
Jokowi: Saya suka Presiden Duterte
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
“Saya dan beliau sama, bukan dari elite politik, dan dari pimpinan suatu kota,” kata Jokowi saat diwawancarai.
JAKARTA, Indonesia – Presiden Joko “Jokowi” Widodo hari ini berangkat ke Manila, Filipina untuk melakukan kunjungan kerja. Jokowi berencana bertemu dengan Presiden Rodrigo Duterte yang sudah mengunjunginya pada tahun 2016.
Tidak dapat dipungkiri bahwa hubungan kedua negara selalu erat. Baik Filipina maupun Indonesia adalah negara kepulauan. Letak kedua negara juga berdekatan secara geografis.
Kini kedekatan semakin terasa di level pimpinan. Dalam wawancaranya, Jokowi mengaku punya kemiripan dengan Duterte. (BA: Duterte dan Jokowi: Sama tapi berbeda)
“Saya suka Presiden Duterte. Saya dan dia sama, bukan dari elite politik dan dari pemimpin suatu kota. Kalau Duterte dari Davao, maka saya dari Solo. Jadi, ada beberapa kesepakatan yang kita miliki, kata Jokowi kepada stasiun televisi ANC yang disiarkan pada Jumat, 28 April.
Mantan Gubernur DKI ini pun mengaku terkesan dengan Duterte karena merupakan pemimpin yang tegas. Keduanya juga menjadi sorotan karena kebijakannya yang ketat dalam memberantas narkoba.
Jika Jokowi beberapa kali melakukan eksekusi terhadap narapidana narkoba, Duterte berencana menghidupkan kembali kebijakan tersebut di negaranya. Namun, kuat dugaan Duterte memilih mengeksekusi orang yang terlibat kasus narkoba tanpa melalui proses peradilan.
“Di Indonesia, 40-50 orang meninggal setiap hari karena narkoba. Ada 4,5 juta orang yang menjadi pecandu narkoba. Sedangkan hukum positif di Indonesia masih membolehkan hukuman mati, ujarnya.
Dalam dua tahun terakhir, pemerintahan Jokowi mengeksekusi 18 orang terkait kasus narkoba. Jumlah tersebut bisa bertambah jika kasus Mary Jane Veloso asal Filipina terselesaikan.
Mary Jane hampir dieksekusi pada tahun 2015. Namun dibatalkan karena orang yang menjebaknya, Maria Kristina Sergio, tertangkap. Kini Indonesia menunggu proses hukum terhadap Maria sebagai tindak lanjut untuk menentukan nasib Mary Jane.
Terkait kasus Mary Jane, Jokowi mengaku mengapresiasi sikap yang dipilih Duterte. Sebab jika terbukti bersalah, Duterte mempersilakan warganya dieksekusi di Indonesia. (BA: Jokowi: Duterte Ajak Indonesia Eksekusi Mary Jane)
Hal itu terungkap saat pembicaraan bilateral keduanya di Jakarta. Meski belakangan Duterte membantahnya saat tiba di Filipina.
Petugas rute kapal
Selain berada di Manila untuk bertemu Duterte dan mengikuti KTT ASEAN, Jokowi juga akan berangkat ke Kota Davao untuk menandai dibukanya jalur pelayaran Davao General Santos Roll-on-Roll-off (Ro-Ro) ke Bitung untuk penyesuaian. di Manado. Jalur ini diharapkan dapat mendorong perdagangan sub-regional dan meningkatkan konektivitas Indonesia-Filipina dan konektivitas ASEAN.
“Dengan cara ini kita bisa mulai mengintegrasikan infrastruktur maritim dan maritim di Asia,” kata Jokowi.
Bahkan, dia tidak menutup kemungkinan untuk membuka jalur tersebut dan kemudian mengembangkannya pada kerjasama lain. Salah satunya dengan melakukan patroli bersama antara Indonesia dan Filipina. Pasalnya, situasi keamanan di perairan selatan Filipina diketahui tidak stabil akibat kehadiran kelompok militan Abu Sayyaf.
Mereka sering membajak kapal yang lewat, menculik awak kapal, dan meminta uang tebusan agar bisa bekerja. Hingga saat ini, 7 WNI masih ditahan kelompok tersebut.
“Bisa jadi (kerja sama ini) dikembangkan menjadi patroli bersama antara Indonesia dan Filipina, kenapa tidak? “Ini kerja sama yang konkrit dan nyata dari Davao hingga Bitung,” ujarnya. – Rappler.com