sebab, kejadian seperti itu seharusnya tidak terjadi.

“Kami sangat menyayangkan kejadian seperti itu, namun tidak perlu dipermasalahkan. Kita tunggu permintaan maaf dari pemerintah Malaysia karena ini menyangkut kebanggaan nasional bangsa kita Indonesia, kata Jokowi pada Minggu, 20 Agustus, di acara Car Freedom Day.

Ia pun meminta masyarakat tidak terlalu membesar-besarkan masalah dan tetap fokus memberikan dukungan kepada tim Merah Putih.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi diketahui sudah menghubungi timpalannya, Menteri Luar Negeri Anifa Aman, pada Sabtu malam. Sebagai bentuk protes resmi, KBRI Kuala Lumpur mengirimkan nota diplomatik kepada pemerintah Malaysia.

Melalui pernyataan resmi, Panitia SEA Games dan Menpora Malaysia telah meminta maaf dan akan meralatnya, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir.

Rencananya Menpora Imam dan Khairy siang ini akan bertemu di Kuala Lumpur untuk membahas persoalan tersebut. Meski sudah meminta maaf kepada Imam di akun media sosialnya, Khairy akan kembali menyampaikan hal serupa secara langsung.

Biarkan buku itu ditarik kembali

Protes juga dilontarkan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (IOC), Erick Thohir. Dalam keterangan tertulisnya, Sabtu malam, Erick mengatakan kesalahan pencantuman warna bendera menunjukkan kelalaian panitia.

“Meskipun persahabatan adalah warisan terbesar dalam olahraga, kesalahan dalam menampilkan atau menampilkan identitas negara lain tidak dapat dibenarkan. “Kalaupun terjadi di dunia olahraga, jangan sampai ada yang mengganggu hubungan antar negara karena hal seperti ini,” kata Erick.

Meski dalam hubungan antar negara Kemenporalah yang mewakili pemerintah Indonesia dalam menyampaikan protesnya, namun dalam interaksinya dengan National Olympic Committee (NOC), KOI juga mengajukan protes. Keberatan tersebut disampaikan kepada Presiden NOC Malaysia Tuanku Imran dan Sekretaris Jenderal Beng Chop Low.

“Kami juga meminta agar buku tersebut ditarik dari peredaran dan diganti dengan gambar bendera Merah Putih yang benar,” ujarnya. – Rappler.com

BACA JUGA: