• April 5, 2025
“Karakusa”, sajadah yang ditenun dengan benang emas di acara JFW 2017

“Karakusa”, sajadah yang ditenun dengan benang emas di acara JFW 2017

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Pengrajin tekstil asal Kyoto, Jepang ini melihat potensi besar pasar Indonesia dan siap berkolaborasi dengan desainer lokal

JAKARTA, Indonesia – Jakarta Fashion Week 2017 baru saja berakhir. Kios di arena fashion link lantai 8 Mall Senayan City nyaris luput dari perhatian sebagian besar pengunjung. Suami istri Noriyuki dan Chieko Suzuki menata beberapa lembar seperti “karpet” di salah satu stand.

Penawaran yang berbeda dibandingkan kebanyakan situs lain yang menjual koleksi pakaian dan alas kaki.

“Kami dari Kajikinran, Kyoto. “Ini pertama kalinya saya mengikuti Jakarta Fashion Week,” kata Chieko Suzuki, istrinya yang lebih fasih berbahasa Inggris dibandingkan suaminya, Noriyuki.

Kajikinran merupakan perusahaan yang memproduksi tekstil dengan teknik menggunakan benang emas, untuk digunakan sebagai bahan dekorasi kuil dan tempat ibadah khusus masyarakat di Jepang. Kajikinran yang berlokasi di Kyoto, Jepang, juga memproduksi bahan tekstil untuk pakaian tradisional kepala pemimpin upacara keagamaan di Negeri Samurai.

Noriyuki dan Chieko memulai bisnis mereka sekitar 15 tahun yang lalu. Awalnya hanya memproduksi bahan tekstil. Belakangan, bahan tekstil yang mereka hasilkan mulai mereka manfaatkan untuk membuat pakaian yang dapat digunakan oleh masyarakat umum, khususnya untuk kebutuhan para desainer interior.

“Kami sedang menjajaki kemungkinan berkolaborasi dengan desainer Indonesia,” kata Chieko.
Noriyuki memperlihatkan selembar kain Kajikinran yang disulam benang emas dengan motif kaligrafi Arab, mengikuti pola pintu masjid.

“Inilah motif Karakusa. Biasanya kita melihatnya di masjid-masjid. “Di Jepang juga populer dan dianggap sebagai simbol vitalitas, kemakmuran, dan kebahagiaan,” kata Chieko.

Saat disentuh hasil tenun Kajikinran terasa halus. Mereka menggunakan benang sutra.

Fashion Link merupakan gagasan grup Femina untuk menjembatani interaksi antara pelaku industri dan konsumen fashion di dalam dan luar negeri. (BACA: Simak tren fesyen terbaik di ‘Jakarta Fashion Week’ 2017).

Fashion Link Showroom didukung oleh Kementerian Perdagangan dan menyelenggarakan berbagai fashion talk dengan institusi seperti British Council dan sejumlah kedutaan besar di Indonesia.

Kajikinran pertama kali berkesempatan menjual produknya di Indonesia pada Februari 2016, pada pameran yang difasilitasi oleh Japan External Trade Organization (JETRO). Pameran pertama itu membuka jalan bagi mereka.

“Respon positifnya membuat kami antusias untuk mengikuti JFW ini,” kata Chieko seraya menyebutkan sajadah “Karakusa”, misalnya, cukup populer di kalangan pembeli lokal. – Rappler.com

Keluaran SDY