Jokowi menelepon Presiden Turki dan Emir Qatar untuk membahas krisis diplomatik
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Jokowi menegaskan Indonesia siap mengambil peran dalam krisis diplomasi di Timur Tengah
JAKARTA, Indonesia – Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengaku telah berkomunikasi dengan beberapa pemimpin di kawasan Teluk Timur Tengah untuk mencari solusi atas krisis diplomatik di Qatar. Dua di antaranya yang diajak bicara adalah Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki dan Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Emir Qatar.
Jokowi menegaskan Indonesia ingin berperan dalam menyelesaikan krisis di Qatar.
“Dua hari lalu, saya menelepon Presiden (Recep Tayyip) Erdogan dari Turki untuk (membahas) masalah Qatar. Saya juga menelepon Syekh Tamim (bin Hamad Al Thani) di Qatar, Emir Qatar, tadi malam,” kata Jokowi, Sabtu, 10 Juni, saat berbincang di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya.
Mantan Gubernur DKI ini mengaku sedang mempelajari permasalahan yang terjadi antara Qatar dan beberapa negara Teluk hingga memutuskan hubungan diplomatik. Beberapa negara Teluk di Timur Tengah menuduh Qatar mendanai kelompok teroris. Bahkan, mereka merilis nama 59 warga Qatar yang diduga terlibat aksi teroris.
Jokowi tampak percaya diri karena Indonesia juga menawarkan diri untuk menengahi konflik diplomatik antara Iran dan Arab Saudi. Tahun lalu, Jokowi mengutus Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk bertemu Raja Salman bin Abdulaziz dan Presiden Iran Hassan Rouhani. Meski hubungan diplomatik kedua negara hingga saat ini belum membaik, Retno berhasil bertemu dengan kedua pemimpin tersebut saat itu.
Selain itu, menurut Jokowi, Indonesia telah mencapai kemajuan yang baik dalam diplomasi di Timur Tengah, khususnya Palestina. Sebab Indonesia sudah mempunyai konsul kehormatan di sana.
“Ini merupakan perkembangan yang sangat baik karena Indonesia dipandang sebagai negara yang bisa netral dan duduk di tengah-tengah dan merupakan negara dengan populasi umat Islam terbesar di dunia. “Kami benar-benar harus memainkan peran besar di sana,” katanya.
Menlu Retno juga berkomunikasi dengan beberapa menlu asal Timur Tengah. Retno meminta negara-negara Teluk menahan diri dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan konflik.
Retno juga menyampaikan kepada para menteri luar negeri bahwa Indonesia siap membantu jika diperlukan. – dengan laporan ANTARA/Rappler.com